Pesan untuk Wiranto : “Anda Kurang Serius Menghadapi Hizbut Tahrir”

Oleh: KH. Umar Sanusi

Menkopolhukam, Wiranto lagi lagi mengancam eks-HTI. Meski BHP HTI telah dicabut, ia seolah tak pernah puas sebelum menghabisi aktivis eks HTI. Tidak ada ruang bagi eks HTI untuk menyampaikan hak konstitusionalnya menyampaikan pendapat di muka umum. Prinsipnya eks HTI harus mengubur semua pemikirannya. Untuk ini Wiranto menggunakan cara cara otoriter yang tidak hanya gagal. Bahkan terbukti  dakwah eks HTI terus mengalami pertumbuhan.

Baiklah, saya tunjukkan kepada anda betapa anda tidak mengenal ciri dan karakter HTI agar anda bisa menjadikan HTI bertekuk lutut di hadapan anda. Pertama, Kenali apa senjata HTI. Kedua, Bagaimana cara jitu melumpuhkannya.

Anda harus bisa membedakan karakter HTI itu tidak seperti kelompok kelompok parpol atau ormas yang disatukan oleh baju, kaos,kesamaan  hobby dll. Jika anda jeli, HTI itu lebih pada “Lembaga Pemikiran”. Maka cara untuk menghancurkan HTI adalah dengan menghancurkan pemikirannya. Meskipun anda tutup kantornya, anda persekusi orang orangnya, anda sakiti fisiknya. Jika anda tidak mampu menghancurkan pemikirannya. Maka upaya anda berakhir  sia sia.

Lalu apa senjata HTI ? HTI punya tiga senjata : Pertama : Al Quran. Kedua : As Sunnah. Ketiga : Akal dan Logika. Di dalam pertarungan politiknya HTI selalu menggunakan tiga senjata itu. HTI membangun kerangka berfikirnya berlandaskan Al Quran dan As Sunnah. Bahka mereka menolak semua ide dan pemikiran jika tidak berasal dari keduanya. Sedangkan akal, bagi aktifis HTI dipakai untuk memahami  realita untuk kemudian dicari solusinya bersumber dari Al Quran dan As  Sunnah.

Dari sini tampaknya anda harus bekerja keras mengalahkan HTI. Mengapa ? Karena Al Quran adalah senjata dari Allah. As Sunnah adalah senjata dari baginda Nabi. Sedangkan Akal adalah senjata yang diberikan Allah kepada Nabi Adam as yang kemudian menjadikan Nabi Adam as lebih sakti dibandingkan Malaikat serta makhluk lainnya.

Ketika anda berusaha untuk menyeret aktifis HTI pada duel fisik. Mereka pasti menghindar. Karena ini bukan ranahnya. Dan anda terbukti tak pernah berhasil. Maka tidak boleh tidak, anda memang harus melakukan “duel pemikiran” melawan HTI. Adu hujjah, adu argumentasi, hingga salah satu di antara anda atau HTI harus terkapar. Jika anda mampu menelanjangi, mempermalukan, menguliti HTI serta menjatuhkannya, anda tak perlu meminta junjungan anda membuat perppu pembubaran Ormas. Secara otomatis rakyat di negeri ini akan meninggalkan HTI beserta pemikiran pemikrannya.

Maka, jika anda serius menghentikan dakwah HTI, lawanlah Al Quran. Lawanlah As Sunnah. Panggil seluruh sekutu sekutu anda untuk menghadapinya. Baik dari golongan jin dan manusia. Kemudian, jika isi kepala anda cukup,  patahkan logika HTI. Di sini saya mulai ragu anda akan mendapatkan kemenangan melawan HTI. Wallahu a’lam bi as showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.