Mike Pence Berkunjung ke Timur Tengah, Untuk Meredakan Ketegangan?

81
Wapres AS Mike Pence Foto: Republika.co.id

Umar Syarifudin (pengamat politik Internasional)

Wakil Presiden AS Mike Pence akan mengunjungi negara sekutu AS di Timur Tengah akhir pekan ini. Kunjungannya tersebut dilakukan di tengah ketegangan yang semakin meningkat setelah keputusan Washington untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memotong dana bagi Palestina.

Pence, seorang Kristen evangelis dari Indiana, mengatakan perjalanan ini adalah kesempatan AS untuk bekerja sama dengan negara mitra untuk melawan terorisme. Ia dijadwalkan akan melakukan perjalanan ke Mesir pada Jumat (19/1), serta akan meneruskan perjalanan ke Yordania dan Israel selama empat hari.

Di Israel, Pence akan bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan berbicara dengan Knesset, serta mengunjungi Tembok Barat dan peringatan holokus, Yad Vashem. Pence tidak akan bertemu dengan pemimpin Palestina manapun saat melakukan perjalanan me Israel.

(http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/18/01/19/p2s8q1377-pence-akan-kunjungi-timur-tengah-di-tengah-ketegangan)

Catatan

Jelas, AS melalui representasi Mike Pence tidak akan akan mengunjungi Negara, kecuali untuk memantau dan menata para loyalisnya untuk terus menjadi kekuatan bagi perdamaian, keamanan dan kepemimpinan pada saat Timur Tengah menuju demokrasi versi AS. Amerika telah bekerja tanpa lelah bersama dengan Arab Saudi, Iran, Turki, Mesir, Suriah dan negara-negara Teluk bersama Uni Eropa dan Rusia untuk melindungi kepentingannya di Timteng dalam multiskema yang akan menjamin kelanjutan hegemoninya atas wilayah Timteng.

AS akan menggulingan penguasa loyalis Inggris dan menggantikannya dengan rezim diktator yang brutal yang terang-terangan mengungkapkan loyalitasnya dalam berbagai bentuk kebijakan yang mengorbit pada AS. Inilah sebenarnya penyebab kesengsaraan bagi rakyat Timteng adalah sistem saat ini di mana Amerika terus menjajah negeri itu. Jika sistem itu tidak dicabut dari akarnya, rakyat akan terus menderita di bawah kebijakan kolonial Amerika yang dilaksanakan oleh loyalisnya baik mereka itu adalah orang Islam atau liberal.

Saat ini kaum muslim di Timteng melihat satu-satunya alternatif atas sistem yang rusak ini adalah Syariah Islam, dan bukan demokrasi liberal Barat seperti yang dianjurkan oleh kaum liberal yang berpikiran sempit. Bersama dengan kapitalisme, Demokrasi Barat sedang sekarat dan bahkan orang-orang di Barat dengan bersemangat mencari sistem alternatif. Namun untuk keberhasilan Syariah Islam, tindakan harus dilaksanakan secara keseluruhan dan bukan sepotong demi sepotong. Sehingga satu-satunya cara praktis untuk mewujudkan pelaksanaan Syariah di bidang kebijakan dalam negeri dan luar negeri adalah terealisasinya sistem Islam secara sempurna. Inilah yang dapat menjamin kebijakan ekonomi dan luar negeri yang independen yang bebas dari campur tangan Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.