Seruan Tegakkan Khilafah Menggema dari 35 Kota di Indonesia

Peringatan Isra ‘ Mi’raj di bulan Rajab 1439H menjadi moment bersejarah bagi umat Islam di Indonesia. Mengapa demikian? Karena di bulan Rajab ini digelar peringatan Isra ‘ Mi’raj secara serentak di seluruh Nusantara, dan ribuan peserta yang hadir merindukan hidup di bawah naungan Khilafah. Demikian pernyataan ini disampaikan oleh KH Ahmad Junaidi Ath Thayyibiy, di hadapan 4 ribu lebih ulama, kyai, Ustad dan santri yang hadir pada peringatan Isra Miraj di Jakarta tersebut.

“Hari ini, 35 kota di Nusantara menyelenggarakan peringatan Isra Mi’raj secara serentak. Hari bersejarah bagi umat Islam. Kami disini mendorong umat Islam untuk menerapkan isti’nafil hayatil islamiyyah (melanjutkan cara hidup Islamiyah )”, kata Perwakilan Majlis Zikr Ratibul Hadad, KH Ahmad Junaidi Ath Thayyibiy.

Acara Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Isra ‘Mi’raj ini diselenggarakan di Masjid Al Munawar, Jakarta Selatan, Sabtu (14/4/2018).

Menurut Gus Jun, begitu beliau biasa dipanggil, ada sesuatu yang runtuh yang harus segera dibangun kembali. Apa yang kita bangun merupakan kabar gembira dari Rasulullah paparnya.

“Dan apa yang harus kita bangun adalah kabar gembira yang akan segera berdiri, yaitu pendirian Khilafah Rashidah ‘Ala Minhajnubuwwah”.

Dalam acara Tabligh Akbar peringatan Isra Miraj ini, nampak hadir mudir Ma’had Syaraful Haramain, KH Hafidz Abdurrahman; Ustadz H Eka Jaya; Wakil Ketua Persaudaraan Alumni 212, KH Asep Syaripudin; Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kota Depok KH Ahmad Nawawi; Ketua Hizbut Tahrir Indonesia KH Rokhmat S Labib; mudir Pondok Pesantren Al Husna Cikampek Kiai Ahmad Zainuddin dan Ketua DMI (Majelis Masjid Indonesia) Kabupaten Bekasi KH Mahmuddin Al Hafidz, KH Muhyidin, Pamijahan Bogor, dll.

Dalam acara tersebut KH.Dr. Ahmad Nawawi, MA sekretaris MUI Depok menyatakan:

“Khilafah adalah solusi untuk negeri Indonesia. Karena Indonesia saat ini sedang dijajah tanpa sadar oleh para penguasa Barat. Dan khilafah lah yang akan menghentikan penjajahan tersebut. Saya senang dengan teman teman HTI karena dakwahnya kita para kyai jadi faham bagaimana perjuangan Islam sesungguhnya”.

Sementara itu, KH Rohmat S Labib, DPP HTI dalam tausyiyahnya menyampaikan:

“Siapakah yang menciptakan wilayah Jawa? Sumatra? Sulawesi ? Kalimantan? Siapakah yang menciptakan Indonesia?
Semua yang menciptakannya adalah Allah SWT. Mengapa Allah yang menciptakan tetapi aturan dan syariatnya bukan aturan dan syariat Allah?
Apakah manusia diciptakan Allah hanya dibiarkan begitu saja tanpa ada aturan yang wajib diikuti oleh manusia untuk menyelamatkan hidupnya dunia akhirat?
Maka sudah seharusnya manusia sebagai ciptaan Allah wajib tunduk dan taat pada semua aturan Allah, termasuk dalam mengatur negara dan rakyat harus dengan syariat Allah. Dan syariat Allah hanya bisa diterapkan dalam sistem Islam yaitu Khilafah.

Dan apa yang sedang dilakukan rezim sekarang menghalangi dakwah Khilafah dapat dipastikan usahanya akan gagal, dan akan tumbang. Maka kita tidak boleh ragu akan perjuangan Khilafah janji Allah ini”.

Seruan KH Labib ini pun disambut dengan pekik Takbir dari peserta yang hadir.
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!
Allahu Akbar!

Alhasil, sungguh khilafah adalah ajaran islam, syariah yang dibawa oleh Sayyidina Rasulillah Saw. Sikap kita? Sikap kita adalah sebagaimana sikap ulama ahlus sunnah wal jama’ah sebagaimana yang disampaikan oleh al Imam al Allamah as Sayyid Ahmad al Marzuqi al Malikiy al Makki dalam “mandzumah aqidatil awam”,

وكل ما اتى به الرسول***
فحقه التسليم والقبول
Dan setiap hal yg rasul datang dg hal tersebut maka hak sesuatu (atas kita) adalah (kita) pasrah dan terima.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.