Sinyal Kenaikan BBM, Kado Pahit Bagi Rakyat

Oleh: Erna Ummu Azizah

Di saat masyarakat berada dalam kondisi ekonomi yang sulit dengan daya beli masyarakat yang rendah, dan angka pengangguran yang masih tinggi. Tiba-tiba ada sinyal bahwa pemerintah akan menaikkan harga BBM dan elpiji subsidi 3 kilogram pada 2019.

Seperti dikutip dari Liputan6.com, 2 Juni 2018 bahwa “Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberi sinyal pemerintah akan menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) dan elpiji subsidi 3 kilogram (kg) pada 2019. Hal ini mengikuti kenaikan harga berbagai komoditas terutama harga minyak mentah dunia.”

Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ini jelas sangat meresahkan rakyat kecil. Bagaimana tidak, dampak kenaikan BBM akan menyebabkan efek domino berupa kenaikan barang yang lainnya, seperti transportasi, pangan, listrik dan sebagainya. Terbayang sudah nasib rakyat kecil, sudah susah semakin susah. Angka kemiskinan pun akan kian bertambah. Kenaikan BBM ini ibarat kado pahit yang diberikan pemerintah.

Padahal setahun lalu, ketika harga minyak dunia turun, ternyata tak membuat harga BBM ikut turun. Seperti dikutip dari Republika.co.id, 23 Juni 2017 bahwa “Pemerintah memastikan dalam waktu dekat tidak akan ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM). Kepastian ini setelah pemerintah melihat bahwa harga minyak dunia saat ini mengalami penurunan.”

Miris, ketika harga minyak dunia naik, harga BBM langsung ikut naik, giliran harga turun, ternyata harga BBM tidak turun-turun. Kasihan rakyat kecil selalu menerima ketidakadilan. Tak bisa dipungkiri, inilah efek sistem kapitalisme. Yang menitikberatkan kejayaan perekonomian hanya kepada orang-orang kaya dan para pemilik modal. Orang atau masyarakat miskin pun menjadi terpinggirkan karena mereka tidak memiliki daya ataupun kuasa. Kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM ini pun tak lepas dari pengaruh asing yang semakin kuat mencengkram Indonesia.

Ini adalah bukti kapitalisme melahirkan pemerintahan yang abai terhadap rakyatnya. Ketidakkonsistenan alasan harga minyak dunia naik menjadi pertimbangan menaikkan harga, tanpa memikirkan bagaimana kondisi rakyat. Selain itu kapitalisme juga menjadikan negara tidak bisa mandiri termasuk dalam pengelolaan BBM yang akhirnya harus diserahkan kepada asing.

Berbeda dengan sistem Islam yang aturannya merupakan aturan dari Allah, Sang Pencipta sekaligus Pengatur manusia. Aturannya begitu sempurna dan paripurna mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Penguasanya pun wajib amanah karena penguasa adalah pengatur urusan rakyat yang pertanggungjawabannya berat dunia akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Imam (Khalifah) adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Sistem Islam mengedepankan peri’ayahan(pengurusan) dan pemenuhan kebutuhan umat, tidak menyerahkan harga BBM kepada pasar bebas. Tanggung jawab negara menjamin rakyat mudah mengakses BBM. Karena di dalam Islam, BBM sebagai sumber energi api/panas, merupakan harta milik umum sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Kaum muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput dan api, dan harganya haram.” (HR. Ibnu Majah)

Karena harta milik umum dan merupakan barang yang dibutuhkan semua orang, maka setiap individu rakyat, baik laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, muslim atau non muslim, semuanya memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat dari harta tersebut dan pendapatannya.

Dalam kepemilikan umum, maka publik adalah sebagai pemilik sedangkan negara adalah sebagai pengelola. Di sini Islam melarang negara menyerahkan pemilikan dan pengelolaan energi kepada swasta dan asing. Dengan pengelolaan migas yang optimal oleh negara maka kebutuhan dalam negeri akan terpenuhi sehingga negara tidak perlu menggantungkan dirinya kepada harga minyak Internasional yang tidak menentu.

Dengan demikian kalaupun rakyat perlu membayar BBM, maka yang dikeluarkan oleh rakyat itu hanya biaya operasional saja. Sehingga rakyat akan bisa menikmati BBM dengan cuma-cuma bahkan gratis tanpa harus mengeluarkan biaya yang melambung tinggi seperti saat ini. Dan rakyat pun tentunya bisa hidup makmur, adil dan sejahtera. Sungguh hanya sistem Islam-lah yang mampu mewujudkannya. Semoga segera tegak kembali. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.