Valentineday Bukan Budaya Islam

31

Oleh : Ilma Kurnia P, SP

Januari sudah berlalu, kini memasuki bulan baru yang katanya para remaja bulan penuh cinta dan kasih sayang. Bulan februari namanya, bulan yang sudah berhasil membius kalangan pemuda dengan menebar virus merah jambunya yang seakan menggiurkan. Dibalik virus merah jambu yang berbentuk Valentine day, para pemuda suka ria untuk menyambutnya, bahkan ikut larut dalam perayaannya. Miris bin ironis.. dimana aktivitas yang dilakukan dalam rangka perayaan valentineday ini justru berakhir tragis. Bukan soal tragis nyawa, tetapi tragis akan moralitas, kehormatan, dan bahkan harga diri turut dipertaruhkan. Banyak kalangan pemuda terutama para remaja mengartikan hari kasih sayang ini dengan mengapresiasikannya bersama gebetan atau bahkan dengan pacarnya. Mereka rela memberikan kehormatannya yang hanya demi kepuasan nafsu sang kekasih sebagai bukti atau wujud kasih sayangnya. Tak hanya itu bagaikan terkena runtuhan salju disiang hari,  seakan sudah tersistematis. Ada beberapa kelompok yang membagikan cuma-Cuma atau gerai-gerai yang menyediakan bucket bunga dan coklat yang diselipkan sebuah alat kontrasepsi. Ini yang seakan membuat para pemuda menjadi peluang untuk melampiaskan nafsu yang katanya berbalut kasih sayang.

Valentineday Bukan dari Islam

Sejatinya perayaan Valentineday bukanlah berasal dari islam. Perlu kita ketahui bahwa jauh sebelum dunia mengenal perayaan hari kasih sayang, orang romawi sudah lebih dahaulu mengenalnya dengan sebutan “Festival Lupercalia”, dimana kegiatan ini dipersembahkan kepada dewa mereka Lupercus yaitu dewa kesehatan dan kesuburan serta Juno Februa yang juga dewi pernikahan dan kesuburan, dan perayaan ini digelar setiap tahun tepat pada tanggal 13-15 Februari. Sesuatu yang dilakukan di perayaan Festival Lupercalia adalah dalam rangka meniru atau meneladani para dewa mereka yang semua itu bermuara dalam Nafsu. Dimulai dengan menaruh nama setiap wanita di kertas yang kemudian dimasukan kedalam sebuah wadah. Setelah itu para lelaki mengambil satu persatu kertas secara acak. Siapapun nama yang terpilih nantinya akan menjadi pasangan atau patner untuk melakukan sebuah hubungan terlarang sepanjang malam, dan berlanjut menjadi pasangan hingga tahun berikutnya.  Seakan betapa rendah harga diri seorang wanita, mereka bebas melakukan apa saja tanpa sebuah ikatan yang jelas yakni sebuah pernikahan. Untuk itu islam amatlah melarang kita sebagai seorang muslim untuk mengikuti perayaan valentine day, seperti hadis Rosulullah SAW yang artinya :

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka” {HR. Abu Dawud}

Rosulullah begitu tegas dapat memberikan peringatan, hal ini agar kita sebagai kaum muslim tidak ikut-ikutan kepada budaya orang-orang terdahulu. Terlebih budaya orang yahudi yang sering merayakannya. Dan mereka akan tetap mempengaruhi kita dengan berbagai cara karena tujuannya untuk merusak keimanan kaum muslim. Allah berfirman dalam AlQur’an yang artinya :

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” {TQS. Al-Baqarah : 120}

Cinta Dalam Islam

Islam memandang cinta adalah fitroh bagian dari Gharizah (naluri) yang mana setiap insan memilikinya dan itu adalah anugerah dari Allah SWT, yaitu Gharizah Nau’ (naluri melanjutkan keturunan atau berkasih sayang). Tetapi islam juga mengatur akan makna kasih sayang ini. Cinta tak melulu hanya kepada seseorang pacar atau kekasih hati. Tapi cinta yang paling utama adalah kepada Allah Ta’ala sebagi pencipta diri ini, cinta terhadap Rosulullah sebagai suri tauladan kita di bumi, dan cinta kepada orang tua yang telah membesarkan dan merawat kita dengan penuh kasih dan sayang yang tulus dari hati. Janganlah kita salah dalam mengartikan cinta terlebih sebagai seorang wanita sampai rela kehilangan kehormatannya hanya karena cinta yang semata. Sampai –sampai lupa urusan akhirat kita, lupa bahwa semua apapun yang dilakukan di bumi ini kelak diakhirat akan dimintai pertanggungjawaban. Jangan sampai kita hanya ikut larut dalam sebuah kemaksiatan yang berujung pada siksa akhirat dan natinya diakhirat hanya akan mendapat siksa atas apa yang dilakukannya. Untuk itu marilah kita sesntiasa melakukan sesuatu perbuatan tetap berlandaskan islam, karena islam mengatur seluruh kehidupan kita secara sempurna, hanya dengan berpedoman pada syariat islamlah kita akan selamat baik dunia maupun akhirat. Maka jagalah cinta suci itu agar selamat diakhirat dan wahai wanita jagalah kehormatanmu jangan sampai kau taruhkan hanya untuk kenikmatan sekejap mata karena siksa akhirat amatlah pedih rasanya.

Wallahu a’lam bish shawab…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.