Lenyapnya Kemaksiatan Pada Sistem Sekuler?

36

Oleh : Yuti Kalsum, S.Farm

Kejahatan memang kerap melanda negeri ini. Mulai dari pencurian, begal, korupsi dan masih banyak lagi yang lainnya. Hingga akhir-akhir ini muncul kejahatan berbasis online berupa prostitusi online. Kejahatan seperti prostitusi online sebenarnya bukanlah hal yang baru terjadi, berita ini mencuat karna yang melakukan hal tersebut adalah publik figur.

Seperti yang tertulis REPUBLIK.CO.ID. Polda Jawa Tmur menetapkan dua orang tersangka dalam kasus prostitusi online yang melibatkan artis. Kedua orang yang ditetapkan tersangka adalah mucikari yang berasal dari Jakarta Selatan berisial TN (28) dan ES (37).

Direktur kriminal khusus polda Jatim kombes Pol. Ahmad Yusep Gunawan mengungkapkan, kedua tersangka biasa mempromosikan artis dan selebram melalui akun istagramnya. Terkait jasa layanan prostitusi, Yuseppun menduga banyak artis dan selebram yang terlibat dalam prostitusi online tersebut.

Polisi tetapkan dua tersangka kasus prostitusi berinisial VA dan AS. Artis VA tersebut diperkirakan mendapat bayaran Rp. 80 juta dari pelayanan yang diberikan kepada pelanggannya. Sementara foto model berinisial AS disebut -sebut mendapatkan bayaran Rp.25 juta untuk sekali kencan.

Kejahatan dan kemaksiatan seperti diatas akan tetap subur karna negara menerapkan sistem Demokrasi-Sekuler yang menjunjung tinggi kebebasan, sehingga masyarakat bebas melakukan aktivitas apapun tanpa melihat halal dan haram (hak dan batil). Gaya hidup liberal yakni lepas dari tuntunan agama semakin mempola kehidupan masyarakat. Rendahnya ketakwaan dan tuntutan gaya hidup hedonism, konsumtif dan bermewah-mewahan adalah faktor maraknya prostitusi online.

Islam menerapkan jalur-jalur yang harus ditempuh untuk mengatasi maraknya prostitusi. Pertama: Penegakan hukum/sanksi tegas kepada semua pezina, hukuman di dunia bagi pezina tidak cukup memenjarakan karena hal tersebut tidak memberikan efek jera. Hukuman pezina bagi yang belum menikah dijilid 100 kali dan bagi yang sudah menikah dirazam hingga mati, sebab ketika tidak dilakukan hukuman didunia maka di akhirat akan dihukum. Bagi wanita pezina, di neraka ia si siksa dalam keadaan tergantung pada payudaranya.

Kedua: Diberi lapangan kerja yang layak hingga tidak ada lagi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan karna kebutuhannya akan terpenuhi.

Ketiga: pendidikan/edukasi yang sejalan dengan pendidikan bermutu dan bebas biaya. Memberikan bekal takwa selain kepandaian dan keahlian pada setiap orang agar mampu bekerja dan berkarya dengan cara yang baik dan halal. Pendidikan juga menanamkan nilai dasar tentang benar dan salah serta standar-standar hidup yang boleh diambil dan tidak.

Keempat; jalur lainnya adalah sosial pembinaan untuk membentuk keluarga yang harmonis merupakan penyelesaian jalur sosial yang menjadi perhatian pemerintah. Hal lain adalah pembentukan lingkungan sosial  agar masyarakat tidak permissif terhadap kemaksiatan sehingga pelaku prostitusi akan mendapat sanksi dan kontrol sosial dari lingkungan sekitar.

Kelima: Jalur terakhir adalah politik. Penyelesaian prostitusi membutuhkan penerapan kebijakan yang didasari syariat Islam. Harus dibuat undang-undang yang tegas mengatur keharaman bisnis apapun yang terkait pelacuran. Tidak boleh dibiarkan bisnis berjalan berdasarkan hukum permintaan dan penawaran belaka tanpa pijakan benar dan salah sesuai syariat. Negara tidak hanya harus menutup semua lokalisasi, menghapus situs prostitusi online tapi juga melarang semua produk yang melenceng dan mengarah kepada seks bebas.

Wajarlah kemudian, Indonesia sedang dalam darurat seks bebas. Pelakunyapun tidak dikenai delik karena tindakan yang dilakukan bukan merupakan tindakan kriminal. Pada sisi lain dampak dari ini begitu besar bagi generasi dan keberlangsungan negeri dari bahaya dan bencana yang menimpa. Pola hidup masyarakat juga terwarnai oleh buruknya penerapan sistem dinegeri ini yang menjadikan ukuran kejahatan bukan pada islam, tetapi pada hawa nafsu manusia atau kepentingan semata.

*Penulis adalah tenaga Medis di Bima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.