Multaqa Ulama Aswaja Pasuruan: Di PTUN Pemerintah Cenderung Menghalalkan Semua Cara Untuk Memusuhi Islam

133

Pasuruan, Mediasiar.com – Saksi ahli yang dihadirkan Kemenkumham pada persidangan di PTUN Kamis, 8 Maret 2018, Guntur Romli dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Yudian Wahyudi, mendapatkan tanggapan dari ulama Aswaja Pasuruan.

Apa pasal? Para ulama ini sangat prihatin, karena sebagai saksi ahli mereka telah berkata ngawur, tidak rasional, bahkan bohong.

Pernyataan para ulama ini disampaikan pada acara Multaqo Ulama’ Ahlussunnah Waljama’ah, di Pondok Pesantren Al-Hamidy Kalisat Kec. Rembang Kab. Pasuruan, Ahad 11 Maret 2018.

Hadir pada acara tersebut para Ulama, kyai, ustadz, tokoh masyarakat diantaranya :
1. Kyai Abdul Hamid Adlan (Shohibul Bait/Pengasuh Ponpes Al-Hamidy, Rembang Pasuruan)
2. Gus Rohibni bin Kyai Basri (Pengasuh Majelis Ta’lim Darun Nafais, Rembang-Pasuruan)
3. KH. Fauzan Basri ( Pengasuh Majlis Dzikir Watta’lim Bani Salim, Rembang Pasuruan)
4. Ustadz Syamsuddin Al-Wahidah (Pengasuh Majelis Ta’lim Bustanul Amilin, Bangil Pasuruan)
5. Gus Ihsan Fadholi (Pengasuh Majelis Tak’lim Baitul Muhsinin, Gempol Pasuruan)
6. Kyai Ahmad Sukirno (Pengasuh Majelis Ta’lim Baitus Silmi, Sukorejo-Pandaan Pasuruan)
7. Ustadz Idris Zainuddin, M.Pd. (Pengasuh Majelis Ta’lim Komunitas Bengkel Hati, Gondang Wetan Pasuruan)
8. Ustadz Muhammad Bajuri, S.Pd.I (Penulis/Praktisi Majelis Cinta Qur’an Rembang Pasuruan)
9. Ustadz Romli Abul Wafa (Penulis/Pengasuh Majelis Taklim, Ngopak Pasuruan)
10 Ustadz Khoirul Huda, S.Ag. (Pengasuh Majelis Ta’lim Al-Hamidy, Rembang Pasuruan), dll.

Shohibul Fadhilah Al-Mukarrom Kyai Abdul Hamid Adlan, selaku Shohibul Bait, prihatin pada Guntur Romli yang berbohong pada persidangan.

“Saya sangat menyayangkan kebohongan yang dibuat oleh Guntur Romli yang mengatakan bahwa dia teah mengkaji dan memahami 13 Kitab HTI, dalam waktu 6 bulan saja(karena itu tdk “tune” dg yg dia tunjukkan, red)”.

Beliau berharap semoga para pengemban dakwah/pejuang syari’ah dan khilafah senantiasa istiqomah, ikhlas dan sabar dalam memperjuangkan izzul Islam walmuslimin.

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Gus Rohibni, selaku pembicara kedua, menyampaikan bahwa khilafah ajaran islam dan menegakkannya merupakan kewajiban atas kaum muslimin bardasarkan dalil Al Qur’an, Sunnah dan Ijma’ Shahabat. Apa yang disampaikan oleh Prof Yudian Wahyudi di persidangan PTUN merupakan kebodohan terhadap hukum syara’.

“Sungguh apa yang sampaikan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Drs. Yudian Wahyudi, MA. Ph.D, saat sidang Di PTUN, yang menganggap Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, sebagai Khalifah, hal itu menunjukkan kebodohannya terhadap hukum syara”, terang beliau pada Multaqoh Ulama Ahad malam.

Sementara Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Kyai Syamsuddin Al Wahidah, menyampaikan rezim yang berkuasa saat ini dengan sekuat tenaga berusaha mengkriminalisasi dan menolak khilafah yang merupakan ajaran Islam.

“Rezim ini “musuh Islam”, sebagaimana yang terjadi di fakta persidangan di PTUN”.

Terkait dengan pernyataan saksi ahli di PTUN, Prof. Yudian Wahyudi, yang mengatakan perjuangan khilafah merupakan pemberontakan terhadap Allah. Kyai Syamsuddin berpendapat

“Ini adalah bentuk ocehan yang ngawur dan memalukan. Hal itu merupakan fatwa gharib dan syaad bahkan sangat menyimpang”, tegas Kyai Syamsuddin.

Lebih lanjut beliau menyatakan: “Semakin idea khilafah dimusuhi, ide khilafah semakin terkenal di tengah tengah ummat, semakin pengibaran Liwa’ dan Rayah dihadang maka ummat semakin mencintainya karena itu merupakan simbol islam”, tandas beliau.

Kyai Syamsuddin menyampaikan takwil, “ketika malam semakin larut berarti sebentar lagi akan segera terbit “fajar” itu adalah khilafah Islamiyah ala Minhajin Nubuwwah”.

Shohibul Fadhilah Al Mukarrom Ustadz Ihsan Fadholi, mengingatkan tugas ulama sebagai pewaris para nabi adalah menyampaikan syariah islam kepada ummat, serta selalu melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Ketika terjadi kemungkaran maka ulama harus bersuara untuk merubah segala bentuk kemungkaran yang terjadi di tengah

tengah ummat. Bukan sebaliknya ridho bahkan mendukung kemungkaran.

“Ulama harus siap berada di garda terdepan untuk perjuangan penegakan syariah dan khilafah”, seru ustad Ihsan Fadzoli.

Sementara menanggapi pernyataan Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Yudian Wahyudi, yang menganggap bahwa Donald Trump sebagai Khalifah, beliau menanggapinya sebagai pembodohan umat.

“Pernyataan itu merupakan pembodohan ummat dan bentuk penghinaan kepada Islam, itu bentuk kebodohan sang Rektor”.

Selaku pembicara terakhir, Kyai Ahmad Sukirno, menyampaikan: “Pengemban dakwah harus siap dengan berbagai resiko dakwah, karena setiap pengembah dakwah pasti akan dimusuhi dan dihalangi oleh syaiton, siapa saja itu? Syaiton adalah mereka yang tidak mau diatur dengan hukum Allah SWT”.

Oleh karena itu, para pejuang kebenaran (syariah dan khilafah) tidak boleh kalah, ragu-ragu atau bahkan takut kepada siapapun termasuk kepada “rezim” untuk memperjuangkan Al-haq, yakni penerapan syariat Islam secara kaffah.

Terkait ucapan saksi ahli dalam persidangan di PTUN, Prof. Yudian Wahyudi, Rektor UIN Sunan Kalijaga, Kyai Sukirno menyatakan itu tidak layak keluar dari mulut “profesor”, masih lebih berharga angin yang keluar dari “kompresor”, tandasnya.

Acara diakhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh shohibul Fadhilah Al-Mukarrom Gus Faruq bin Kyai Basri. [shautululama.com]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.