Pria Berbaju Putih dan Berpeci Putih di PTUN

127

Jakarta, Mediasiar.com – Ada suasana yang menarik saat sidang gugatan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di PTUN, Kamis 4 Januari 2018 yang lalu. Sejumlah pria yang hadir memakai baju putih dan berpeci putih. Bahkan diantara beliau ada yang menggunakan serban dan jubah. Beliau adalah para Ulama, Kyai, Habaib, Ustad serta pegiat dakwah Islam yang dengan setia selalu hadir mendampingi sidang gugatan HTI di PTUN Jakarta.

Berikut ini Ulama, Kyai, Habaib, Ustad dan pegiat dakwah Islam yang senantiasa setia hadir dalam sidang gugatan HTI di PTUN. Dari kota Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan sekitarnya nampak hadir: Habib Kholilullah Al Habsyi, Habib Ali Al Habsyi, KH. Mumuh Muhyiddin , KH. Breno Saragih, dan KH. Umar siddiq, dll.

Pada barisan berikutnya: Abu Fatih Cibinong, Ust.Taufiq Cibinong, KH.Muhyidin Pamijahan, Ust. Akaz Cibungbulang, KH.Maman Pamijahan, KH.Abdul Aziz Ciampea, Ust.Rudianto Gunung Putri, Ust. Amirullah Gunung Putri, Kyai Aep Gunung Bunder Cibungbulang, Ust Iskandar Cibungbulang, Ust. Wahyuni Hasan, Cibinong, dll. Tidak kurang dari 100 Ulama, Kyai dan Ustad hadir memenuhi gedung sidang PTUN Jakarta.

Kehadiran para Ulama tersebut dinilai sebagai Singa Penjaga Agama dan Negara, di tengah-tengah diamnya pemuka agama lain atas sikap dholim penguasa. Beliau dengan setia senantiasa mengawal jalannya sidang gugatan, mendukung dan berdoa untuk kebaikkan HTI dan perjuangannya.

Para ulama ini tidak rela jika para pegiat dakwah Islam ini dikriminalisasi. Para pegiat dakwah inilah yang menjaga, membimbing, mengarahkan umat Islam, mengarahkan generasi muda, agar senantiasa menjadikan agama Islam sebagai pedoman hidup. Menjadi penjaga agama dan negaranya dari rongrongan penjajahan asing yang telah menggeruk kekayaan alam dan akan mengganti gaya hidup warga negara Indonesia dengan gaya hidup asing.

Di sisi lain, dari kubu Kemenkumhan, tampak pemandangan yang berbeda. Mereka para pendukung Kemenkumham hadir dengan kaos merah bertuliskan “Cebong NKRI” dan gambar Garuda Pancasila. Sungguh nampak kontras perbedaan antara kebaikkan dan keburukan, bagi orang-orang yang mau berpikir. Satu kelompok ulama sebagai penjaga agama dan aqidah umat Islam, kelompok lain menyebut diri sebagai “Cebong NKRI”.

Agenda sidang kali ini, mendengarkan duplik dari pengacara tergugat. Sidang sempat diundur 1 jam atas permintaan tergugat karena akan membacakan duplik yang sudah mereka bagi.

Sidang masih akan terus berlangsung pada minggu berikutnya. Allah Swt akan membuka semua tabir keburukan golongan orang-orang yang memusuhi agamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.