Ustadz Hari Moekti Dalam Kenangan Jubir HTI

Bila sekarang sedang ramai artis berhijrah, sebuah perkembangan yang bagus – alhamdulillah, maka almarhum Ustadz Harry Moekti boleh disebut sebagai pelopor hijrah artis.

“Soal hijrahnya itu, dia mengakui, dan saya tahu, tidaklah mudah. Tapi dia sangat bahagia, meski hidup dalam keterbatasan, beda dengan kehidupan sebelumnya yang bergelimang materi dan popularitas, tapi dia menyebut hati tak pernah tenteram,” tulis Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ustadz Muhammad Ismail Yusanto dalam rilisnya yang diterima mediaumat.news, Senin (25/6/2018).

Pernah sekali waktu dia bercerita, baru saja dapat tawaran manggung di 30 kota dengan bayaran yang sangat menggiurkan. “Saya tanya, diterima? Tidak, katanya. Saya harus istiqamah, tegasnya. Istiqamah itulah yang membuat dia terus bisa bertahan dalam jalan dakwah hingga akhir hayatnya,” kenang Ismail.

Belum lama dia pasang 1 ring di jantungnya. Dia sempat konsultasi kepada Ismail soal ini karena dia tahu Ismail juga pasang ring jantung dan itu menjadi kontak telepon terakhir dengan almarhum.

Di hari operasi jantungnya, Ismail datang ke rumah sakit tempat almarhum dioperasi, ternyata almarhum sudah pulang, lalu Ismail susul ke rumahnya, ternyata dia sudah terbang ke Medan. Masya Allah.

“Ketika pasang ring jantung, saya perlu waktu 1 bulan untuk recoveri. Lah dia, pagi dipasang, sore sudah terbang ke luar kota untuk memenuhi jadwal dakwah yang memang sangat padat. Dia memang dikaruniani fisik yang prima,” beber Ismail.

Tapi tampaknya sakit jantungnya itu yang menghentikan langkahnya. Menurut istrinya, ada problem dengan obat jantungnya. Di saat tabligh, beliau dipanggil Allah. Sebuah akhir yang baik, insya Allah.

Ismail pun menutup rilisnya dengan doa: “Allahummaghfirlahu, waj al jannata matswahu, aamiin Masya Allah!”[] mediaumat.news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.