Pilpres 2019: Rakyat Bersama Prabowo atau Jokowi ?

152

Oleh : Arum Mujahidah (Lingkar Studi Pena Perempuan dan Peradaban)

Gegap gempita persiapan pesta demokrasi negeri ini telah dimulai sejak diumumkannya secara resmi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 yang akan maju ke tampuk kepemimpinan. Seperti yang telah kita ketahui, terdapat dua calon pasangan yakni Joko Widodo- Ma’ruf Amin dengan nomor urut satu dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan nomor urut dua. Puncaknya, tanggal 17 April 2019 mendatang kedua pasangan siap beradu kemenangan.

Setidaknya jika dihitung dari sekarang, kedua pasangan mempunyai waktu sekitar dua minggu untuk kembali menguatkan kepercayaan rakyat terhadap mereka. Meski sebelumnya berbagai kampanye telah dilakukan di mana-mana dengan suasana dan gaya yang berbeda. Akan tetapi, tentu masing-masing dari paslon tidak mau ketinggalan kereta untuk merebut hati dan simpati masyarakat sehingga kemudian menjatuhkan pilihan yang tepat.

Sebut saja pasangan dengan nomor urut satu  telah memberikan iming-iming yang menarik kepada masyarakat. Dengan gaya low profile, Jokowi meluncurkan berbagai macam kartu; Kartu Sembako murah, Kartu Indonesia Pintar Kuliah, dan Kartu Pra kerja untuk merebut hati masyarakat. Hal ini didukung oleh kekuatan benteng massa cawapres K.H. Ma’ruf Amin yang notabene merupakan salah satu tokoh penting ormas islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU). Setidaknya kedua pasangan ini berharap, masyarakat Indonesia yang mayoritas islam akan kecanthol dengan background sekaligus visi misi yang telah mereka canangkan.

Lain lagi dengan gaya safari (baca: kampanye) yang dilakukan paslon urut dua. Masing-masing dari  capres dan wapres ini memiliki gaya yang berbeda untuk menundukkan hati masyarakat. Tengoklah seperti Pak prabowo. Selain karena background beliau adalah orang militer, belaiu juga mempunyai sepak terjang pemerintahan yang sangat mumpuni. Sehingga hal tersebut cukup meyakinkan masyarakat bahwa beliau mampu membawa Indonesia lebih baik ke depannya. Hal senada juga dilakukan oleh Sandiago Uno sebagai cawapres urut dua. Dengan berbekal pengusung partai Islam (PKS), beliau mendapat banyak simpati dari individu-individu islam serta pembawaan beliau yang energik dan terlihat pintar cukup menarik simpati dan kepercayaan masyarakat.

Hasilnya, hari demi hari kampanye yang dilakukan kedua calon pasangan sangat mempengaruhi tingkat elektabilitas mereka. Menurut lembaga survei Australia, Roy Morgan merilis hasil survei terkait elektabilitas capres dan cawapres di Pilpres 2019 yang dipaparkan oleh Hadi Suprapto Rusli di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019) menyatakan bahwa Maret 2019, atau satu bulan sebelum pemilihan, capres petahana Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dengan 56,5 persen. Kendati unggul, Roy Morgan mencatat, ada penurunan dukungan untuk  Jokowi sebesar 0,5 dibanding survey Februari. Sedangkan Prabowo-Sandiaga uno justru mengalami kenaikan sebesar 0,5 persen menjadi 43,5 persen disurvei bulan Maret tersebut.

Selanjutnya, menurut lembaga PolMark Indonesia merilis hasil survei tentang pemilihan presiden 2019 menghasilkan, Jokowi-Ma’ruf hanya unggul tipis ketimbang pasangan Prabowo-Sandiaga dengan selisih 14,6 persen. Dimana Jokowi-Ma’ruf 40,4 persen, Prabowo-Sandiaga 25,8 persen. Sementara undecided voters 33,8 persen. Demikian hasilo survei yang disampaiakan oleh Pendiri Pollmark Indonesia, Eep Safullah dalam diskusi Daulat Pemilih di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin,1 April 2019, (liputan6.com).

Namun, agaknya berbagai aksi kampanye yang dilakukan justru kadang menjadi blunder. Misalkan himbauan dari paslon 01 untuk mengenakan kemeja putih ketika datang ke TPS telah menimbulkan pro kontra di masarakat di mana hal tersebut bertentangan dengan asal pemilihan dalam pemilu, yakni rahasia. Ditambah lagi dengan terkuaknya berbagai kasus korupsi yang dilakukan oleh beberapa oknum penting pendukung paslon juga sangat berpengaruh. Selain itu, tekanan pada pihak-pihak tertentu yang seharusnya berbuat netral dalam pemilu namun justru terlihat mendukung salah satu paslon juga turut mewarnai blunder yang semakin menjadi.

Sementara itu, riuhnya massa dengan rasa antusias yang dirasakan oleh masyarakat terhadap paslon urut 02 akankah sejalan dengan kemenangan yang digadang-gadang. Pasalnya, dalam debat keempat beberapa hari lalu, capres 02 sedikit “menciderai” hati umat islam. Hasilnya, masyarakat semakin bisa melihat harus kepada siapa mereka berpihak dengan segala sepak terjang dan visi misi ke depan.

Dengan demikian, Pemilihan Umum 2019, rakyat bersama Prabowo ataukah Jokowi ? Jawabannya, yang jelas rakyat merindukan pemimpin yang mampu mensejahterakan dalam semua bidang. Tidak hanya sejahtera di dunia saja, tetapi juga akhiratnya.  Karena hakikatnya rakyat merindukan pemimpin yang adil, jujur dan cinta kepada islam. Wallahu ‘A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.