Rusaknya Generasi, Islam Punya Solusi

Baru-baru ini warganet dikejutkan dengan adanya sejumlah siswi sekolah di Lampung. Bahwa  12 siswinya dalam kondisi hamil, temuan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Lampung sangat mencengangkan. Pergaulan bebas riskan terjadi terutama di lingkungan kampus, sekolah maupun kosan, tribunlampung.co.id, Bandarlampung (2/10/2018).

Tak jarang kondisi ini menyebabkan kerugian, terutama yang masih mengenyam pendidikan. Direktur  PKBI Lampung Dwi Hafsah Handayani mengatakan, dirinya pernah melakukan survey ke apotek di sekitaran kampus dan kosan. Dari hasil surveinya di temukan, ternyata barang yang paling laris di beli di apotek adalah kondom dan test pack(alat tes kehamilan) ”dalam satu bulan ada 100 kondom terjual inikan sangat memprihatinkan” kata Hafsah.

Belum  lagi temuan Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi mendapatkan temuan terkait tindak asusila melalui grup aplikasi mengobrol Whatsapp (WA). Ironisnya grup tersebut berisikan para siswa di satu sekolah menengah pertama di Cikarang Selatan.   Selain tindak asusila, di grup yang berisikan 24 siswa dan siswi itu para anggota saling berbagi video porno, dari video tersebut para anggota saling mengajak untuk berhubungan badan, pikiranrakyat.com, Jawa Barat, (3/10/3018).

 ”Ini ketahuannya saat salah satu anggota grup kena razia oleh guru, lalu di ambil telfon selulernya. Awalnya  anggota grup ini tidak mau membuka isi ponsel itu, tapi setelah dipaksa akhirnya di buka dan terbongkar itu grup.” ucap Komisioner KPAD Kabupaten Bekasi Muhammad Rozak. rabu 3 oktober 2018.

Sungguh memprihatinkan kondisi pelajar saat ini dimana sekolah adalah tempat menimba ilmu untuk masa depan yang lebih baik, membangun generasi bangsa namun sayang harapan itu seolah hanya mimpi, karena telah dikotori dengan perilaku mereka yang tak berpendidikan. Kondisi ini tidak terjadi begitu saja, kebebasan pergaulan dalam sistem kapitalisme membiarkan tidak adanya batasan antara lelaki dan perempuan. Mereka bebas berduaan, berboncengan, berciuman, bahkan tak sedikit dari mereka yang berhubungan selayaknya pasangan suami istri, tanpa memperhatikan lagi akibat dari perbuatan yang mereka lakukan. Bukan itu saja, kerusakan generasi (para pelajar) salah satunya kehamilan di luar nikah ini terjadi juga karena akibat dari kecanggihan teknologi yang disuguhkan di era milenial yang  pada umumnya mereka bebas  mengakses konten- konten porno di medsos via gadget.  Bahkan diusianya yang masih sangat dini.

Wajar hal itu terjadi, karena dalam sistem kapitalis konten-konten porno dijadikan sebagai ajang dunia bisnis yang bisa menjadi lahan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya atau mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Perdaganggan konten-konten porno ini tetap akan terus terjadi, sebab banyaknya permintaan, baik dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Oleh  karena itu, bisnis ini sulit di hilangkan, Walaupun yang menjadi korbannya adalah pelajar generasi bangsa. Mereka  tidak memperdulikan lagi yang penting ada keuntungan. Dan negara pun belum sepenuhnya mengerahkan pemikirannya untuk memblokade situs-situs ini.

Dalam sistem ini media televisi pun tak kalah memberikan dampak negatif bagi para pelajar bahkan anak-anak usia dini. Bagaimana tidak, hampir setiap hari tayangan media tv ini menyuguhkan pergaulan yang tak sepatutnya pertontonkan. Mulai dari film anak sekolah, kartun anak-anak, bahkan film dewasapun diselipkan adegan-adegan yang tak layal  dengan dalih  kebebasan bergaul yang  jelas-jelas merusak pelajar saat ini, seperti berpegangan tangan, berduaan, jalan bareng, berbonceng dan lain sebagainya. Dan lebih parahnya lagi dalam tontonan tersebut orang tua seolah mengizinkan perbuatan tersebut. dan media ini pun mendapatkan persetujuan dari penguasa.

