Kilas Diksi Ayat Al-Qur’an Tentang “Memakan” Riba  

52

Salah satu ayat agung yang mengandung pesan mendalam terkait peringatan Allah ‘Azza wa Jalla atas bahaya riba adalah ayat ini:

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبا لا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat): “Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,” padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]: 275)

Dalam ayat yang agung ini, Allah ‘Azza wa Jalla memilih diksi “يَأْكُلُونَ الرِّبا” untuk menunjukkan makna “memanfaatkan” harta riba. Diksi ini, bukan sekedar diksi tanpa pesan mendalam. Secara umum, menjelaskan ayat ini, Syaikhuna al-‘Alim Atha’ bin Khalil Abu al-Rasytah menjelaskan dalam kitab tafsirnya, al-Taysir fi Ushul al-Tafsir:

بعد أن بين الله سبحانه أجر المنفقين حلالاً طيبًا في سبيل الله، بين في هذه الآيات مصير ألئك المنفقين حرامًا وعصيانًا لله سبحانه و لرسول الله صلوات الله وسلامه عليه. وذكر الله سبحانه في هذه الآيات (الربا) وبين عظم جريمته وسوء صنيع أهله والعقاب الشديد والعذاب الأليم على هذه الشنيعة والمنكر العظيم
“Setelah Allah SWT menjelaskan balasan pahala bagi orang-orang yang mengeluarkan harta yang halal dan baik di jalan Allah. Dijelaskan dalam ayat-ayat ini (ayat-ayat tentang riba), apa yang dialami orang-orang yang mengeluarkan harta secara terlarang dan bermaksiat kepada Allah SWT dan kepada Rasulullaah SAW. Dan Allah SWT menyebutkan dalam ayat-ayat ini (tentang riba), Allah SWT pun menjelaskan besarnya kejahatan dan betapa buruknya perbuatan pelakunya, disamping (menjelaskan) hukuman yang sangat keras dan adzab yang sangat pedih atas kejahatan dan kemungkaran yang besar ini.” (‘Atha’ bin Khalil Abu al-Rasytah, Al-Taysîr fî Ushûl al-Tafsîr (Sûrah al-Baqarah), Beirut: Dar al-Ummah, 1427 H, cet. II)

Menariknya, kalimat ya’kuluna al-riba, dijelaskan Imam al-Alusi dalam kitab Ruh al-Ma’ani fi Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim wa al-Sab’u al-Matsani:

{ الذين يَأْكُلُونَ الربا } أي يأخذونه فيعم سائر أنواع الانتفاع والتعبير عنه بالأكل لأنه معظم ما قصد به
“(Orang-orang yang memakan harta riba) yakni orang-orang yang mengambil harta riba, (frasa) ini mencakup segala bentuk pemanfaatan (terhadap harta riba), dan penggunaan ungkapan “makan” karena ungkapan ini merupakan hal yang paling banyak jadi tujuan orang.”

Sedangkan Imam al-Baghawi menjelaskan dalam tafsirnya, Ma’alim al-Tanzil :

قوله تعالى: { الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا } أي يعاملون به، وإنما خص الأكل لأنه معظم المقصود من المال { لا يَقُومُونَ } يعني يوم القيامة من قبورهم { إِلا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ } أي يصرعه { الشَّيْطَان }
“Firman Allah SWT: (Orang-orang yang memakan harta riba) yakni orang-orang yang bermu’amalah secara ribawi, dan penggunaan istilah khusus “makan” karena ia paling sering dijadikan sebagai maksud pemanfaatan harta, (mereka tidak bisa berdiri) yakni pada hari kiamat dari kubur mereka (kecuali seperti berdirinya orang-orang yang kerasukan) yakni kesurupan (syaithan).”

والعياذ بالله

Sumber: Abu Naveed al-Atsari

JASA EDIT VIDEO, VIDEO SHOOTING, VIDEO COMPANY PROFILE Telp. 0818 0490 4762

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here