Tantangan Generasi Hedonisme

130

Perkembangan media sosial berbanding lurus dengan kemajuan teknologi. Beragam program dan aplikasi yang ditawarkan mengikuti derasnya arus permintaan di pasar. Seperti serangkaian challenge yang kemudian dengan sigap disambut oleh masyarakat dunia maya khususnya remaja dan anak-anak muda . Baru-baru ini muncul sebuah tantangan yang tersebar di Whataspp bernama Momo Challenge dan diperuntukkan untuk gadis berusia 12 tahun. Tantangan ini tergolong berbahaya dan polisi disejumlah negara telah menyatakan keprihatinannya. Alasannya karena tantangan ini mengajak seseorang untuk bunuh diri.

Menurut Rodrigo Nejm dari LSM Brasil , Safernet, hingga saat ini belum jelas persebaran Momo Challenge. Namun ada laporan yang mengatakan tantangan ini terjadi di Meksiko, Argentina, Amerika Serikat, Perancis dan Jerman. Selain itu ada kemungkinan permainan ini merupakan umpan yang digunakan para penjahat untuk mencuri data dan memeras orang di internet.

Berikutnya yang lebih dulu viral.  Kiki Challenge, tak kalah horornya dengan Momo Challenge, pelaku Kiki Challenge akan berjoget  dengan diiringi lagu ‘In My Feeling ‘ dari Drake di sisi mobil yang berjalan. Tak sedikit yang luka serius hingga mengalami kematian. Di lansir dari laman Times of India , tantangan ini diinisiasi oleh seorang comedian dan influencer media sosial, Shiggy. Dia memiliki 1,6 juta pengikut di akun instagramnya . Anehnya,  awal Shiggy melakukan  Kiki Challenge  tidak melibatkan mobil bahkan tidak  sedang mengendarainya,  namun tren yang keluar justru adegan keluar  dari mobil dan berjoget mengikuti mobil yang berjalan. Ini karena ulah  sekelompok remaja yang meniru apa yang di unggah Shiggy, yang sayangnya inilah yang kemudian menjadi viral.  Diikuti oleh banyak remaja dan anak muda di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Mengapa anak muda lebih cepat terpengaruh oleh budaya-budaya asing di luar dirinya? penjelasannya adalah selama pubertas, ada kelebihan hormon Dopamine dalam tubuh remaja yang berguna untuk mencapai kematangan seksual. Dopamine adalah hormone perasaan senang dan bisa mendorong remaja mencari kenikmatan melalui sesuatu yang menegangkan, stimuli yang konstan dan penghargaan. Kiki dan Momo Challenge mampu menjawab peluang itu, tanpa tahu apa akibatnya bagi pelakunya. Yah, Kiki dan Momo Challenge sebenarnya adalah sampah peradaban liberal kapitalis dan jelas dialah biang  perusak generasi muslim.

Pada masa pubertas tersebut seharusnya keluarga dan negara hadir menjadi pendamping bagi mereka. Memberikan pengajaran tentang visi dan misi hidup yang tegas dan bertanggung jawab. Agar para remaja dan anak-anak muda yang cenderung berbuat tanpa pikir panjang tidak terjerumus ke dalam jebakan prilaku tak wajar.  Bukankah Islam menekankan bahwa setiap perbuatan ada perhitungannya? ironisnya  kebebasan di seluruh negri di dunia ini amatlah dipuja. Challenge identik dengan bisnis yang  mendatangkan income yang luar biasa dan  mereka tak peduli jika di sisi lain justru membinasakan generasi mudanya. Inilah ciri yang paling menonjol dalam sistem sekuler kapitalis, asas manfaat . remaja dan anak-anak muda kitalah yang jadi korbannya. Semakin diambil maka peradaban Kapitalisme makin menjauhkan generasi muda dari profil khoiru ummah , umat yang terbaik, umat yang visioner , produktif, kreatif dan inovatif dalam kebaikan ( hamba Allah yang berperan sebagai khalifah fil ardh). Bagaimana gambaran menjadi khalifah fil ardh?

Allah berfirman dalam surat Al- Baqarah:30 yang artinya: ‘Dan( ingatlah) tatkala Rabbmu berkata kepada malaikat,’Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka,” Apakah Engkau akan menjadikan padanya orang yang merusak di dalamnya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau” Dia berkata ,” Sesungguhnya aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Makna menjadi Khalifah fil ardh tidak semata-mata menerapkan aturan Allah terkait ibadah saja, namun juga kaffah, seluruh aturan yang menyangkut ekonomi, kesehatan, pendidikan dan yang lainnya dalam seluruh aspek kehidupan manusia agar mereka mampu mengadakan perbaikan (penjagaan, khalifah). Dan Peradaban Islam inilah yang telah terbukti selama 13 abad mampu menjadi  penyelamat generasi. Yang kini  wajib diperjuangkan bersama untuk mencegah lost generasi terbaik muslim. Wallahu a’alam biashowab. (Rut Sri Wahyuningsih, Pengasuh Grup Online Obrolan Wanita Islamis (BROWNIS))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.