Uighur Menangis, Umat Islam Harus Kritis

62

Oleh :Sulastri (Pemerhati Muslimah)

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana sakitnya penderitaan yang dialami saudara kita sesama muslim rohingya di Myanmar, pattaya Thailand, moro Filipina, palestina dan Suriah. Saudara kita yang hak asasi manusia  sedang diinjak-injak, kekuatan iman mereka mempertahankan aqidahnya meski nyawa taruhannya. Kali ini terdengar kembali kekerasan yang menimpa kaum muslim etnis Uighur di China.

Penghapusan diskriminasi rasional PBB, Gary MC Dougall, mengatakan sekitar 1 juta warga Uighur dan kelompok minoritas muslim dipaksa menjalani indoktrinasi di sejumlah penampungan politik di wilayah otonomi Xinjiang (republika.co.id)

Penderitaan kaum muslim Uighur sangatlah tragis dan memilukan. Nasib Mereka mencekam,dan memilukan. Etnis Uighur merupakan etnis-etnis minoritas di China. Kerap didiskriminasi pemerintah setempat. PBB menyatakan negara itu telah mengubah wilayah otonom Uighur Xinjiang menjadi sel raksasa dengan label tiada zona asasi. Right Watch, China sengaja membentuk game penahanan yang diisi dengan pembatasan praktik ibadah dan indoktrinasi politik. Perlakuan China terhadap etnis Uighur dilatari perbedaan agama dan keyakinan untuk menindas Uighur yang merupakan keturunan muslim Turki asli Asia Tengah.

Nasib musim Uighur ini tidak mendapatkan respon yang memadai dari dunia internasional termasuk pemerintahan Indonesia, bahkan sebagai negara muslim terbesar di dunia hanya diam seribu bahasa melihat kenyataan saudara seakidahnya dibantai, dibunuh, disiksa, diperkosa, bak binatang, bahkan lebih hina lagi. Kemudahan utang luar negeri Indonesia kepada China diduga membuat pemerintahan Indonesia, Presiden Joko Widodo menyuarakan protes atas kasus dugaan pelanggaran HAM yang terjadi pada kelompok muslim Uighur di Xinjiang. China Ketua Majelis Jaringan aktivis pro demokrasi (prodem) Syafti Hidayat menduga hubungan kedekatan antara pemerintahan RI China saat ini yang membuat Jokowi enggan melakukan protes. (eramuslim.com Jumat 14 Desember 2018).

Kelemahan yang menjangkiti pemerintahan kita saat ini. Kerja sama ekonomi yang sedang dijalin Indonesia dengan China seharusnya tidak bisa menjadi alasan Indonesia untuk tetap diam atau senasib jutaan muslim Uighur yang teraniaya, sikap diam dan bungkamnya penguasa negeri muslim ini menjadi bukti kelemahan yang semakin nyata dihadapi negara kafir. Bahkan tidak mungkin akan ada lebih banyak lagi umat muslim lain yang menjadi minoritas dan akan kembali merasakan hal yang sama.

Potret Uighur seharusnya menjadi pelajaran dan teguran para pemimpin muslim untuk bersikap tegas, namun sayang jangankan berani mengirimkan pasukan untuk menyelamatkan mereka sekedar mengecam saja kita tidak mendengar dari perwakilan negara ini. Uighur adalah saudara kita seiman yang walaupun tempat tinggal mereka berada di negara kafir, akan tetapi mereka tetap saudara seaqidah yang wajib kita lindungi dan jaga nywa, harrta dn kehormatanya. Dalam hadis Nabi dijelaskan kaum muslim itu diibaratkan satu tubuh Apabila ada bagian yang terasa sakit maka bagian tubuh lain akan merasakannya juga”.

Di dalam Alquran pun kaum muslim diperintahkan saat saudara mereka ditindas dan meminta pertolongan kaum muslim wajib memberikan pertolongan kepada mereka Allah SWT ta’ala berfirman” jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan penggembalaan agama maka kalian wajib memberikan pertolongan”.( Q.S al-anfal: 72).

Jeritan dan derita muslim Uighur merupakan derita seluruh kaum muslim, dan kewajiban seluruh kaum muslim termaksud Indonesia untuk segera membebaskan mereka dari ketertindasan tersebut, dan segera melindungi, memelihara keamanan dan keislaman mereka. Namun apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara kita muslim Uighur yang ada di China, tidak ada selain memanjatkan doa kepada Allah agar mereka diberi kekuatan dan keistiqomahan terhadap Islam, dan segera di tegakkanya syariat Islam.

Ketidakberdayaan kita ini seharusnya menjadi alasan kut untuk kita segera mencapai perubahan yang hakiki yaitu perubahan seluruh sistem kehidupan, dari system yang rusak saatini (kapitalis demokrasi) kepada sistem Islam. Dimana Islam merupakan satu-satunya sistem yang bisa menjamin hak asasi manusia secara adil dan merupakan solusi tuntas dari segala problemtika yang menimpa negeri ini.

Kepemimpinan dalam Islam merupakan tanggung jwab besar, dimana seorang pemimpina  atau khalifah merupakan junnah (perisai) yang harus memenuhi semua kebutuhan hidup orang banyak, menjaga jiwa, harta dan kehormatan seluruh kaum muslim. Sebagaimana sabda Raulullah ” imam/ khalifah itu pengurus rakyat dan hanya dia yang bertanggung jawab atas rakyatnya”.(H.R al-bukhari dan Muslim)

Pada masa peradaban kejayaan Islam ketika ada seorang wanita muslimah yang dinodai kehormatannya oleh yahudi Bani Qainuqa di Madinah sebagai kepala negara Rasulullah menyatakan perang terhadap mereka, mereka pun diusir dari Madinah. Demikianlah sikap yang diambil Rasul untuk melindungi kaum muslim karena posisi beliau seorang kepala negara. Dan masih banyak lagi kisah-kisahheroik yang dimana para pemimpin dalam Islam betul-betul menjadikan keemimpinannya mamu mengayomi rakyatnya dan memberikan rasa nyaman untuk rakyatnya.

Oleh karena itu sudah saatnya umat Islam bangkit dan melakukan perubahan hakiki agar seluruh problematika dalam hidup ini dapat diselesaikan termaksud genosida yang terjadi terhadap saudara-saudara kita di berbagai penjuru dunia. Namun, ini hanya mampu terwujud  dengan kembali menjadikan sistem Islam sebagai landasan berpikir dan aturan dalam segala spek kehidupan dalam naungan Khilafah Islamiyah. Wallahu A’lam Bishawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.