Miris! Keperawanan Jadi Ajang Bisnis

178

Oleh: Erna Ummu Azizah (Ibu Peduli Generasi)

Entah apa yang ada di benak para gadis saat ini, hingga mereka rela menjadikan ‘keperawanannya’ sebagai ajang bisnis. Mahkota wanita yang paling berharga diperjualbelikan di pasar internasional. Sungguh tak masuk di akal, tapi inilah fakta yang terjadi.

Tidak sedikit perempuan Indonesia yang melamar ke Cinderella Escorts (CE), situs pelelangan keperawanan yang berpusat di Jerman. Jumlahnya mencapai sekitar 350 orang dengan usia antara 18 sampai 23 tahun. (Tribunnews.com, 31/03/2018)

Padahal, Indonesia adalah negeri dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Bahkan kekayaan alamnya begitu melimpah ruah. Tapi kok bisa para gadisnya justru berlomba-lomba memburu suatu pekerjaan yang jelas-jelas hina. Mereka rela memberikan kehormatannya kepada laki-laki yang jelas-jelas tidak halal untuk menikmatinya. Sungguh miris dan ironis!

Tak bisa dipungkiri inilah efek sistem kapitalis-sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan. Menjadikan harta begitu dipuja, dan kebebasan begitu diagungkan hingga lupa kepada Sang Pencipta, lupa kepada dosa. Apapun dihalalkan yang penting nafsu terpuaskan. Na’udzubillah..

Ditambah lagi negara abai dalam melindungi kehormatan para wanita karena gagal menyejahterakan mereka. Bagi yang tak kuat iman, kehormatan pun akhirnya tergadaikan. Sudahlah kasus TKW yang membuat wanita Indonesia harus mencari sesuap nasi ke luar negeri. Kini para gadis pun harus rela menjual diri alias berzina.

Dalam Islam, keperawanan (kehormatan) wajib dijaga. Jangankan berzina, sekedar mendekati zina saja tidak boleh. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isrâ: 32)

Kehormatan wanita begitu mulia. Karena merekalah yang akan melahirkan generasi penerus peradaban. Jika para wanita dibiarkan menggadaikan kehormatannya, akan jadi apa generasi penerusnya?

Penguasa dalam Islam pun, jelas sangat menjaga kehormatan para wanita. Karena penguasa adalah pengatur urusan umat. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

“Imam (Khalifah) adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Jadi rindu sistem dan pemimpin Islam. Semoga bisa segera terwujud. Hingga tak ada lagi cerita para wanita melelang keperawanannya demi harta. Dan mereka bisa hidup mulia, juga sejahtera. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.