Rusaknya Akhlak Generasi Akibat Penerapan Sekularisme

10

Fitria, Pelajar SMAN 1 Cileunyi

Belum usai kontroversi film The Santri untuk merusak akidah kaum muslimin, kini muncul film Sin untuk merusak akhlak generasi muslim. Film yang disutradarai Herwin Novianto, dan dibintangi Mawar de Jongh dan Bryan Domani tersebut mengisahkan kakak beradik yang terlibat cinta sedarah (inses). Ini bukan yang pertama. Sebelumnya ternyata sudah muncul beragam film bernuansa inses lainnya.

Inses adalah perbuatan zina. Dan zina adalah dosa yang keji. Allah sendiri sangat memurkainya. Allah SWT berfirman:

” Janganlah kalian mendekati zina. Sungguh zina itu tindakan keji dan jalan yang buruk” (TQS al-Isra’ [17]: 32).

Kasus inses sudah banyak merebak di tengah masyarakat. Seperti halnya kasus di Kabupaten Karawang, seorang ayah tega menyetubuhi putri kandungnya sendiri hingga hamil 5 bulan. Parahnya sang Ayah pun menjajakan putrinya tersebut kepada pria hidung belang dengan bayaran 300-500 ribu rupiah, seperti dilansir Detik.com (19/09/2019).

Miris! Jika sampai remaja mengikuti apa yang ditontonnya, semakin rusak saja akhlak generasi di negeri kita. Belum lagi ditambah dengan kasus- kasus kerusakan moral lainnya.

Akar masalahnya adalah penerapan sistem demokrasi sekuler di tengah umat. kerusakan akhlak lahir dari sekulerisme yg memisahkan kehidupan dengan agama.  Agama tidak lagi menjadi pedoman hidup. Nilai-nilai kebebasan di dalam demokrasi seperti racun yang menyerang secara halus.

Untuk membentuk generasi yang berakhlak baik dengan sistem Islam, perlu ditegakkan 3 pilar pembentuk Islam, yakni:

Pertama, mewujudkan ketakwaan pada setiap individu di tengah masyarakat. Ketakwaan setiap individu akan menghasilkan keimanan yang kuat pula. Iman yang kuat antar individu akan membuat masyarakat yang berakhlak pula.

Kedua, kontrol masyarakat. Masyarakat harus mempunyai sikap yang peduli dan pandangan yang sama. Masyarakat yang saling peduli dan tidak memikirkan diri sendiri akan menjadikan mereka sebagai umat terbaik.

Ketiga, penerapan syariah oleh negara. Sampai saat ini, tidak ada negara yang menerapkan syariah Islam secara kaffah. Padahal peran negara dalam penerapan syariah ini sangatlah penting, karena dengan terwujudnya pilar yang ketiga ini, secara otomatis pilar yang lainnya pun akan terwujud.

Saat ini Umat butuh sistem yg menjamin penjagaan akhlak generasi, yang tidak lain adalah sistem Islam. Islam telah mengatur segala sesuatu dengan sempurna. Islam tidak hanya menjamin penjagaan terhadap akhlak generasi saja, namun Islam mampu mengatasi persoalan- persoalan yang lainnya. Dalam Islam hukum orang yang berzina dengan mahramnya adalah hukuman hadd atasnya yaitu dibunuh, baik ia seorang yang sudah menikah maupun belum menikah. Apabila ia menikahinya, maka ia dibunuh dan diambil hartanya. Dari al-Barra’ Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku bertemu pamanku yang sedang membawa bendera. Aku pun bertanya kepadanya, ‘Hendak ke mana engkau?’ Ia menjawab, ‘Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutusku untuk mendatangi seorang laki-laki yang menikahi isteri ayahnya setelah kematiannya, agar aku memenggal lehernya dan mengambil hartanya.’”

Sebagai umat yang beragama Islam, tentu kita rindu akan kejayaan Islam kembali. Kita ingin mewujudkan  syariah Islam agar menjadi umat yang lebih baik. Oleh karena itu marilah kita bersatu untuk mewujudkan 3 pilar di atas untuk menyelesaikan permasalahan generasi dan permasalahan masyarakat lainnya. Marilah kita bersatu untuk mewujudkan syariah Islam secara kaaffah.

Wallaahu a’lam bi ash-shawwab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.