Mencari Sosok Ulama Panutan

139

Oleh Ainul Mizan, S.Pd (Praktisi Pendidikan)

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah merilis daftar ulama, da’i dan penceramah yang bisa direkomendasikan untuk mengisi kegiatan – kegiatan keagamaan di tengah – tengah masyarakat. Daftar yang dirilis Kemenag tersebut berisi 200 orang ulama, da’i dan penceramah. Disinggung ketika Kemenag tidak memasukkan Da’i kondang seperti Ustadz Abdul Shomad dan Ustadz Bahtiar Nashir di dalam daftar itu, Menteri Agama memberikan penjelasan bahwa nama – nama yang ada di dalam daftar tersebut sudah melalui beberapa tahapan seleksi dan mempertimbangkan beberapa masukan dari berbagai pihak, baik itu pihak takmir masjid, ormas, dan lain sebagainya (Jawa Pos.com, 19/5/2018). Walaupun Menag menampik bahwa beliau yang tidak masuk ke dalam daftar yang dirilis, berarti tidak berkompeten ilmunya. Dan menurutnya tidak ada keharusan hanya memakai para ulama, da’i  dan penceramah dalam daftar tersebut.

Dasar penetapan nama – nama ulama, da’i dan penceramah tersebut telah disampaikan sendiri oleh Menag tentang kriterianya. Menurutnya ada 3 kriteria yaitu mempunyai keilmuwan yang mumpuni, komitmen kebangsaan yang tinggi dan track record yang baik (http://m.mediaindonesia.com/read/detail/161771-ini-daftar-200-mubaligh-yang-berkomitmen-kebangsaan-versi-kemenag.html).

Walaupun telah ada penegasan dari Kemenag akan kelonggaran kepada masyarakat terkait siapapun ulama, da’i dan penceramah yang diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk memberikan ceramah agama, tetap saja bahwa daftar resmi yang dirilis oleh Kemenag tentang para ulama dan penceramah yang direkomendasikan tersebut akan bisa memberikan  pengaruh psikologis kepada masyarakat. Paling tidak terdapat 2 hal penting sebagai konsekwensi dari adanya daftar resmi nama para ulama dan penceramah tersebut, yaitu:

Pertama, dengan adanya daftar para ustadz dan penceramah versi Kemenag tersebut bisa menimbulkan pengkotakan  terhadap para ustadz dan penceramah di masyarakat. Ini ustadz dan penceramah yang rekomended, yang lain tidak rekomended. Lebih – lebih juga bisa timbul pengkotakan masjid. Ini masjid yang para penceramahnya dari daftar Kemenag dan yang lain adalah masjid yang tidak memakai daftar Kemenag.

Sesungguhnya kita menginginkan para ustadz dan penceramah saling bersinergi membangun kehidupan masyarakat yang baik dan diliputi nuansa ketaatan dalam menjalankan semua ajaran agama. Sesungguhnya parameter yang hakiki tentunya adalah ajaran Islam itu sendiri. Dengan demikian para ustadz dan penceramah tersebut akan senantiasa menetapi arahan dan panduan yang sudah diberikan para ulama salafush sholih dalam menyampaikan Islam kepada umat.

Kedua, adanya kekhawatiran terjadinya pembatasan pada aktivitas dan materi dakwah. Upaya depolitisasi materi dakwah tentunya akan memasung ajaran Islam itu sendiri. Akhirnya Islam tinggal ajaran yang mengatur hubungan antara hamba dengan Tuhannya dalam dimensi aqidah dan ibadah mahdhoh atau ritual belaka. Kalaupun sempat menyinggung materi akhlaq maupun pakaian, makanan dan minuman, penyikapannya di kehidupan sehari – harinya diserahkan kepada masing – masing individu umat. Tentunya akan menimbulkan split personality pada diri umat. Sebagai contoh dalam masalah berpakaian. Dalam kehidupan sehari –hari di luar rumah, ia akan ikut tren mode. Baju tank top you can see pun tidak ada risih untuk memakainya. Sedangkan giliran saat ke mushola atau ke masjid untuk sholat maka aurotnya pun ditutup dengan mukena yang dipakai. Padahal sholat itu bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Artinya saat sholat itu menutup aurot, seharusnya berpengaruh dalam kehidupan sehari –harinya ikut menutup aurat.

Bahkan ketika dakwah dijauhkan dari ajaran politik Islam, lebih jauh lagi akan berpengaruh kepada kehidupan umat dalam berbagai aspek yang lebih luas. Akibatnya umat tidak punya arahan di dalam menyalurkan aspirasi politiknya. Lebih – lebih umat tidak lagi mempunyai jiwa kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negerinya. Umat tidak lagi peduli untuk melakukan koreksi atas kesalahan dalam setiap kebijakan penguasanya. Kalau sudah seperti ini keadaan umat, sebenarnya bangunan bangsa dan negara tersebut adalah rapuh.

