LGBT Semakin Berani Tunjukkan Eksistensi Diri

70

Oleh : Rosmita (Pemerhati Generasi)

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan munculnya akun Instagram @alpant**i ‘Gay Muslim Comics’ Akun yang diduga berasal dari Malaysia itu telah memiliki 5.933 ribu followers. Gambar profilnya adalah pria muda berkulit cokelat memakai kopiah. Isi akun tersebut tidak lain adalah konten-konten dewasa yang menceritakan kehidupan gay.

Akhirnya Instagram menutup akun tersebut pada Rabu (13/2). Penutupan itu atas permintaan Kementrian  Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Polisi masih menyelidiki akun tersebut terkait ada tidaknya unsur penistaan agama dalam akun itu.

“Butuh saksi ahli juga, apakah foto, narasi-narasi yang disampaikan itu bentuk suatu penistaan agama atau bukan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat,(15/2/2019).

Di negeri demokrasi kaum lgbt semakin berani menunjukkan jati diri, hal ini disebabkan tidak adanya sanksi tegas terhadap pelaku lgbt. Bahkan sistem sekuler yang berasas pada kebebasan, termasuk kebebasan berperilaku dan berpendapat membuat kaum lgbt tumbuh subur di negeri ini.

Terbukti dengan ditemukannya akun fb kaum lgbt beberapa waktu lalu, jumlah anggotanya mencapai 3 ribuan orang terdiri dari orang dewasa, remaja, dan anak-anak dari berbagai pelosok negeri.

Hal ini sungguh memprihatinkan remaja dan anak-anak yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa justru dirusak oleh virus lgbt. Belum lagi ancaman  HIV/Aids dan penyakit lainnya yang menimpa mereka akibat hubungan homoseks.

Seharusnya pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku lgbt, karena mereka telah mengancam keselamatan generasi penerus bangsa ini. Bukan malah melindungi mereka atas dasar hak asasi manusia. Karena pada dasarnya lgbt bukanlah penyakit atau kelainan melainkan tindak kejahatan yang harus segera diberangus.  Karena lgbt telah melanggar norma-norma agama dan merusak moral bangsa.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PPP Syaifullah Tamliha juga bereaksi keras. Dia menegaskan tak ada tempat bagi LGBT di Indonesia.

“Tidak ada tempat bagi LGBT di Indonesia, sebab negara kita memang bukan negara agama, tapi negara yang memiliki agama. Semua kitab yang dibaca, Alquran bagi Muslim, Injil bagi Nasrani, Taurad bagi Yahudi dan lain-lain melarang perkawinan sejenis,” kata Tamliha kepada wartawan, Minggu (10/2/2019).

Hari ini kita lihat bahwa semakin nyata perang ideologi dan opini dengan menggunakan kekuatan negara, negara yang seharusnya melindungi umat dengan memberikan sanksi  tegas terhadap pelaku lgbt namun dalam sistem sekuler demokrasi malah melindungi kaum lgbt dengan dalih hak asasi manusia.

Dalam Islam, Allah dengan tegas melarang perilaku lgbt. Bahkan Allah menurunkan azab kepada kaum Nabi Luth yaitu kaum sodom yang menyukai sesama jenis. Sebagaimana firman Allah swt,

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (Qs. Al-A’raf :84)

Rasulullah saw bersabda,  “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya.” (HR. Ibnu Majah)

Inilah hukuman yang pantas bagi pelaku lgbt  agar mereka jera dan manusia lainnya tidak melakukan hal yang sama. Negara juga beperan penting dalam menjaga akidah dan umat dengan melarang penyebarluasan opini lgbt via media.

Dan hal ini hanya bisa terwujud jika Islam diterapkan secara keseluruhan dalam naungan Khilafah ala minhajin nubuwwah. Dengan menerapkan syari’at Islam maka akan Allah turunkan keberkahan dan generasi dapat terselamatkan. Wallahu a’lam bishowab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.