Pemimpin Anti Islam Pasti Akan “Tenggelam”

    119

    Pemimpin Ingkar JanjiMakin panas suasana persiapan memilih pemimpin di negeri loh jinawi ini. Hal demikian karena pemimpin dalam sebuah negara adalah sebuah keniscayaan.

    Islam memosisikan perihal memilih pemimpin sebagai sebuah urgensitas. Itu karena pemimpin ikut menentukan nasib umat yang diurusinya.

    Bagi seorang yang telah bersyahadat, memilih sosok pemimpin wajib adanya disandarkan pada aturan Islam. Hal demikian tersebab kewajiban seorang Muslim terikat pada temali syariat.

    Keterikatan pada syariat tidak lain sebagai konsekuensi logis dari keimanan kepada Allah Subhanahu wata’ala. Kita mengimani Allah swt. Sebagai Sang Pencipta sekaligus sebagai Sang Pengatur kehidupan setiap hamba-Nya. Inilah yang kelak akan menghantarkan setiap hamba untuk merasa bahagia di kehidupan pasca dunia yaitu surga.

    Rasulullah saw. pun menuntun umatnya untuk cerdas dalam menentukan kriteria memilih pemimpin. Beliau juga menjelaskan kriteria pemimpin yang tak layak untuk dipilih bahkan mesti dijauhi.

    Rasulullah saw. Mengingatkan kepada umat Islam, akan datangnya pemimpin bodoh. Dinyatakan bodoh karena tidak menjadikan Al-Quran dan Sunah Rasulullah sebagai landasan kepemimpinan mereka.

    Dalam riwayat Al-Hakim Rasulullah saw. Bersabda: “Kaab bin Ujrah, semoga Allah melindungi kamu dari dari para pemimpin bodoh.”Kaab bertanya, “Siapa pemimpin bodoh itu?”Rasulullah saw. Bersabda, ”Mereka adalah pemimpin sesudah aku. Mereka tidak mengambil petunjukku dan tidak mengikuti sunnah (jalan) ku.

    Bukan sekadar itu, Rasulullah pun mengingatkan umatnya jika mengikuti pemimpin bodoh ini.

    “Siapa pun yang membenarkan kebohongan mereka dan menolong kezaliman mereka bukanlah bagian dari aku dan aku pun bukan bagian dari mereka. Mereka tidak akan masuk telagaku. Sebaliknya, siapa pun yang tidak membenarkan kebohongan mereka dan tidak menolong kezaliman. Mereka adalah bagian dari aku dan aku pun bagian dari mereka. Mereka akan masuk telagaku” (HR Al-Hakim).

    Jika mengikuti pemimpin bodoh saja sudah sangat dicela oleh Rasulullah saw. Berlebih lagi sudahlah zalim ditambah pula dengan anti Islam.

    Perlakuan anti Islam dapat tecermin dari pernyataan lisan  atau bahkan berupa kebijakan yang ditetapkan. Siapa pun yang berlaku demikian, bahkan sampai tega mempersekusi ulama juga mengkriminalisasinya, jelaslah dia sebagai pemimpin yang anti Islam.

    Dia memorak porandakan ajaran Islam yang mulia. Dia memonterisasi kepemimpinan Islam (Khilafah), bahkan sampai mengeluarkan pernyataan bahwa kepemimpinan Islam itu bukan sekadar ditolak justru tertolak. Subhanallaah.

    Yang lebih menyesakkan dada umat lagi ialah jika adanya pemimpin zalim nan bodoh yang gemar menggoyah ukhuwah Islamiyah. Ia mengadu domba sesama umat Islam dan organisasi dakwah Islam guna memuluskan jalan kekuasaannya.

    Dengan demikian, umat sudah seharusnya bersikap cerdas dan cermat. Janganlah terbujuk rayu.8 untuk memberikan pilihan kepada pemimpin zalim yang anti Islam. Karena sesungguhnya pemimpin anti Islam kelak akan “tenggelam” dengan kedurhakaannya kepada Allah dan Rasulullah, bahkan ia akan rela menenggelamkan pengikutnya.

    “Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan” (Hud 113)

    Wallahu’alam bishowab

    Ammylia Rostikasari, S.S. (Aktivis Komunitas Penulis Bela Islam)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.