Terkait Revisi UU KUHP, Sejumlah Dubes Temui Komisi III DPR

307

“Indonesia memiliki nilai-nilai budaya dan moral yang berbeda dengan Barat. Sejumlah Dubes mengkhawatirkan warganya yang ada di Indonesia terancam pidana atas rencana perluasan pengaturan masalah pasal susila di Revisi UU KUHP”

Mediasiar.com – Sejumlah negara uni eropa  khawatir nilai-nilai yang dianut warga mereka yang ada di Indonesia tidak sesuai, Dubes mereka menemui DPR RI. Duta besar tersebut diantaranya Rumania, Belanda, Italia, Yunani telah menemui Komisi III DPR. Mereka berupaya untuk menghalangi dimasukkannya sejumlah persoalan moralitas, seperti zina dan LGBT dalam revisi UU KUHP.

Sebagaimana disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil, bahwa beberapa waktu lalu, sejumlah duta besar negara uni eropa datang dan melakukan pertemuan tertutup di DPR RI.

“Mereka mempertanyakan sejumlah hal terkait Revisi UU KUHP. Mereka khawatir persoalan susila ini masuk dalam ketentuan formal (diatur lebih luas dalam revisi UU KUHP, Red),” kata Nasir (Sumber: Republika.co.id, Selasa (13/2)).

Panja Revisi UU KUHP akan memperluas pidana dalam persoalan LGBT dan Zina. Pasal yang diperluas di antaranya pidana zina tidak hanya dikenakan pada pelaku yang sudah menikah saja. Tetapi juga dikenai kepada pelaku yang masih bujangan/gadis.

Sementara dalam hal LGBT, pidana juga dikenai pada pelaku LGBT yang sudah dewasa. Mereka akan dikenai pidana jika masuk ke unsur-unsur pidana. Seperti: melakukan perbuatan LGBT di tempat umum, mempublikasikan, melakukan dengan ancaman.

Para duta besar itu, menurut Nasir, memberi masukan agar tidak mempidanakan masalah-masalah tersebut.  “Mereka (para duta besar, Red) bilang kalau Indonesia itu negara toleransi dan demokrasi, supaya jangan mengatur hal-hal privat,” kata Nasir.

Walaupun awalnya mereka mengaku tahu kalau Indonesia mempunyai nilai-nilai yang berbeda dengan negara barat. Tetapi tetap saja mereka minta agar hal-hal yang mereka anggap urusan pribadi tidak dimasukan dalam persoalan pidana.

Namun Nasir Djamil tidak sependapat dengan pandangan mereka. “Tapi ujung-ujungnya masalah susila ini akan mengancam ketahanan keluarga, sosial di masyarakat, dan pada gilirannya akan mengancam ketahanan negara,” papar dia. [MS dari berbagai sumber]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.