Alih-alih penguasa pun seakan memberikan beberapa solusi terhadap permasalahan remaja ini, salah satunya pendidikan sex di usia dini dan pengunaan kondom.  Namun, bila diteliti lebih mendalam lagi hal tersebut justru menimbulkan masalah yang tak kunjung selesai. Solusi yang ditawarkan tidak mampu untuk menyelesaikan persoalan sex bebas di kalangan remaja yang semakin hari semakin meningkat drastis. Akibatnya terjangkitnya penyakit kelamin salah satunya yaitu HIV/AIDS yang bisa menular bahkan membahayakan jiwa mereka semakin menjadi-jadi dan aborsi yang merajalela mengakibatkan bayi tak berdosa dibuang diberbagai tempat. Disisi  lain  banyak faktor juga yang membuat remaja itu terjerumus ke dalam pergaulan sex bebas. diantaranya peran keluarga sebagai tempat pendidikan dan pembinaan pertama bagi setiap anggotanya terutama anak-anak tidak berjalan. Kedua,  masyarakat semakin kurang peduli, banyak pemilik rumah kos, juga tetangga kanan kiri yang tidak lagi peduli dengan apa yang dilakukan penghuninya. Akibatnya, perilaku seks bebas di lingkungan masyarakat seperti kos-kosan semakin menjamur. Ketiga, negara abai terhadap pembinaan moralitas remaja. Persoalan  moral dipandang sebagai urusan personal, bukan menjadi tanggung jawab negara.

Islam memandang perzinaan (interaksi laki-laki dan perempuan yang bukan mahram) adalah merupakan dosa besar bahkan mendekati zina pun di larang, seperti berkhalwat (berdua-duaan laki-laki dan wanit tanpa mahram), bercumbu, merayu, dan sebagainya. Allah SWT berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sungguh zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yg buruk” (TQS al-isra,(17)32).

Islam  memberikan solusi yang menyeluruh terhadap berbagai problematika kehidupan ini, salah satunya persoalan remaja.

Pertama, pencegahan pergaulan bebas pada remaja harus dimulai dari keluarga, orang tua harus menjalankan fungsinya sebagai pendidik dan pembina moral anak. Nilai-nilai Islam harus menjadi pedoman dalam pendidikan keluarga. Orang tua  harus mewaspadai tontonan, bacaan dan penggunaan gadget pada anak-anak.

Kedua, masyarakat tak boleh membiarkan lingkungan tercemari seks bebas, khususnya pada anak remaja,  mereka senantiasa mengontrol hal-hal negatif dalam masyarakat dan ikut memerangi pergaulan bebas. Dan mereka pun segera melaporkan apabila terjadi pelanggaran hukum syara, termaksud hal-hal yang mendekati zina kepada penguas (khalifah). Sehingga masyarakat memiik peran penting dalam sistem Islam.

Ketiga, negara merupakan lembaga terpenting dalam hal ini. negara harus berperan dalam menjaga akhlak masyarakat, termasuk mencegah berbagai perbuatan yang mendekati zina. Pendidikan  di sekolah harus mendidik dan memberi peringatan terhadap para pelajar agar tidak melakukan aktivitas pacaran baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah.

Negara harus memberikan sangsi tegas dan keras terhadap para pelanggar hukum syara. Terutama bagi mereka yang melakukan perzinahan, baik dikalagan anak-anak, remaja, dan dewasa tanpa pandang bulu sesuai syariah Islam. Sehingga sangsi tersebut dapat memberikan efek jera baik bagi pelaku yang melanggar hukum syara maupun bagi masyarakat lainnya. Sebagaimana firman Allah SWT “Pezina wanita dan pezina laki laki, cambuklah masing masing dari keduanya seratus kali cambukan..”(TQS an nur(24):2)

Bukan itu saja, dalam Islam negara akan menutup semua pintu kemaksiatan untuk manusia khususnya rakyatnya.  Baik itu media online, TV, maupun cetak yang menyuguhkan tontonan tidak  mendidik. Negara akan berusaha  mengerahkan pemikirannya untuk memblokade segala situs-situs yang dapat merusak pemikiran rakyatnya, khusunya generasi penerus.

Kemudian, media tersebut akan dipergunakan untuk berdakwah dengan cara mensyiarkan agama, menayangkan kisah-kisah Rasulullah dan para sahabatnya, bagaimana mereka dengan gigihnya membela Allah dan agamanya tanpa takut dengan kematian, mendidik moral anak-anak dengan akidah Islam, menayangkan peningalan-peningalan zaman Rasulullah dan lain sebagainya. Sehingga dengan begitu dapat membantu mereka untuk lebih mengingat Allah dan menambah keimanan mereka terhadap Allah. Dan mereka dapat terhindar dari segala kemaksiatan. Wallahualam bi shawab

Oleh: Siti Mundayanah ( Anggota Majelis Kajian Islam Kaffah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.