Pimpinan Ponpes Darul Bayan Membandingkan Posisi Ulama di Negara Khilafah dan Demokrasi

Sumedang, Mediasiar.com –  Menyikapi maraknya penganiayaan, pembunuhan ulama di Jawa Barat akhir-akhir ini, ulama di sumedang melaksanakan ijtima’ ulama di Ponpes Darul Bayan Sumedang, Jumat, 16 Pebruari 2018.

KH Ali Bayanullah al Hafizh, Pimpinan Ponpes Darul Bayan menyampaikan perbandingan posisi ulama dalam sistem islam dan demokrasi. Dalam sistem Islam kedudukan ulama disegani penguasa dan umat. Ulama sebagai rujukan dalam memutuskan kebijakan urusan umat, melakukan amar ma’ruf nahi mungkar kepada penguasa, sehingga tidak ada kebijakan yang mendzalimi umat. Ulama menyampaikan dakwah islam kepada umat dengan leluasa.

Sementara, dalam sistem demokrasi penguasa meninggalkan ulama dalam proses menetapkan kebijakan negara, membatasi peran ulama dalam amar ma’ruf nahi mungkar dengan mengeluarkan undang-undang atau Perppu. Bahkan sebagian ulama (ulama dunia/fajir) dipakai untuk melegitimasi kepentingan penguasa.

Dalam acara ini para ulama menyerukan kepada seluruh kaum muslimin agar merapatkan barisan untuk memperjuangkan khilafah dan berusaha menghentikan penganiayaan dan pembunuhan serta melindungi ulama. Karena perlindungan kepada ulama baik jiwa, kehormatan dan kemuliaannya hanya bisa terjadi ketika Syariat Islam diterapkan untuk mengatur segala aspek kehidupan dalam bingkai negara khilafah. [MS] Sumber: ShautulUlama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.