Tegaknya Khilafah adalah Urgensitas Dunia

58

Oleh : Arinal Haq (Aktivis Mahasiswa Sidoarjo)

Peristiwa penembakan sadis yang menyasar jamaah shalat Jumat di dua masjid di Christchurch, New Zealand (Selandia Baru), Jumat (15/3/2019), sontak menggemparkan dunia.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan 41 orang tewas dalam penembakan di sebuah masjid di Deans Avenue di pusat Christchurch, dan 7 lainnya di masjid kedua di pinggiran Linwood yang berdekatan. Dari 40 orang yang dirawat di Rumah Sakit Christchurch, satu telah meninggal dunia.

“Hati kami ditujukan kepada mereka dan semua keluarga mereka, semua teman mereka, semua orang yang mereka cintai, dan saya ingin meyakinkan semua orang bahwa kami akan melakukan yang terbaik untuk mereka,” kata Bush sekitar pukul 19.00 waktu setempat pada Jumat (15/3) dilansir dari media lokal 10Daily. (m.republika.co.id, 15/3)

Muslim dunia berduka, kejadian ini adalah salah satu dari banyaknya malapetaka yang dialami umat Islam di dunia. Ini semua bermula karena runtuhnya Khilafah di tangan Sang Pengkhianat Musthofa Kemal Attaturk. Pelindung dan perisai umat Islam tak lagi ada. Umat Islam saat ini ibarat anak ayam yang kehilangan induknya. Tak ada lagi yang membela, melindungi dan menjamin kesejahteraan hidupnya. Bahkan yang membuat hati umat Islam terluka adalah nyawa seorang muslim tak lagi ada harganya.

Padahal satu nyawa seorang mukmin saja sangatlah berharga. Dari al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingnya terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (HR. Nasai 3987, Turmudzi 1455, dan dishahihkan al-Albani)

Tidak hanya Muslim di Selandia Baru, di belahan bumi lainnya kondisi umat Islam juga sedang mengalami ancaman yang sama. Di Suriah, Palestina, China, Myanmar, dan negeri-negeri muslim lainnya mereka sedang bertaruh nyawa untuk tetap berpegang teguh pada keimanan Islam. Kaum kafir tak segan-segan membunuh, membantai dan menghabisi mati-matian umat Islam tanpa rasa takut. Sisi kemanusiaan mereka tertutup terhadap Islam. Kebencian mereka terhadap Islam mematikan naluri kemanusiaannya. Lantas untuk saat ini, siapakah yang harus bertanggung jawab atas kondisi umat Islam? Negeri-negeri muslim sudah terkotak-kotak oleh sekat nasionalisme. Mereka hanya bisa mengecam dan memberi bantuan sekadarnya. Padahal sesama muslim ibarat satu tubuh. Jika ada anggota tubuh yang sakit maka anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit.

Oleh karena itu, kebutuhan akan tegaknya Khilafah adalah kebutuhan mendesak. Karena itulah rumah besar yang akan menjaga dan mengayomi tidak hanya umat Islam, namun juga seluruh umat manusia dalam fitrah kemanusiaannya. Kehormatan, harta dan jiwa sepenuhnya dilindungi oleh negara. Keamanan berada di tangan umat Islam. Kedaulatan berada di tangan Syara’. Dunia akan terbebas dari penjajahan jika Islam memimpin dunia. Keadilan akan dapat dirasakan oleh seluruh manusia yang berada dibawah naungannya. Sebagai seorang muslim hendaknya peristiwa yang saat ini terjadi menjadi cambuk bagi kita untuk semangat berjuang dalam menegakkan kembali Islam yang telah runtuh. Kebangkitan Islam adalah janji Allah yang harus kita perjuangkan. Jika saat ini kita tak mampu bersikap apa-apa terhadap saudara kita yang didzolimi, semoga gerak kita dalam dakwah memperjuangkan Islam menjadi hujjah di hadapan Allah SWT . Wallahu a’lam bishshowwab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.