Makna di Balik Gempa

219

Oleh : Arum Mujahidah (Anggota Akademi Menulis Kreatif)

Dua gempa hebat mengguncang kawasan Lombok dan sekitarnya dalam sepekan. Gempa pertama, yang terjadi Minggu 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 skala Richter. Sepekan kemudian disusul gempa kedua, pada Minggu malam 5 Agustus 2018 yang mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan lebih besar yakni 7 SR, tepatnya di Lombok Utara Nusa tenggara Barat.

Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi, pusat gempa 7,0 SR berada di daratan yakni pada titik koordinat8.37 Lintang Selatan 116.48 Bujur Timur, pada kedalaman 15 kilometer. Sementara itu, menurut data yang disiarkan Badan Geologi Amerikat, United States Geological Survey (USGS), gempa Lombok memiliki magnitude  6,9. Gempa terjadi di daratan pada titik koordinat 8.287 Lintang Selatan 116.451 Lintang Utara, pada kedalaman 31 kilometer.

Dari kedua gempat tersebut, masyarakat Lombok dan sekitarnya jelas dilanda kegelisahan yang hebat. Liputan6.com melansir pada gempa pertama terdapat 16 orang meninggal, 150 orang luka, 1.000 rumah rusak dan 5.000 warga mengungsi. Sedangkan pada gempa kedua yang lebih besar kekuatannya, terdeteksi 98 orang meninggal, 236 orang luka, ribuan rumah rusak, dan 200.000 orang mengungsi. Data ini terus dilakukan pantauan sampai saat ini.

Memaknai Gempa secara Sebenarnya

Secara ilmu Geologi gempa merupakan salah satu fenomena alam. Gempa bumi merupakan peristiwa pelepasan energi yang mengakibatkan terjadinya pergeseran (dislokasi)  secara tiba-tiba pada bagian dalam bumi. Pelepasan energi ini dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama, tekanan tersebut semakin besar dan pada akhirnya akan mencapai suatu keadaan di mana tekanan tersebut sudah tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi akan terjadi.

Sementara itu, terkait gempa yang terjadi di Lombok yang diduga berpotensi tsunami, menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) Badan Geologi, Bapak Kasbani menyatakan gempa Lombok disebabkan sesar atau patahan aktif jenis sesar naik pada zona sesar busur belakang flores ( Flores Back Arc), (detiknews, 6/8/2018).

Namun, agaknya tidaklah cukup kita melihat dan berpikir bahwa gempa yang terjadi hanya sebagai salah satu fenomena alam semata. Bukankah, fenomena alam ini terjadi ada yang “menjadikan “? Pasalnya jika berbicara secara ilmu pengetahuan maka sudah  jelas sebab dan faktor-fator yang menjadikan terjadinya gempa tersebut. Apalagi Indonesia memiliki banyak sekali daera-daerah titik rawan gempa Maka, perlu pemikiran yang mendalam melebihi ilmu pengetahuan terkait dengan terjadinya fenomena alam ini.

Seyogyanya, kita maknai gempa yang terjadi di Lombok ini secara sebenarnya. Kita memaknai segala musibah yang terjadi, tidak terkecuali gempa ini merupakan “ bukti kekuasaan Sang pencipta. Bahwa begitu Kuasanya Dia menghancurkan segala yang tertata rapi hanya dalam waktu yang sekejap, begitu kuasaNya Dia menggelisahkan hati dalam waktu singkat, dan begitu mudahnya Dia mengambil sesuatu di luar kesiapan kita.

Lebih jauh lagi, gempa yang terjadi bukan hanya sekedar fenomena alam. Namun bisa jadi ini merupakan teguran dari Sang Pencipta. Bukankah banyak sekali ayat-ayat Al-Quir’an mengajak kita untuk berpikir dan mengingat Allah dari kejadian-kejadian yang terjadi di alam semesta. Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-awab Al-kafy mengungkapkan , “ Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khyusuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia.” Di kalangan salaf, jika terjadi gempa bumi  mereka berkata, “ SesungguhnyaTuhan sedang menegur kalian”.

Gempa merupaka teguran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita. Karena bisa jadi banyak kemaksiatan yang kita lakukan. Banyak kelalaian yang di kerjakan, sikap, lisan yang masih jauh aturanNya. Kita tinggalkan hukum Allah dan lebih memilih hukum manusia untuk mengatur kehidupan kita. Bukankah, begitu mudahnya kemaksiatan, pornografi:, kekuasaan yang bersanding korupsi, keadilan yang terbeli, kedhzoliman yang merajalela, minuman keras, perzinahan menjadi menu harian berita di sekitar kita ? Terkait hal ini Ummul Mukminin Aisyah ra. menyatakan, “ Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah perintahkan kepada bumi “Berguncanglah, jika mereka bertaubat dam meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka”. Begitupun ketika Kota Madinah terguncang gempa. Khalifah Umar  bin Khattab mengetukkan tongkatnya ke bumi dan berkata, “ Wahai bumi adakah aku berbuat tidak adil?” Lalu berkata lantang “ Wahai penduduk Msdinah, adakah kalian berbuat maksiat?” Tinggalkan perbuatan itu, atau aku akan meninggalkan kalian.” (Ibnu Hajar Al-Asqolani, Fath al-Bari,  IX/244)

Oleh karenanya, mari merenung, mari muhasabah diri untuk segera bertaubat kepadaNya dengan sebenar-benarnya taubat. Sesungguhnya Allah menginginkan kita kembali mengingatNya, kembali hanya memuja dan menggunakan petunjuk dari Nya untuk mengatur kehidup kita,

Telah kerusakan di adrat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, suapay Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar “ ( TQS; Ar-Ruum:41). Wallahu A’lam 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.