Khilafah, Umat Menanti Rezim Membenci

57

Oleh: Nur Hasanah, SKom (Aktivis Dakwah Islam)

Seperti cacing kepanasan, gambaran kekhawatiran rezim dalam menyikapi geliat kebangkitan Islam yang terjadi di Indonesia saat ini. Menko Polhukam  Wiranto yang menegaskan aktivis HTI bisa dijerat hukum bila ada yang menyebarkan paham anti-Pancasila (Khilafah).(detik.com 19 Juli 2019)

Saat ini umat semakin cerdas dalam menyikapi kebijakan yang keluarkan oleh rezim. Umat mulai bangkit pemikiran Islamnya dan berani mempertanyakan kebijakan rezim yang menggunakan aturan hukum sekuler karena tidak berpihak kepada rakyat.

Ini disebabkan karena rakyat merasakan langsung hasil dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh rezim bukan untuk kepentingan rakyat. Proyek Infrastruktur besar-besaran dengan mengambil pinjaman kepada asing untuk kebutuhan modal, membuat rakyat semakin sengsara. Hutang yang semakin lama semakin  menggunung, dibebankan kepada rakyat yang harus membayarnya.

Dengan menaikkan pajak, menambah sumber pajak, menaikkan harga BBM, listrik dan menaikkan segala barang kebutuhan rakyat, diambil sebagai solusi untuk memenuhi target pembarayan hutang negara. Kesengsaraan ini membuka pemikiran umat untuk mencari solusi jitu agar bisa keluar dari masalah.

HTI Identik Dengan Khilafah

Banyak umat tercerahkan dengan dakwah Islam yang membangkitkan pemikiran, yaitu dakwah Khilafah yang selalu disampaikan oleh para aktivis HTI. Selama ini memang HTI yang lebih awal dikenal oleh masyarakat, yang gencar mendakwahkan Khilafah. Hanya dengan tegaknya Khilafah tujuan HTI untuk mengembalikan kehidupan Islam bisa tercapai. Dakwah mereka tidak lepas dengan mengajak umat turut menjadi bagian dari perjuangan penegakkan Khilafah agar Khilafah bisa segera tegak dan penderitaan rakyat segera berakhir.

Bila diamati, dakwah HTI bukan hanya kepada rakyat biasa tetapi juga kepada seluruh kalangan termasuk kalangan pemerintahan. Bahkan Wiranto pun pernah datang menjadi tamu undangan di salah satu acara HTI dalam rekaman video yang bisa disaksikan di youtobe.  

Jadi, bagi Wiranto ini bukan kali pertama berhadapan dengan HTI. Hanya bedanya dulu dia turut mendukung perjuangan HTI namun sekarang, saat Wiranto menjadi bagian dari pemerintahan rezim, dia menjadi penjegal perjuangan HTI.

Khilafah, Umat Menanti Rezim Membenci

Bila diamati, Islam adalah agama mayoritas penduduk di Indonesia. Seharusnya ketika diperkenalkan kata-kata “Khilafah” dan diperkenalkan juga bahwa Khilafah adalah ajaran Islam, maka umat seharusnya menyambut dengan gembira. Apalagi Khilafah terbukti pernah memimpin dunia dengan gemilang selama lebih dari 13 abad. Tiada cela dari sistem Khilafah, yang ada adalah maslahat bagi umat. Beda dengan sistem Demokrasi yang terbukti sangat menyengsarakan rakyat. Tentu ini menjadi alasan kenapa umat sangat menantikan tegaknya Khilafah.

Namun tidak bagi rezim saat ini. Bagi rezim Khilafah adalah ancaman. Dengan tegaknya Khilafah maka segala kenyamanan yang dirasakan saat ini akan segera menghilang. Kesenangan berhutang dengan riba, menjual asset negara, korupsi dan lainnya yang menyengsarakan rakyat, akan hilang dari genggaman. Maka segala usaha dijalankan untuk menjegal harapan umat dalam menegakkan Khilafah.

