Memahami Pengertian Predikat Umat Islam sebagai Ummatan Wasathan

65
Image: Masjidil Haram

(Sebuah Tela’ah Tentang Islam Wasithiyah ala Bogor Message)
Oleh:  Mizan Abu Sakin

Firman Allah SWT dalam surat al-Baqarah 143
وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Artinya : Demikianlah Kami telah menjadikanmu sebagai umatan wasathan agar kalian menjadi saksi atas seluruh manusia dan Rasul menjadi saksi atas kalian….

Dalam ayat tersebut terdapat frase ummatan wasathan. Frase ummatan wasatan pada ayat itu harus dipahami secara utuh dengan kalimat lanjutannya, yakni Litakuunuu syuhada’a ala annasi wa yakuuna arrasulu alaikum syahiidan.

Kalimat ini berfungsi sebagai qarinah (indikasi) yang menjelaskan makna dari frase ummatan wasathan. Ayat tersebut menjelaskan bahwa predikat umat Islam sebagai ummatan wasathan berfungsi agar umat islam menjadi saksi atas semua manusia. Artinya lafadz wasathan merupakan sifat bagi ummat. Pertanyaannya, sifat yang bagaimana yang menjadi prasyarat utama yang tercermin dengan lafadz wasathan sehingga umat islam memang pantas dan layak untuk menjadi saksi bagi seluruh manusia?

وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُم
Dan persaksikanlah dengan 2 orang saksi yang adil di antara kamu (QS At-Tholaq ayat 2).

Adil sebagai syarat bagi seorang saksi merupakan sifat yang memberi penjelasan tentang kelurusan seseorang dari penyimpangan-penyimpangan. Baik penyimpangan terhadap ajaran agamanya maupun norma yang berlaku di masyarakatnya. Dalam konteks umat islam yang diberi label oleh Allah SWT sebagai ummatan wasathan yaitu ummat yang adil, bermakna bahwa umat Islam berlaku lurus dalam menjalankan perintah Allah dan RasulNya, dan menjauhi semua yang dilarang oleh Allah SWT dan RasulNya. Ummat Islam akan konsisten dengan hukum-hukum Islam. Ummat Islam tidak akan mengubah-ubah hokum Islam. Ambil contoh: Jika sholat 5 waktu itu hukumnya wajib. Umat Islam akan mengatakan bahwa hukum menjalankan sholat 5 waktu adalah wajib. Walhasil yang dimaksud frase ummatan wasathan sebagai predikat umat Islam adalah umat yang adil dan lurus dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam.

وقال الإمام أحمد أيضًا: حدثنا أبو معاوية، حدثنا الأعمش، عن أبي صالح، عن أبي سعيد الخدري، عن النبي صلى الله عليه وسلم في قوله تعالى: { وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا } قال: “عدلا”
Berkata Imam Ahmad: berkata kepada kami, Abu muawiyah, al-A’masy, dari Abi sholih, dari abu Said al-khudri, dari Nabi SAW dalam menjelaskan firman Allah SWT yang artinya: “ dan demikianlah Kami telah menjadikan kamu sebagai umatan wasathan”. Nabi bersabda: yang dimaksud wasathan adalah adil. (Musnad Imam Ahmad).

Begitu pula makna dari ummatan wasathan adalah Khiyaru ummah, artinya ummat yang terbaik. Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan makna lafadz al-wustha dengan redaksi قريش أوسطُ العرب نسباً وداراً، أي: خيرها (Quraisy adalah kaum dan nasab Arab yang terbaik). وكان رسول الله صلى الله عليه وسلم وسطا في قومه، أي: أشرفهم نسبا، ومنه الصلاة الوسطى، التي هي أفضل الصلوات، وهي العصر
( adalah Rasulullah SAW adalah wasathan di kaumnya, maksudnya terbaik nasabnya. Juga ada lafadz sholatul wustho yaitu sholat yang utama, yaitu sholat Ashr).

Allah SWT menjadikan umat Islam sebagai umat yang terbaik karena Allah SWT telah mengkhususkan bagi umat Islam agama yang sempurna dan manhaj yang paling lurus yakni dinul Islam.

