Tarif BPJS Naik Rakyat Tercekik

39

Oleh : Gayuh Rahayu Utami

Anggota Komunitas Penulis Peduli Umat

            Indonesia sebuah negeri yang berada di kawasan garis khatulistiwa, sebuah negeri yang dikaruniai banyak sumber daya. Namun nyatanya hal tersebut belum menjadikan rakyat hidup sejahtera, justru negeri ini tidak lepas dari berbagai persoalan umat yang begitu rumit, salah satunya adalah BPJS yang dikabarkan tarifnya akan naik sehingga membuat rakyat semakin tidak terarah untuk menjalankan kehidupan yang ideal. Bahkan, untuk mencapai kategori sehat malah semakin jauh dari akal sehat dan semakin membebani rakyat lebih berat lagi.

Dengan diterbitkan kebijakan terhadap kenaikan tarif BPJS yang akan disahkan 1 Januari 2020 lengkap sudah penderitaan rakyat Indonesia. Masyarakat miskin dilarang sakit. Kenaikan mencapai 2 kali lipat. Dalam usulan ke DPR bagi kelas mandiri 1 naik dari Rp 80.000,00 menjadi Rp 160.000,00. Sementara untuk kelas mandiri II dari Rp 51.000,00 menjadi Rp 110.000,00 per peserta tiap bulan. Sedangkan untuk kelas mandiri III, pemerintah masih berupaya untuk menuruti permintaan data cleansing dari DPR. Targetnya data bakal rampung dalam waktu dekat. (cnn.indonseia.com, 04 September 2019 ). Fakta di lapangan di sebuah rumah sakit yang berada di kota Malang, pasien kelas 1 sampai kelas 3 meskipun mereka telah membayar BPJS tiap bulan, malah mendapatkan layanan yang buruk dari rumah sakit. Mendapatkan obat yang kualitas rendah dan lebih mendahulukan pasien non BPJS. Bahkan ketika seorang ibu ketika melahirkan secara operasi Caesar, jahitan operasinya asal – asalan ketika memakai BPJS.

Fakta berikutnya yaitu di sebuah RS di daerah Berau Kalimantan Timur , ketika pasien melahirkan dengan menggunakan BPJS malah ditinggal ngobrol oleh dokter dan pasien tersebut dimarahi dan dibentak ketika berteriak kesakitan.

            Badan Penyelenggara Jaminan Sosial ( BPJS ) sejatinya banyak sisi gelap yang bersifat sistemik, antara lain mengalihkan tanggung jawab negara kepada rakyat, mengubah hak rakyat menjadi kewajiban rakyat, pelayanan diskriminatif, sebagai asuransi social untuk menutupi kelemahan ekonomi yang berbasis kapitalis, dan bernuansa bisnis. Serta menutupi kelemahan pemerintah untuk memenuhi hajat hidup orang banyak. Dengan adanya BPJS semakin membuktikan bahwa negara tidak benar-benar tulus melayani masyarakat. Hal ini terjadi karena negeri ini menganut sistem kapitalis, sehingga pelayanan kesehatan menjadi sesuatu yang dikomersilkan. Hal ini nampak dari jenjang kelas yang ditentukan dan bentuk pelayanan yang disesuaikan dengan tarif kelas. Bagi rakyat miskin yang tidak mampu membayar BPJS juga dipersulit untuk mendapat layanan kesehatan, atau kalau berobat harus menempuh jalur mandiri yang biasanya tarifnya juga tidak sesuai dengan kemampuan mereka, seolah-olah rakyat miskin tidak boleh berobat juga tidak punya uang. Selain itu dengan negara juga lalai terhadap tanggung jawabnya mengurus rakyat, karena pelayanan kesehatan dilimpahkan kepada sebuah badan/instansi.

            Sungguh kebijakan dzolim ini harus dihentikan, karena kesehatan adalah suatu hal yang berupa kebutuhan yang sangat mendasar dan harus menjadi tanggung jawab negara. Jelas sangat bertolak belakang jaminan kesehatan di era kapitalis dengan jaminan kesehatan di dalam Islam. Dalam Islam, jaminan kesehatan seluruh rakyat adalah tanggung jawab Negara secara gratis. Negara tidak membebani rakyatnya untuk membayar layanan kesehatan. Ketentuan ini berdasarkan hadits Nabi saw, sebagaimana penuturan Jabir ra :

Rasulullah saw. Pernah mengirim seorang dokter kepada Ubay bin Ka’ab (yang sedang sakit ). Dokter itu memotong salah satu urat Ubay binKa’ab lalu melakukan pengecosan dengan besi panas pada urat itu. (HR. Abu Dawud).

Disebutkan oleh Zaid bin Aslam bahwa kakeknya pernah berkata : “Aku pernah sakit parah pada masa khalifah Umar bin Al Khaththab. Lalu Khalifah Umar memanggil seorang dokter untukku. Kemudian dokter itu menyuruh aku diet (memantang makanan yang membahayakan) hingga aku harus mengisap biji kurma karena saking kerasnya diet itu. (HR. Al Hakim, Al Mustadrak, IV/764).

Jika kita mengharapkan mendapatkan jaminan kesehatan yang ideal dan sesuai syariah, sesungguhnya hanya ada di dalam sistem Islam yang bernama Daulah Khilafah Islamiyah seperti yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Kesehatan terjangkau dan bisa jadi menjadi gratis, tidak ada pemalakan terhadap rakyat, pelayanan terjamin serta tidak diskriminatif. Sungguh apabila kita menerapkan sistem yang berasal dari Allah maka kehidupan menjadi berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.