Pemimpin Adil dan Amanah

120
Enggan Berdoa Bisa Sebabkan Orang Berdosa, Benarkah?

Oleh: Ummu Ayyu Aktivis Dakwah dan Pemerhati Ummat

Dalam islam, kekuasaan tentu penting. Dengan tujuan untuk menegakkan, memelihara, dan mengembangkan agama ini. Inilah yang diisyaratkan oleh Allah SWT melalui firman-Nya:  Katakanlah (Muhammad), “tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara yang benar serta berikanlah kepada diriku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolongnya.”

Dalam ayat ini jelas Rasulullah Saw. Menyadari bahwa tak ada kemampuan bagi beliau untuk menegakkan agama ini kecuali dengan kekuasaan. Karena itulah beliau memohon kepada Allah kekuasaan yang bisa menolong, yakni untuk menerapkan kitabullah, memberlakukan huddud Allah, melaksanakan ragam kewajiban dari Allah dan menegakkan agama Allah…”.

Agama dan kekuasaan itu ibarat dua saudara kembar. Dikatakan pula bahwa agama adalah fondasi, sementara kekuasaan adalah penjaganya. Apa saja yang tidak berpondasi bakal hancur. Apa saja yang tidak memiliki penjaga akan lenyap. Berdasarkan makna firman Allah SWT dan penegasan para ulama diatas bisa disimpulkan: Pertama, sejak awal Islam dan kekuasaan tak bisa dipisahkan. Keduanya saling berdampingan dan menguatkan. Kedua, sejak awal pula kekuasaan diorientasikan untuk menegakkan dan menjaga agama (islam).

Krisis kepemimpinan di Indonesia sekarang merata, nyaris menyentuh hampir semua lembaga negara, bahkan juga lembaga-lembaga masyarakat yang relatif otonom terhadap negara. Jadi tidak hanya menyangkut lembaga kepresidenan. Indikasinya, kita kesulitan menemukan sosok pemimpin yang berkarakter ideal yaitu efektif, dapat dipercaya, dan bisa menjadi sosok yang patut diteladani.

Seperti ada pemimpin lembaga pemantau korupsi yang justru korup, ada pemimpin lembaga penyedia pangan yang justru menilep makanan rakyat, ada pemimpin agama yang justru menginjak-injak nilai-nilai luhur agama, ada pejabat kepolisian yang justru ditangkap lantaran korup dan sebagainya.

Ini artinya, nyaris semua pemimpin di semua lini hanya mengedepankan cara berpikir rasional subyektif atau rasional instrumental. Karena rata-rata mereka terbukti hanya mengedepankan kepentingan pribadinya atau sekadar menjadi alat dari hasrat subyektifnya sendiri, keluarga, atau kelompoknya.

Padahal, sosok pemimpin mestinya harus mengedepankan kepentingan mereka yang dipimpin; berwatak altruistik, dengan menempatkan kepentingan diri, keluarga, atau kelompoknya di bawah kepentingan publik yang lebih luas. Pemimpin idealnya bukan berdiri di atas rakyat atau sejajar dengan rakyat, tetapi pantasnya mengabdikan diri di bawah kepentingan rakyat.

Meraih kekuasaan sangatlah penting. Namun, yang lebih penting, kekuasaan harus diorientasikan untuk menegakkan, memelihara dan mengemban Islam. Pemimpin amanah adalah pemimpin yang bukan hanya tidak mengkhianati rakyat yang telah memilihnya, tetapi yang lebih penting adalah tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Tentu, kekuasaan adalah bagian dari amanah, bahkan salah satu amanah yg amat penting, yang haram untuk dikhianati. Karena itu siapa pun yang menjadi pemimpin wajib amanah. Haram melakukan pengkhianatan. Apalagi Rasulullah Saw. telah bersabda: tidak seorang hamba pun yg diserahi oleh Allah untuk mengurus rakyat, lalu tidak menjalankan urusannya itu dengan penuh loyalitas, kecuali dia tidak akan mencium bau surga (HR Al Bukhori).

Selain amanah, seorang pemimpin juga wajib memimpin dengan adil. Sayang, sistem demokrasi sekular saat ini sering melahirkan pemimpin yang tidak adil alias fasik dan zalim. Sebab sistem demokrasi sekular tidak mensyaratkan pemimpin atau penguasanya untuk memerintah dengan hukum Allah SWT. Saat penguasa tidak memerintah atau tidak berhukum dengan hukum Allah SWT, jelas dia telah berlaku zalim. Alhasil, seorang pemimpin baru bisa dan baru layak disebut sebagai pemimpin yang adil saat memerintah berdasarkan Al Qur’an dan As-sunah, bukan dengan yang lain. Wallahu a’lam bishawaab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.