Ulama Kota Blitar Menyerukan Persatuan Ummat untuk Menyelesaikan Masalah Palestina

Beberapa Ulama dan Tokoh Ummat saat di Ndalem KH Abah Jufri Ali (Pengasuh Majlis ta’lim Al Hikmah) Blitar

Palestina, al Quds adalah barometer bagi umat islam. Ketika Al Quds dikuasai oleh Israel menandakan bahwa umat Islam sedang terpuruk.

Blitar, Mediasiar.com – Ulama, Mubaligh dan Tokoh Ummat berkumpul di Majlis ta’lim Al Hikmah pada hari Ahad 7 Januari 2018 pada Acara Mudzakarah Ulama dan Tokoh Ummat . Acara ini mengambil tema “Memperkokoh Persatuan Ummat untuk tanah suci Palestina”.

Sohibul bait Al Fadlilah Abah Jufri Ali menyampaikan bahwa diadakanya forum ini untuk membahas permasalahan bumi Palestina yang berkepanjangan. Juga sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan kaum muslimin yang perlu penanganan segera secara tuntas secara Islami.

“Palestina, al Quds adalah barometer bagi umat islam. Ketika Al Quds dikuasai oleh Israel menandakan bahwa umat Islam sedang terpuruk. Oleh karena itu munculnya gerakan-gerakan Islam akhir-akhir ini adalah sebagai bentuk dari ukhuwah Islamiah dan menyatukan visi dalam mengembalikan izzul Islam wal muslimin sehingga Al Aqsha kembali kepada pangkuan umat Islam”, penjelasan Al Mukarom al Ustadz Abu Faza dalam pertemuan tersebut.

Sohibul bait Al Fadlilah Abah Jufri Ali memberikan sambutan

Al Mukarom al Ustadz Abu Hakim, mengomentari  bahwa persoalan Palestina bukanlah persoalan batas teriorial negara dan pengakuan kedaulatan negara Palestina, melainkan adalah perampasan,pendudukan, dan penjarahan tanah milik kaum muslim oleh  Yahudi. Masalah Palestina tersebut sama seperti perampasan tanah kaum Muslimin di Kasmir oleh India, tanah kaum Muslimin di Rohingya oleh Burma, tanah kaum Muslimin di Kaukasus, di Asia Tengah dan lainnya yang juga dirampas kafir penjajah.

Beliau menambahkan, persoalan Palestina diciptakan dan dikelola untuk mengalihkan perhatian kaum muslim dari perjuangan mendirikan Khilafah Islamiyah yang menjadi jantung dan nafas Islam dan muslimin. Oleh karena itu, solusinya bukan “two states solution”  pembagian dua negara merdeka yakni negara Palestina dan negara Israel, tetapi jihad fi sabilillah untuk mengembalikan tanah kaum Muslimin yang dirampas Yahudi (Israel).

Solusi jihad fi sabilillah sangat mungkin dilakukan karena kekuatan militer negeri Muslim saat ini sangatlah besar. Namun hal ini tampaknya mustahil terjadi mengingat tidak ada satu pun negeri Muslim saat ini yang menjadikan akidah dan syariah Islam sebagai asas dan standar bernegara, termasuk mengadopsi jihad fi sabilillah dalam politik luar negerinya. Karena itu penyelesaian tuntas masalah Palestina tidak lain adalah dengan mewujudkan kekuasaan Islam yang berlandaskan akidah dan syariah Islam, yaitu Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah.

Dari pertemuan tersebut para tokoh dan ulama sepakat bahwa hanya dengan Khilafah sajalah penjajahan atas negeri Palestina tersebut bisa diselaikan. Sebab itulah para tokoh dan ulama ini menyerukan penting persatuan kaum muslimin dalam sebuah institusi khilafah yang nantinya akan memobilisasi kekuatan Jihad kaum muslimin untuk mengusir penjajah dari tanah palestina. (AF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.