Ulama itu adalah….

Sosok ulama itu adalah hujjah Alloh di muka bumi. Mereka selalu memberikan petunjuk di tengah kegelapan kehidupan manusia. Petunjuk yang mereka berikan berdasarkan apa yang telah diajarkan oleh Alloh dan RasulNya. Mereka, para ulama adalah pewaris para Nabi. Para ulama mewarisi dari Rasululloh SAW berupa ilmu agama ini dan keteguhan dalam menapaki hambatan serta rintangan dalam menyampaikan risalah.

Berikut ini di antara karakter – karakter seorang ulama sebagaimana penjelasan Alloh SWT dan RasulNya.

Pertama, sebagaimana penjelasan Imam Nawawi al Bantani bahwa kriteria ulama itu adalah memiliki keimanan yang kokoh dan ketaqwaan yang tinggi, menguasai ilmu syariat secara mendalam, dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk memperjuangkan ajaran Alloh SWT demi meraih ridhoNya semata bukan ridho manusia.

Kedua, ulama itu selalu mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran. Mereka tidak menyembunyikan ilmu apalagi memutarbalikkan hukum – hukum Syariat Islam. Mereka yakin akan firman Alloh SWT yang artinya: “ Sesungguhnya orang yang menyembunyikan apa yang telah datang dari Kami berupa keterangan – keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkan kepada manusia dalam al Qur’an, mereka dilaknat pula oleh semua makhluk yang bisa melaknat” (TQS Al Baqarah ayat 159).

Ketiga, Ulama itu benar – benar hanya takut kepada Alloh SWT. Mereka akan senantiasa mau memberikan nasehat kepada para penguasa agar tidak menyimpang dari ajaran Islam, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Tidak ada ketaatan kepada makhluq dalam rangka bermaksiat kepada al Kholiq yakni Alloh SWT” (HR Muslim). Mereka juga akan senantiasa ingat akan sabda Rasul SAW yang menyatakan: “ Barangsiapa melihat penguasa yang dholim dengan menghalalkan apa yang diharamkan oleh Alloh SWT, melanggar janjinya dengan Alloh SWT dan menyalahi sunnah RasulNya, berbuat kejam dan aniaya kepada hamba – hamba Alloh dengan sewenang – wenang, dan orang tersebut tidak mencegah baik dengan tangannya atau lisannya, maka patutlah orang itu menempati tempat yang telah disediakan Alloh baginya (dari Neraka)” (HR Imam Thabrani).

Keempat, ulama itu tidak menjadikan perbedaan dalam masalah furu’ sebagai sumber konflik. Terdapat sebuah riwayat yang dinukil oleh DR Thoha Jabir al Ulwani dalam kitab Adabul Ikhtilaf, adalah Imam Ahmad memandang keharusan agar orang yang berbekam untuk berwudhu. Kemudian ada seseorang yang bertanya kepadanya: Bagaimana dengan seorang Imam Sholat yang dia itu berbekam dan belum berwudhu. Apakah kita boleh sholat di belakangnya? Imam Ahmad menjawab: “Apa yang menghalangimu untuk sholat di belakang Sa’id bin Musayyab dan Imam Malik bin Anas?”.  Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa perbedaan dalam persoalan fiqh hendaknya disikapi dengan ilmu dan akhlaq mulia, bukan dengan kebencian dan permusuhan yang dilarang di dalam Islam.

Kelima, Ulama itu tidak akan berpihak kepada kedholiman. Dengan tegas sekali Alloh SWT menyatakan dalam firmanNya berikut ini.

ولا تركنوا الى الذين ظلموا فتمسكم النار

Artinya : Dan janganlah kalian cenderung kepada orang –orang yang berbuat dholim, yang menyebabkan kalian disentuh api neraka (Surat Hud ayat 113).

Ibnu Juraij menyatakan bahwa lafadz Laa Tarkanuu berarti ‘jangan cenderung kepadanya’. Sedangkan Abu Aliyah menjelaskan bahwa lafadz Laa tarkamuu maknanya adalah ‘janganlah meridhoi perbuatannya’. Alloh SWT melarang cenderung kepada mereka karena dalam keberpihakan tersebut terkandung keridhoan dan pengakuan atas kekufuran, dan kedholiman yang mereka lakukan. Pengakuan ini dipandang sebagai peran serta dalam berbuat dosa.

Demikianlah beberapa karakter seorang ulama yang menjadi panutan umat. Sesungguhnya seorang ulama termasuk di dalamnya para ustadz dan penceramah, mereka mendapatkan amanah dari Alloh dan RasulNya serta umat ini. Yang mereka cari adalah keridhoan Alloh SWT semata, baik ada penghargaan dari manusia maupun tidak ada penghargaan dari manusia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.