Menuduh Masjid Radikal : Fitnah !

Oleh : Nur Afifah*

“Sebanyak 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan terindikasi sebagai tempat penyebaran paham radikal. Puluhan masjid ini berada di kementerian, lembaga negara, dan BUMN”, begitulah kutipan berita yang dimuat dalam liputan6.com. .  (8/7/2018).  Survey dilakukan Rumah Kebangsaan dan Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) di 100 mesjid tertentu. Sungguh,  lagi-lagi radikal diidentikkan dengan Islam.  Kali ini ikon yang dijadikan sasaran adalah masjid. Indikasi radikal dilihat dari konten khutbah yang disampaikan saat sholat jumat.

Sebelum menjudge lebih jauh tentang masjid yang dikatakan radikal, sebenarnya apa fungsi masjid dalam Islam ? Hanya sebagai tempat ibadahkah ?

Dalam siroh, setelah Rasulullah  hijrah ke madinah, yang pertama kali beliau bangun adalah masjid. Karena masjid adalah point of development  yaitu sebagai pusat pembinaan umat. Pada masanya, Rasulullah menjadikan masjid sebagai tempat untuk berdiskusi tentang hukum-hukum syara’, memusyawarahkan suatu perkara atau perselisihan, dan sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan. Hal ini menunjukkan bahwa selain sebagai tempat ibadah, masjid juga dijadikan tempat untuk menimba ilmu, pembinaan dan mendiskusikan problematika umat .  Sehingga masjid mampu menjadi tempat yang melahirkan umat cerdas yang membawa dan menjaga peradaban Islam -rahmatan lil alamin- tetap cemerlang.

Rasulullah SAW bersabda :

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَه

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya, melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), mereka akan dinaungi rahmat, mereka akan dilingkupi para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi para makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya” (HR. Muslim no. 2699).

Dalam hadist tersebut jelas dikatakan bahwa Allah menjamin rahmat bagi muslim yang meramaikan masjid dengan masjlis ilmu. Namun kebanyakan muslim saat ini tidak mengetahui keutamaan masjid ini..  Andaikata shalat jumat tidak wajib dilaksanakan di masjid, mungkin rumah Allah ini benar-benar akan ditinggalkan umat.  Karena masyarakat lebih memilih sholat di rumah masing-masing. Inilah dampak islamophobia yang terus disuguhkan pada masyarakat , khususnya umat muslim sendiri.

Lebih jauh, pernyataan tentang masjid-masjid yang terindikasi radikal bisa jadi ditujukan agar umat Islam takut untuk melibatkan diri dalam majelis-majelis ilmu,  terlebih jika dilaksanakan di masjid. Kalau sampai itu terjadi maka tanpa disadari kita sudah masuk perangkap asing yang sengaja menyebar isu radikalisme. Sehingga umat muslim bisa dicegah untuk menggali lebih dalam tentang Islam,  agamanya sendiri.

Ketika umat jauh dari pemahaman Islam yang sesungguhnya, bisa dibayangkan bagaimana amal mereka ke depan. Tentu akan semakin jauh dari Islam.  Salah satu dampak, enggan belajar adalah merasa benar dengan mencukupkan dirinya dengan ibadah mahdhoh saja.  Padahal Allah memerintahkan kita menjalankan semua syariatNya, tidak pilah pilih yang sesuai hawa nafsu .  Jika belum tahu maka segelah mencari tahu.

Firman Allah :

وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوْكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللهُ إِلَيْكَ

“Dan hendaklah kamu semua memutuskan hukum di antara mereka menurut apa yang telah diturunkan oleh Alloh (Al-Quran) dan jangan menuruti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah jangan sampai mereka mempengaruhimu untuk meninggalkan sebagian apa yang diturunkan oleh Alloh kepadamu” (QS.Al-Maidah: 49)

Dalam ayat tersebut kita diperingatkan oleh Allah agar tidak terpengaruh untuk meninggalkan sebagian syariat dan hanya melakukan sebagiannya. Maka, sebagai muslim yang sudah berjanji untuk taat pada Allah dan Rasulnya saat bersyahadat. Jangan pernah terpengaruh fitnah keji, untuk takut memakmurkan rumah-rumah Allah.  Kalau pun ada, segera lawan rasa takut dan bersegera menuntut Ilmu Islam, seraya mendakwahkan Islam kaffah.

Dengan demikian Islam dan umat Islam akan mencapai kejayaannya. Sehingga seruan-Nya untuk berhukum dengan apa yang diturunkan Allah (Syariat) dapat kita laksanakan secara sempurna.In shaa Allah. []

*penulis tinggal di Malang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.