Wabah Global LGBT Tumbuh Subur Dalam Sistem Kapitalisme

30

Oleh : Intaniah Tahir

Arahmu salah, berhentilah

Dunia mu menghitam dan hampa

Sadar lah duhai jiwa

Kodratmu telah salah tempat

Kini kembalilah..

 “Aneh tapi nyata”inilah kalimat yang cocok untuk menggambarkan keadaan dunia yang makin mengikis akidah dalam lembaran akhir zaman. Peringatan dan hukuman sang kuasa bagaikan cerita fiktif yang semu. Sehingga tak heran ketika melihat manusia berjalan tanpa iman dan negara yang mengasingkan syariat Islam. Teriakan kebebasan bergema di setiap negara penganut paham liberalisme hingga mengundang keberanian para LGBT tampil didepan umum tanpa rasa malu dan takut akan peringatan Allah swt. Lebih lanjutnya,komunitas LGBT telah mendunia dan telah dilegalkan di banyak negara internasional. Jumlah LGBT terbesar di pelopori oleh negara amerika serikat dimana negara ini adalah yang pertama kali melakukan pengesahan. Bagaimana di Indonesia? Berdasarkan data hasil tim konselor penelitian perkembangan penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS), angka LGBT di Sumbar tercatat sebanyak 18.000 orang (Wartakota,24/2/2019 ).Adanya data tersebut ditambah lagi kasus Reynhard Sinaga memberikan keresahan dalam masyarakat yang tak ingin kasus seperti ini terjadi.

          Tingginya komunitas LGBT di Indonesia Adalah bukti dari kurangnya pemahaman agama. Selain itu, tidak adanya hukum yang diberikan rezim untuk pelaku LGBT yang memberikan efek jerah. Hal ini berbanding terbalik dengan penerapan hukuman yang ada di Brunei Darussalam.

Brunei Darussalam mengumumkan bahwa moratorium atau penangguhan hukuman mati yang sudah berlangsung selama 20 tahun, kini juga berlaku bagi kasus-kasus seks sesama jenis, pemerkosaan, dan perzinahan yang diatur dalam hukum syariah Islam.Pengumuman yang disampaikan oleh penguasa Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah adalah bukti tingginya syariat agama di dalam suatu negara.

Dukungan Liberalisme Terhadap LGBT

          Karena kebebasan memberikan pengendalian diri tak terkontrol, sebab bertolak belakang dengan agama. Sebagai contohnya, kasus reynhard sinaga seakan memberikan kado terburuk bagi negara Indonesia. Pasalnya,pendidikan yang tinggi yang diyakini lebih berlogika namun nyatanya minim ilmu agama dalam diri. Pengadilan Manchester, Inggris, Senin, 6 Januari 2020 memvonis Reynhard Sinaga penjara seumur hidup dengan waktu minimal 30 tahun. Hakim menilai laki-laki berumur 36 itu terbukti melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 pemerkosaan yang direkam menggunakan kamera ponsel.. Disebutkan, Reynhard berangkat pada tengah malam (iNews. Id, Selasa, 07 Januari 2020).

Meningkatnya LGBT disebabkan beberapa faktor seperti lingkungan pertemanan dengan para LGBT , sehingga memungkinkan kita mengikuti mereka. Oleh sebab itu pilihlah teman dengan baik. Selain itu faktor keluarga juga menjadi penyebabnya. Misalnya saja adanya tindak kekerasan yang dialami seorang anak perempuan bisa saja menjadikan mereka berpikir untuk menjadi sosok laki-laki karena tak ingin mendapatkan perlakuan yang sama. Hal ini memicu untuk merubah jiwa dalam diri.Oleh karena itu pula,  peranan di dalam keluarga sangat penting. Kehangatan dan keharmonisan keluarga akan mendorong anak untuk tumbuh normal dan wajar. Selain itu, jika kedua orang tua memberikan pendidikan agama dan moral yang baik, hal ini akan membentengi seseorang untuk menyimpang menjadi LGBT.

          Dalam Islam telah jelas mengharamkan  LGBT ini.Imam Ali Ridha a.s. berkata: “Sebab diharamkannya hubungan sejenis, laki-laki dengan laki-laki (homoseksual) dan perempuan dengan perempuan (lesbian) adalah karena naluri yang ada dalam setiap laki-laki dan perempuan, terputusnya keturunan, rusaknya pengaturan dan ambruknya dunia.” (Mizanul Hikmah. Jilid 4, halaman 129, hadis No.5721

Selain itu pula dari sudut pandang Islam, tercatat di dalam Al-Quran, pertama kali muncul hubungan sesama jenis atau praktik dari LGBT bermula pada zaman Nabi Luth a.s. Di dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 80-81 Allah swt berfirman: “Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?”. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Dengan tegas, Allah menyebut kaum Nabi Luth yang saling menyukai sesama jenis, sebagai perbuatan yang hina.

Tentang hubungan sesama jenis ini juga mendapat perhatian serius dari Rasulullah Muhammad Saw. Di dalam hadis Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, ketakutan yang paling kutakutkan dari umatku adalah perbuatan kaum Luth.” (Mizanul Hikmah. Jilid 4, halaman 127, hadis No.5717).

Dalam hadis lain, Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa dari umatku yang mengerjakan perbuatan kaum Luth kemudian mati dalam keadaan itu, maka dia hanya akan menunggu hingga diletakkan di liang lahatnya, dan jika telah diletakkan di dalamnya, maka tidak berlalu tiga (hari) kecuali bumi memuntahkannya dan mengirimkannya bergabung dengan tulang-belulang kaum Luth. Kelak di Hari Kiamat, dia pun akan dibangkitkan bersama mereka.” (Mizanul Hikmah. Jilid 4, halaman 128, hadis No.5718).

Bukankah ajaran Islam telah memberikan peringatan keras untuk pelaku LGBT maka dari itu taatilah dan kembalilah pada fitrahnya yaitu kembali kepada aturan yang Allah tetapkan yaitu mengembalikan setiap aturan yang mengatur perbuatan manusia bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah. wallahu’alam bishowab[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.