Nasib Rupiah di Ambang Krisis Ekonomi

Nasib Rupiah di Ambang Krisis Ekonomi
Nasib Rupiah di Ambang Krisis Ekonomi

Jurus BI yang telah menaikkan suku bunga acuan ternyata belum juga berhasil meredam keperkasaan dollar. Dollar tetap berada di posisi kisaran Rp.14.400,-. Itupun BI harus rela menguras cadangan devisa hingga mencapai Rp 150,5 T untuk intervensi pasar agar rupiah bisa dikendalikan. Jika intervensi tidak dilakukan BI, mungkin rupiah bakal lebih terpuruk lebih dalam hingga mencapai Rp.15.000 per dollar.

Menghadapi kenyataan cadangan devisa yang turun drastis, Jokowi segera menggelar rapat khusus dengan para menterinya. Permasalahan utama adalah negara sedang butuh dollar. Maka dua keputusan telah ditetapkan, pengendalian impor dan peningkatan ekspor. Mengevaluasi barang impor yang tidak strategis untuk dikurangi atau dihentikan dan menggenjot ekspor. Tujuannya bisa mengurangi defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan.

Menanggapi keputusan tersebut, ekonom senior Faisal Basri pun ikut berkomentar. Via akun twitternya tgl 28 Agustus 2018,  Faisal menilai bahwa jika melarang impor maka bisa dibalas oleh negara mitra dagang. Apalagi Indonesia sudah terikat dengan berbagai kesepakatan dagang, sehingga tidak mudah untuk membatasi atau melarang impor.

Sepertinya jurus ini pun nantinya juga belum mampu mengatasi pelemahan rupiah. Ditambah lagi, rencana bank sentral amerika yang akan menaikkan kembali suku bunga acuan. Bisa diperkirakan, cadangan devisa akan terus terkuras. Kondisi ini pasti akan menekan keuangan negara, dan jika ekonomi semakin parah maka bukan tidak mungkin krisis ekonomi bakal terjadi.

Untuk menghindar dari krisis ekonomi dalam sistem kapitalisme ini memang sudah tertutup. Dollar terlanjur dijadikan standar mata uang rupiah. Jika pasokan dalam negeri berkurang, maka rupiah langsung terpuruk. Inilah kesalahan terbesar sistem ekonomi yang dijalankan. Disamping itu, sistem kapitalisme telah menghalalkan riba. Para investor pemilik dollar dengan mudah memindahkan modalnya menuju interes yang lebih menarik.

Jika tidak segera diselesaikan maka krisis ekonomi sudah tidak mungkin dihindari. Dampak ekonomi bagi negara dan rakyat tentu luar biasa besar. Daya beli akan menurun, karena harga barang-barang kebutuhan akan segera melonjak drastis. Peningkatan pengangguran pun tidak bisa dihindari dari banyaknya pabrik yang bakal tutup karena produksi tidak sebanding dengan daya serap pasar, atau sudah tidak bisa kompetitif lagi.

Harapan untuk bisa keluar dari krisis ekonomi tentu masih ada, tapi tentu bukan dengan sistem ekonomi kapitalisme. Sistem ini telah menemui jalan buntu yang tak mungkin ada jalan keluarnya. Jalan keluarnya hanya bisa dilakukan jika kita mau keluar dari lingkaran setan sistem kapitalisme, dengan meninggalkan dari patokan dollar dan menghindari riba. Maka solusinya dengan menerapkan  sistem ekonomi Islam yang menyandarkan mata uang pada emas dan perak, serta bebas dari riba. Hanya ini satu-satunya jalan keluar sebelum terlambat agar krisis ekonomi tidak terjadi.

Jika kita mau melihat sistem ekonomi yang ditawarkan oleh Islam, maka kita akan melihat bahwa sistem ini lebih stabil dan menguntungkan. Sistem ini menerapkan sistem mata uang emas dan perak, sehingga nilai mata uang negara tidak tergantung mata uang negara lain, tapi tergantung ketersediaan emas dan perak. Disamping itu sistem Islam mengharamkan praktik riba, sehingga pergerakan uang (modal) hanya untuk pertukaran dengan barang dan jasa, bukan untuk memburu riba.

Untuk mewujudkannya memang diperlukan kekuatan politik yang mau menopang sistem ekonomi tersebut. Sistem ekonomi Islam tidak mungkin disandingkan dengan kekuatan politik demokrasi-kapitalisme. Tetapi sistem ini harus ditopang oleh sistem Islam secara politik. Artinya, dibutuhkan kekuatan politik yang kuat yang mau menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan bernegara. Dan, sudah saatnya pula rakyat yang mayoritas muslim ini menuntut perubahan yang lebih baik demi kehidupan yang terbebas dari riba dan penjajahan ekonomi. [Adi S. Soeswadi, pemerhati ekonomi]

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180731115544-17-26197/jokowi-gelar-rapat-khusus-karena-cadev-sudah-anjlok-rp-150-t

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180802104930-17-26570/faisal-basri-kurangi-impor-ri-siap-siap-dibalas-negara-lain

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180731102755-17-26171/tanpa-jamu-dmo-rupiah-lesu-di-kurs-acuan-dan-pasar-spot/2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.