Masa Depan Kami dalam Ancaman

97

Oleh: Anita desi S,Pd (Ibu Rumah Tangga dan Pemerhati Perempuan)

Lagi, dan lagi, setiap tanggal 8 maret diperingati sebagai Hari Perempuan (Women’s Day) International. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan Women’s Day menuntun kesetaraan gender. Kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Tahun ini para penggiat Women’s Day menuntut 8 tuntutan kepada pemerintah. Salah satu tuntutan yang cukup membuat “sakit” hati sebagai wanita adalah tuntutan untuk menghentikan persekusi, diskriminasi, kekerasan, dan pemidanaan terhadap kelompok LGBT, serta aliran kepercayaan.(www.cnnindonesia.com).

Kasus LGBT menjadi kembali hangat untuk dipersoalkan dan diusung oleh para penggiat gender. Tak heran, ide awal Women’s Day muncul dari Amerika, yang notabenenya mereka melegalkan LBT. Maka secara otomatis, para penggiat gender dalam Women’s Day juga akan mlakukan pembelaan dan menuntut kesetaraan kaum LGBT.

Dalam pemikiran mereka, Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender(LGBT) harus mendapat hak dan posisi yang sama dalam masyarakat. Mereka tidak mengganggap LGBT, terutama bagi perempuan pelaku Lesbian adalah sebuah kelainan atau bahkan penyakit sosial, tetapi mereka berpendapat bahwa LGBT adalah anugrah dari Tuhan. Tidak ada yang perlu disalahkan, tetapi harus dilindungi dan di legalkan.

Tentu, ini adalah sebuah pemikiran yang ‘sesat’ dan menjijikan. Hewan saja kawin jantan dengan betina. Tidak ada hewan yang kawin atau menyukai sesama jenis. Apalagi, manusia Allah swt karuniai akal yang seharusnya bisa digunakan untuk berfikir, mana yang benar dan mana yang bathil. Begitu pula, sudah jelas bagaimana Islam memandang tentang LGBT. Allah swt. telah mengingatkan,

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya. ‘Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? ‘Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampui batas” [Al-A’raf/7: 80-81].

Dari ayat di atas, apakah mereka para penggiat kebebasan bagi LGBT yang kebanyakan muslim itu lupa bagaimana sejarah tentang kaum Luth? Yang akibat perbuatan hina itu, mereka diadzab oleh Allah swt dengan hujan batu yang mengubur mereka hidup-hidup

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri Kaum Luth itu yang atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan (batu belerang) tanah yang terbakar secara bertubi-tubi .” [QS. Hud: 82].

Sungguh sangat menakutkan siksa Allah swt bagi pelaku LGBT. Belum lagi banyak dampak buruk bagi kesehatan manusia. Para ahli menyampaikan, hubungan sesama jenis akan menyebabkan penyakit kelamin seperti sipilis, dan 95% adalah penyebab penyakit HIV AIDS. Na’udzubillah. Bahkan tidak hanya masalah kesehatan, masalah sosial peradapan pun juga terancam. Mereka para korban sodomi akan mengalami depresi sehingga pergaulan dengan lingkungan dan keluarga terganggu. Dan lebih mengerikan lagi, mereka akan menjadi pelaku-pelaku baru. Sungguh itu akan menjadi seperti akar yang semakin memanjang jika tidak segera dicabut secara tuntas.

Perilaku penyuka sesama jenis juga akan menghancurkan masa depan generasi. Memutus rantai keturunan keluarga dan merusak nashab. Untuk itu, LGBT harus dihentikan. Dibina pelakunya agar bertaubat dan kembali kepada aturan Allah swt yang haq. Dan semua itu tidak akan bisa dilakukan secara tuntas jika hanya individu atau kelompok yang menangani. Tetai harus dari sistem pemerintahan ini yang mengatur dan mencegah muncul serta berkembangnya kaum LGBT.

Wallahu’alam bishowab.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.