LGBT Semakin Berani Dengan Meluncurkan Komik

Tuti Drayanti Mahasiswa STKIP Kusuma Negara

Jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah akun instagram @alpantuni yang menuai kontroversi.  Masyarakat geram karena akun tersebut memuat konten yang berbau LGBT. Bahkan, dibiografi akun tersebut tertulis “Komik Gay Nusantara untuk orang yang bisa berfikir”. Tidak hanya itu, bahkan akun ini membawa branding agama dalam komik tersebut. Diceritakan ada seorang tokoh muslim yang gay. Hal ini tentu membuat geram umat Islam karena jelas gay sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Netizen ramai-ramai mengutuk akun yang memiliki ribuan followers tersebut dan me-mention akun Kominfo, Humas Polri dan Kementrian Agama agar diberikan tindakan. Walaupun sekarang akun tersebut telah di block oleh pihak instagram atas permintaan kominfo, namun hal ini masih menjadi kekhawatiran masyarakat. Kaum LGBT sekarang sudah terang-terangan meminta pengakuan atas keberadaan mereka dan meminta perlindungan pada negara, bahkan menyebarkan paham LGBT melalui berbagai cara termasuk melalui komik.

Sistem saat ini memang seolah membiarkan suburnya kemaksiatan, dengan berlindung dibalik hak asasi manusia dan adanya maslahat maka semua diperbolehkan walaupun jelas-jelas bertentangan dengan syariat Islam. Prostitusi, minuman keras dan LGBT adalah sebagian contoh yang menggambarkan bahwa negara ini hanya mementingkan manfaat bukan keridhoan Allah SWT. Berkembangnya media sosial memang membuat semua orang memiliki kesempatan untuk menyebarkan opininya dengan mudah. Meskipun negara mengawasi media sosial tapi masih sering kecolongan. Banyak akun-akun yang memuat konten LGBT yang meresahkan masyarakat.

Pertumbuhan kaum penyuka sesama jenis di Indonesia pada sepuluh tahun belakangan ini menunjukkan angka yang sangat mengejutkan bahkan dapat dikatakan jika perkembangan mereka cukup massif. Mereka mulai melakukan berbagai pergerakan agar keberadaan mereka diakui dan menuntut negara agar melegalkan perkawinan sesama jenis. Bukan hanya itu dalam komunitasnya kaum LGBT ini juga terus menularkan penyakit ini agar pertumbuhan komunitas mereka bertambah banyak. Jika negara terus membiarkan maka hal ini akan mengancam generasi bangsa ini. Serta membuat masyarakat khawatir akan azab Allah SWT yang akan ditimpakan pada negara ini. Karena diceritakan dalam Al-Quran bagaimana Allah membinasakan kaum penyuka sesama jenis seperti dalam Q.S Al-Hijr ayat73-75 “Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu belerang yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda.”  Hal ini tentu tidak kita inginkan. Tapi bukan tidak mungkin azab itu menimpa negeri ini jika kita terus membiarkan tindakan LGBT tersebut.

Semua element masyarakat terus mensosialisasikan bahayanya LGBT bahkan menuntut negara agar ada aturan atau undang-undang yang bisa dikenakan pada pelaku LGBT. Namun negara cenderung membela mereka atas nama hak asasi manusia. Negara lebih memilih melakukan pendekatan persuasif, belum mampu bersikap tegas pada pelaku LGBT.

Karena sangat berbahayanya LGBT, dalam ajaran Islam sangat jelas bagaimana hukuman untuk pelaku dan korban LGBT yaitu dibunuh pelaku maupun korbannya. Dari Ibnu Abas RA, Rasulullah SAW bersabda “Siapa menjumpai orang yang melakukan perbuatan homo seperti kelakuan kaum Nabi Luth maka bunuhlah pelaku dan objeknya”. Tapi hal ini tentu belum bisa kita lakukan karena tidak ada institusi yang berideologikan Islam. Namun bukan berarti kita hanya berpangku tangan dan membiarkan hal itu terjadi, kita bisa melakukan hal lain. Seperti menyampaikan hina dan kejinya perbuatan LGBT terdapat banyak ayat yang menyebutkan kejinya perbuatan gay, sampaikan pula bahayanya perilaku LGBT dari segi kesehatan, bertaubat dan meminta ampunan pada Allah. Selain itu, orang yang terserang LGBT juga bisa menjauhkan diri dari sebab-sebab yang memudahkan jatuh pada maksiat tersebut, menyibukan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, ingat selalu akibat yang ditimbulkan dari perbutan LGBT, dan yang paling penting berdoa kepada Allah agar menjauhkan kita dari perbuatan maksiat.

Islam juga tidak akan membiarkan opini-opini yang bertentangan dengan Islam dengan mudahnya masuk pada wilayah kekuasaan Islam. Lain halnya dengan sekarang berbagai pemikiran yang bertentangan dengan Islam sangat mudah dijumpai bahkan sengaja disebarkan melalui sistem. Efeknya, tentu generasi muda Islam menjadi asing dengan agamanya dan lebih familiar dengan budaya-budaya barat. Bahkan pada era digital ini perang pemikiran semakin massif, menyerang remaja-remaja muslim yang lebih dekat dengan gadget daripada Al-Quran. Umat tidak bisa berjuang sendiri atau mengandalkan suatu kelompok untuk menangkal hal itu, perlu peran negara yang memiliki kekuasaan sehingga akan lebih mudah. Namun tentu kita juga tidak bisa berharap banyak pada negara yang menerapkan sistem Kapitalisme-Sekuler, perlu perubahan sistemik agar masalah-masalah yang saat ini menimpa bangsa ini dan kaum muslimin diseluruh dunia terselesaikan. Mari kita wujudkan kembali kehidupan islam dengan menerapkan Islam sebagai ideologi.

Wallahualam bishawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.