Manusia Itu Lemah, Takkan Berdaya Menghadang Khilafah

37

Oleh Ainul Mizan

Rasanya belum puas hanya dengan mencabut BHP sebuah ormas yang mengusung Khilafah melalui Perppu Ormas No. 02 Tahun 2017. Saat ini tengah diwacanakan untuk melarang individu menyebarkan ideologi Khilafah. Alasannya demi untuk stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri, sebagaimana yang ditegaskan oleh Wiranto (www.m.detiknews.com, Jumat 13/09/2019).

Berbicara mengenai Khilafah, tentunya erat kaitannya dengan Syariat Islam. Alasannya bahwa Khilafah itu ajaran Islam. Kewajiban adanya Khilafah itu merupakan hal yang disepakati oleh para ulama. Hal ini misalnya ditegaskan oleh al Imam al- Qurthuby dalam tafsirnya, beliau menyatakan ketika memberi syarah tentang ayat 30 surat Al Baqoroh, berikut ini.

ولا خلاف في وجوب ذلك بين الامة ولا الائمة الا ما روي عن الاصم حيث كان عن الشريعة اصم  

“Tidak ada perbedaan atas kewajiban mengangkat Khilafah di antara umat, tidak pula par ulama, kecuali apa yang telah diriwayatkan dari Ashom, yang sungguh tuli dari syariat.

Kesepakatan para ulama itu sejalan dengan para sahabat Nabi SAW. Sungguh para sahabat bersepakat akan kewajiban Khilafah yang menjaga dunia dan agama. Tidak ada satupun sahabat Nabi SAW yang menyelisihi akan kewajiban ini. Buktinya, keempat sahabat Nabi Saw telah menjalankan pemerintahan Islam yakni Khilafah Islam.

Kalaupun tidak mau menerima pandangan para ulama tentang akan wajibnya Khilafah untuk ditegakkan, minimal bisa membuka mata bahwa para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali ridhwanullohi alaihim, telah menjalankan sistem pemerintahan Khilafah. Ini saja sudah cukup. Siapa sih diri kita dibandingkan dengan para sahabat ra ? Itu tawaran yang adil bukan?!

Akan tetapi mereka tetap saja berusaha menghadang Khilafah. Oke kalau begitu, sumber primer dari ajaran Khilafah adalah Al- Qur’an dan Hadits Nabi SAW. Jika demikian hapus saja itu ayat – ayat al –Qur’an dan hadits Nabi yang berbicara tentang Syariat Islam dan Khilafah. Sederhana saja alasannya karena ajaran Khilafah itu sumbernya dari Al –Qur’an dan Hadits Nabi.

Mungkin terasa berat harus menghapus nash tentang sistem Khilafah. Begini saja diturunkan grade- nya yakni menghapus bab – bab pemerintahan Islam yang ada di dalam kitab – kitab karya ulama. Pertanyaannya, apakah mereka mampu melakukannya?

Menghadang Khilafah yang paling efektif adalah dengan menghapus sandaran – sandaran teologis Khilafah itu sendiri. Tentunya pekerjaan demikian adalah sebuah proyek maha dahsyat yang dijalankan dengan berbagai macam pengorbanan. Pertanyaan kritisnya adalah apakah usia mereka mampu mewujudkan agenda penghadangan Khilafah? Kuatirnya kehidupan seseorang itu sudah tutup usia sebelum proyek penghadangan Khilafah mampu terwujud.

Marilah sebagai manusia yang lemah ini berkaca kepada sejarah umat – umat terdahulu. Tidak ada satu umat pun yang menang melawan kuasa dan kehendak Allah SWT. Ketika mereka mulai sombong dan menentang ajaran Alloh SWT, seketika itu pula Alloh SWT menurunkan siksaaan guna menghancurkan mereka semua.

Bila dilihat dari segi fisik dan kekuatannya, umat terdahulu itu diciptakan dengan postur tubuh yang besar dan usianya panjang – panjang. Berbeda halnya dengan umat Nabi Muhammad SAW. Postur tubuhnya lebih kecil dan lemah. Di samping usianya yang relatif pendek – pendek sekitar 60 hingga 70 tahun.

Entoh, umat terdahulu yang begitu kuat, ketika durhaka, mereka pun dibinasakan. Di antaranya ada kaum Nabi Nuh AS ditenggelamkan dengan banjir bandang. Kaum Ad yang terkenal mampu memahat gunung, akhirnya tumbang dengan angina dahsyat disertai bunyi guruh yang menggelegar. Kaum Luth yang dihancurkan dengan gempa bumi dan letusan gunung yang dahsyat. Begitu pula raja lalim seperti Fir’aun dan Namrudz, semuanya binasa menghadapi kekuasaan Alloh SWT.

Sadarilah, bahwa Islam itu datang sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Khilafah sebagai sistem pemerintahan yang akan menerapkan ajaran Islam secara paripurna. Justru dengan Khilafah, negeri ini akan menjadi negeri yang besar dan berwibawa. Negeri ini akan mampu membebaskan dirinya dari belenggu penjajahan dalam bentuk apapun. Dengan Khilafah, negeri ini akan meraih kesejahteraannya dengan ekonomi Islam. Lantas, apakah diajak kepada kebaikan bagi orang – orang yang masih jernih akalnya, akan menolak???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.