Meraih keutamaan Lailatul qadar

    39

    Oleh: Evi Zalfa

    Aktivis Dakwah dan Pemerhati Ummat

    Malam Lailatul Qadar adalah sebuah malam yang keutamaannya lebih baik dari seribu bulan. Dengan kata lain, pahala menghidupkan malam Lailatul Qadar lebih baik dari pahala beribadah selama kira_kira 83 tahun 3 bulan. Jadi begitu besar keutamaan menghidupkan Lailatul Qadar, Allah SWT merahasiakan keberadaan malam tersebut. Meski demikian, Rasul memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Lailatul Qadar sendiri terjadi pada malam-malam ganjil d sepuluh malam terakhir Ramadhan.

    Mengapa Allah SWT merahasiakan keberadaan  malam Lailatul Qadar menurut imam an -Nasafi “Allah SWT merahasiakan keberadaan malam Lailatul Qadar agar kaum muslim bersungguh-sungguh ( beribadah ) di seluruh malam Ramadhan.”

    Adakah yang lebih utama dari Lailatul Qadar ?? Sudah sepantasnya setiap muslim berhasrat dan bersungguh-sungguh meraih Lailatul qadar, sebab dengan keutamaan yang lebih baik dari seribu bulan atau sekitar 83 tahun, melampaui rata -rata usia manusia akhir zaman. Sangat di  sayangkan jika di sia-siakan karena malam lailatul Qadar tidak datang setiap hari. Sewajarnyalah kaum muslim bersungguh-sungguh beribadah di bulan ramadhan khususnya di sepertiga malam terakhir Ramadhan, di antaranya dengan banyak beri’tikaf di mesjid semata – mata sangat berharap meraih keutamaan Lailatul Qadar.

    Namun demikian amalan utama tersebut bisa dikalahkan oleh amalan jihad di jalan Allah SWT, padahal jihad merupakan amalan utama yang lebih dulu disebut oleh Rasulullah. Itulah mengapa, dalam banyak riwayat, para sahabat begitu semangat saat ada panggilan jihad dari Rasulullah apalagi pada bulan ramadhan.karena mati orang yg meninggal di medan perang jihad fisabilillah adalah sebagai syahid.

    Jadi meraih pahala setara dengan jihad fisabilillah, dengan demikian supaya kita bisa meraih pahala yang setara dengan jihad, Rasulullah Saw telah mengajari kita satu hal: yaitu dakwah dan amar makruf nahi mungkar, khusus nya kepada penguasa zalim.itulah amal yang pahalanya setara dengan jihad. “Ingatlah, sungguh jihad yang paling utama adalah menyampaikan kata-kata kebenaran dihadapan penguasa zalim.” (HR Ahmad, abu dawud Ibnu Majah).

    Refleksi Perjuangan Dakwah Islam di Masa Kini. Ini adalah pembelajaran dari Allah Swt dan pelajaran kepada ummat nabi Muhammad Saw. Bahwa siapa saja, dari ummat nabi yang ingin berjuang di jalan Allah Swt, yang hendak menegakkan agama Islam, mendirikan Syariah Islam, harus siap dengan segala pelecehan, penistaan, caci maki dan sebagainya.

    Musuh-musuh Islam pada zaman sekarang ini akan selalu berusaha dengan segala cara untuk mendiskreditkan agama Islam beserta elemen agamanya. Baik secara terang-terangan, maupun secara diam-diam di belakang ummat Islam.

    Pada zaman sekarang ini, pelemahan Islam dilakukan dari berbagai segi kehidupan. Jika pada masa Rasulullah, upaya mematikan syiar Islam ini dilakukan secara bertahap. Namun pada masa ini usaha meredupkan syariat Islam dilakukan dengan metode yang sama, secara bersamaan dan terus-menerus agar syiar Islam benar-benar mati.

    Apakah nabi melayani pelecehan serta caci maki itu? Apakah nabi berusaha mencounter fitnah yang datang bertubi-tubi itu? Sama sekali tidak, Rasulullah Saw hanya menanggapi penghinaan itu secukupnya saja. Rasulullah Saw hanya menagkis berita palsu/hoaks itu seperlunya saja.

    Rasulullah Saw tidak punya waktu untuk menanggapi penistaan dan tipu daya hoaks tentangnya. Rasulullah Saw hanya sedikit memberi respon. Maka sisa waktu dan tenaga Beliau yang banyak itu, Beliau habiskan segalanya untuk dakwah Islam. Ummat Islam haruslah mencontohi sikap Rasulullah. Ummat Islam harus mengikuti kecerdasan Rasulullah. Inilah kecerdasan nabi Muhammad Saw.

    Banyak ulama istiqamah yang dicaci maki, dilecehkan, dihina dan banyak sekali yang difitnah. Namun karena kecerdasan, kesabaran, keilmuan dan kebenaran Islamlah. Para orang kafir tak kuasa membendung gelombang kafir lainnya setiap hari masuk memeluk agama Islam.

    Karena dengan kebenaran Islamlah, para kafir tidak dapat mematikan Nur Allah-Nurul-Muhammad. Para kaum kafir tidak bisa meredupkan cahaya Allah Swt pada agama Islam ini serta elemen-elemennya. Ulama-ulama dan pejuang-pejuang Islam itu mati satu tumbuh seribu pada tiap masanya.

    Refleksi perjuang Rasulullah Saw dalam dakwah dan kebangkitan Islam harus  sebaja mentalnya Rasulullah Saw. Mental pejuang Islam di zaman sekarang  ini harus sekuat Sahabat-sahabat nabi. Tidak boleh gentar terhadap teror dan ancaman kematian. Ulama dan ummat Islam tidak usah terkejut dengan penjara. Ulama dan ummat Islam harus siap  dikriminalisasi dengan resiko apapun.

    Alhasil, selain fokus dan bersungguh-sungguh maraih keutamaan Lailatul Qadar di sepertiga malam terakhir ramadhan, marilah kita terus menggelorakan semangat dakwah dan amal makruf nahi mungkar, khusus nya pada penguasa zalim, agar mereka mau menghentikan kezalimanya .dan jika mereka penguasa tidak terima dan malah membinasakan kita,justru di situlah kita, insya Allah meraih pahala mati syahid yang memang keutamaan nya melebihi keutamaan menghidupkan malam Lailatul Qadar .

    Wallahu ‘alam bi ash – shawwab .

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.