Pertama, Islam sebagai dien yang sempurna diturunkan oleh Allah swt adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dengan peraturan yang lengkap dan sempurna tersebut ketika diterapkan maka akan melahirkan rahmat dan kesejahteraan. Bagi yang beriman kepada Allah dan hari akhir, artinya ia memeluk Islam maka baginya rahmat di dalam kehidupan dunia dan dalam kehidupan akherat. Sedangkan bagi manusia yang memilih tidak beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, artinya ia tetap dalam kekafirannya, dan ketika di dunia mereka berada dalam naungan Islam maka kehidupan mereka di dunia akan mendapatkan rahmat dan kasih sayang Islam. Keadilan akan terwujud.

Kedua, Islam mempunyai manhaj yang lurus. Dakwah dan jihad adalah manhaj yang ditetapkan oleh Allah SWT dan RasulNya guna untuk menyebarkan rahmat Islam ke seluruh penjuru dunia.

Manhaj dakwah Islam adalah : bil hikmah yakni burhan al-aqli ( memberikan penjelasan yang meyakinkan dan memuaskan akal), mauidhoh hasanah (hukum Islam yang dipahami disertai dengan ghirah/semangat untuk melaksanakannya), dan jidal bil ahsan (berdebat untuk meruntuhkan argumentasi dan ide-ide rusak lagi kufur dan menegakkan seraya mengokohkan argumentasi dan ide-ide Islam).

Adapun manhaj dalam jihad di dalam Islam sebagai berikut:

  1. Jihad difa’i artinya jihad atau perang dalam rangka mempertahankan wilayah kaum muslimin dari penjajahan bangsa-bangsa kafir
  2. Jihad hujumi, artinya jihad atau perang menyerang kepada bangsa-bangsa kafir yang menghalangi secara fisik terhadap tersampainya dakwah Islam kepada seluruh manusia.

Berikut adalah 3 tahapan dalam penyebaran Islam ke seluruh dunia:
a. Menawarkan kepada bangsa-bangsa seluruh dunia untuk memeluk Islam dengan melakukan manhaj dakwah Islam melalui berbagai sarana dan prasarana yang mengundang ketertarikan bangsa-bangsa lain untuk memeluk Islam. Di samping, dengan menonjolkan keagungan penerapan Islam sebagai sarana efektif dalam dakwah,
b. Jika poin (a) bangsa-bangsa tersebut mau memeluk Islam maka diterimalah keislaman mereka. Tetapi jika mereka menolak masuk Islam, maka mereka diseru untuk tunduk pada kekuasaan Islam dan diberlakukan hukum Islam kepada mereka,
c. Jika poin (b) bangsa-bangsa tersebut menerima, maka mereka menjadi bagian dari kekuasaan Islam yang berhak mendapatkan hak dan kewajiban yang dijamin Islam atas mereka. Jika menolak untuk tunduk pada kekuasaan Islam, bahkan mereka menghalangi dakwah Islam secara fisik, maka solusinya adalah jihad hujumi.

Khatimah:

  1. Umat Islam dijuluki oleh Allah SWT sebagai ummatan wasathan yang artinya umat Islam itu adalah umat yang adil dan umat yang terbaik. Umat Islam mempunyai risalah yang agung dan sempurna yakni Islam.
  2. Umat Islam mempunyai kewajiban untuk menyebarkan rahmat Islam ke seluruh penjuru dunia. Pada hari kiamat, umat Islam akan menjadi saksi yang adil bagi seluruh umat manusia atas tersampaikan tidaknya Islam kepada seluruh manusia. Dan Rasul SAW menjadi saksi atas umat Islam akan konsistensi mereka memegang Islam dan menyebarkannya.
  3. Umat Islam akan menjadi umat terbaik dengan risalah terbaik, Islam dan institusi terbaik yakni al-Khilafah
  4. Risalah singkat ini kiranya sudah cukup untuk meruntuhkan argumentasi-argumentasi batil yang beruasaha untuk memalingkan umat Islam dari kemuliaannya. Frase ummatan wasathan dimaknai dengan tidak semestinya sebagai umat yang pertengahan, dengan tujuan supaya umat Islam bisa lebih moderat dan inklusif terhadap nilai-nilai dan pandangan hidup asing yang nyata-nyata bertentangan dengan Islam, sebagai contoh: dicetuskannya ide Fiqh Kebhinekaan.
    Wallahu a’lam.
JASA EDIT VIDEO, VIDEO SHOOTING, VIDEO COMPANY PROFILE Telp. 0818 0490 4762

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here