Islamophobia Cara Menjegal Khilafah

Islamophobia adalah ketakutan terhadap segala sesuatu tentang Islam. Kini islamophobia sedang melanda Indonesia dan dunia. Kaum muslim menjadi sasaran islamophobia yang diciptakan secara sengaja agar kaum muslim takut terhadap ajaran agamanya sendiri, yaitu Khilafah. Dengan begitu kaum muslim yang terjangkit islamophobia akan menjadi penghalang tegaknya Khilafah karena rasa takutnya kepada ajaran agamanya sendiri. Dengan segala alasan dia tidak ingin Khilafah tegak dengan berusaha menghalang-halangi dakwah Khilafah. Tanpa mereka sadari, mereka telah merugikan dirinya dan kaum muslim seluruh dunia, karena nyatanya hanya dengan Khilafah umat Islam akan selamat dari penjajahan asing dan kedzoliman penguasa.

Islamophobia menjadi cara jitu untuk menjegal Khilafah. Dengan menciptakan islamophobia, rezim yang berkuasa dapat menghalangi tegaknya Khilafah, tanpa harus mengotori tangan mereka karena usaha itu telah dilakukan oleh kaum muslim sendiri.

Anti Pancasila Jualan Rezim yang Hampir Basi

Bagi masyarakat yang sudah tercerahkan tentu akan memilih Khilafah dibandingkan dengan Demokrasi. Sudah sangat jelas Khilafah adalah ajaran Islam yang berasal dari Allah yang menciptakan manusia, bumi dan seisinya. Sedang Demokrasi berasal dari manusia yang serba terbatas dan bukan ajaran Islam. Sebagai seorang muslim seharusnya merasa bersyukur karena Allah telah menciptakan Islam sebagai agama yang sempurna. Islam bukan hanya agama ritual tetapi juga aturan hidup yang membawa manusia pada keselamatan dunia dan akhirat.

Beda dengan Demokrasi. Demokrasi sistem buatan manusia yang cacat sejak dilahirkannya.  Demokrasi memisahkan agama dengan kehidupan, tentu ini bukan fitrah manusia. Demokrasi terbentuk sebagai kehendak rakyat pada masa itu, yang selalu dimanfaatkan oleh penguasa (raja) dengan menjadikan agama (pendeta gereja) sebagai senjata untuk memalak rakyatnya. Kemudian rakyat mengambil jalan tengah dengan aturan demokrasi (kedaulatan ada di tangan rakyat).

Dengan dalih Khilafah itu anti Pancasila dan anti NKRI, maka Khilafah dikriminalisasa dan menjadi sesuatu yang terlarang. Khilafah menjadi haram untuk diperbincangkan di sekolah, di lingkungan masyarakat, di tempat kerja bahkan di masjid-masjid. Para aktivis dakwah Khilafah dipersekusi, dakwah di sekolah dan di masjid diawasi. Padahal materi dakwah tidak melenceng dari ajaran Islam, tapi karena dakwah Khilafah menjadi larangan, umat pun tidak tercerahkan materi politik Islam.

Anti Pancasila dan anti NKRI lebih pantas diberikan kepada para politisi korup dan menghadang tegaknya Khilafah. Mereka yang telah menghabiskan uang negara dan merugikan rakyat, bukan HTI yang mendakwahkan Khilafah untuk menyelamatkan umat. Rakyat sudah cerdas dalam menentukan keberpihakan. Siapa yang bekerja untuk kepentingan rakyat tentu akan dibela rakyat, bukan karena label anti Pancasila dan anti NKRI karena label itu sudah tidak laku dan hampir basi.

Menegakkan Khilafah Adalah Kewajiban

Allah memerintahkan umat Islam untuk menjalankan Islam kaffah,

“Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam secara keseluruhan…”  (QS Al-Baqarah: 208).

Namun Islam kaffah tidak akan bisa dijalankan tanpa ada institusi Khilafah. Maka Memperjuangkan tegaknya Khilafah menjadi kewajiban yang mengikat seluruh kaum muslim.

“Ma Laa Yatimmul Wajib Illa Bihii Fa Huwa Wajib”

(Suatu perkara yang menjadi penyempurna dari perkara wajib, maka hukumnya menjadi wajib)

Maka menengakkan Khilafah menjadi kewajiban bagi kaum muslim agar kaum muslim bisa menjalankan Islam secara keseluruhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.