Melawan Arus Opini Buruk Tentang Negara Islam Dan Khilafah

113

Oleh : Ummu Hanif

Alvara Reseach Centre dan Mata Air Foundation merilis survey mengenai radikalisme. Dalam rilisnya disampaikan bahwa 29,6 % profesional ingin Indonesia menjadi negara islam. Menanggapi hasil survei ini, Sekretaris Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Fajar Riza Ul Haq mengatakan, hasil survei ini adalah alarm buat semua pihak, bagaimana potret kecenderungan masyarakat muslim kelas menengah di Indonesia saat ini. Apa yang ditunjukkan survei ini, lanjut Fajar, bukan datang tiba-tiba tapi hasil proses panjang yang konsekuensinya dirasakan sekarang. (www.jpnn.com, 23/10/2017).

Sementara itu, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengadakan pertemuan dengan Ustaz Abdul Somad di kediamannya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan pada sabtu (3/11/2018). Di kesempatan itu, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan khilafah merupakan ajaran islam yang tak perlu ditakuti. Din menilai khilafah merupakan salah satu bagian dari ajaran islam yang berasal dari Alquran. (www.kumparan.com, 3/11/2018)

Khilafah makin disadari urgensi dan kewajibannya oleh berbagai kalangan termasuk profesional. Khilafah adalah ajaran islam sekaligus solusi yg dibutuhkan atas seluruh krisis akibat sistem sekuler. Sebagai ajaran islam, ajaran khilafah teresurat dalam Qur’an surat an nisaa ayat 58-59.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya(QS an-Nisaa [4]: 58-59)

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat 58 ini sangat jelas sekali ditujukan kepada para penguasa, yaitu penguasa kaum muslim. Dan Jalalain dalam tafsirnya atas ayat 59 menegaskan bahwa ulil amri yang dimaksud adalah para wali yang merupakan empunya urusan. Artinya kedua ayat ini menunjukkan kewajiban yang sangat besar bagi kaum muslim untuk memiliki pemimpin dan kepemimpinan yang dengannya bisa diterapkan amanat hukum Allah dengan adil, dan menjadi penjamin atas dipakainya al-Qur’an dan as-Sunnah ketika ada perselisihan diantara kaum mukmin.

Selain disadari sebagai ajaran islam, khilafah juga telah gamblang menjawab tantangan krisis berbagai bidang yang terjadi saat ini. Ketika demokrasi semakin hari telah semakin tampak kegagalannya. Sehingga penting untuk terus menggencarkan dakwah bahwa khilafah bukan ancaman. Bahkan wajib membongkar setiap gerakan menghadang dakwah khilafah, termasuk hakekat proyek deradikalisasi dan pengarusan islam moderat. Karena pada dasarnya, proyek deradikalisasi adalah proyek untuk menakut – nakuti atau upaya monsterisasi islam. Yang pada hakekatnya sangat jauh dari ajaran islam itu sendiri. Dan keberadaan islam moderat, telah membuat hitam putih ajaran islam menjadi abu – abu. Yang pada akhirnya, kebenaran mutlak milik Allah tidak akan diyakini apalagi diperjuangkan oleh kaum muslimin. Semua nilai benar dan salah menjadi nisbi/relatif. Wallahu a’lam bi ash showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.