Khilafah Semakin Dinanti

87
Ket: Din Syamsudin dalam pertemuannya dengan Ustadz Abdul Somad

Oleh : Erni Risnawati (Ibu Pemerhati Generasi)

Khilafah adalah sebuah kepemimpinan yang satu untuk muslim sedunia yang diyakini secara pasti bisa menyelesaikan semua problematika yang kini sedang melanda umat manusia.Hal ini semakin disadari oleh mayoritas muslim, Sebuah survei mengatakan 29,6 % profesional menginginkan Indonesia menjadi negara Islam (m.jpnn.com).

Rosullullah SAW, Kekasih Allah SWT, manusia paling mulya yang dima’sum (terjaga dari dosa-dosa kecil dan besar), uswah hasanah, panutan setiap manusia yang dalam hatinya menancap keimanan telah memberikan kabar gembira kepada kita. “tsumma takuunu Khilaafah ‘alaa min haajinnubuwwah “ (akan datang masa kekhilafahan yang sesuai dengan manhaj kenabiaan ) HR. Imam Ahmad (Musnad Imam Ahmad, hadits no.17680.

Bagi orang – orang yang yakin dan percaya kepada lisan yang mulya Muhammad SAW  akan menyambutnya, bersegera berlomba-lomba meraih kemulyaan menjadi orang yang megusungnya, sehingga sejarah akan berulang, akan hadir lagi sosok pahlawan seperti abubakar.ra, Ummar.ra, Utsman.ra,  Ali.ra, Ja’far.ra,  Billal.ra, dan banyak lagi pribadi-pribadi yang ikhlas mengorbankan kehidupan dunianya demi  meraih kemulyaan disisi Allah SWT.

Tapi bagaimana dengan mereka yg tidak yakin dengan janji Allah? yang tidak percaya dengan kabar dari Rosulullah? seolah keimanannya hanya setinggi pohon tauge, mereka mengatakan tidak mungkin…utopis…susah…yang ada ini sudah final…harga mati…khilafah tidak mungkin diterapkan di negri kita, memperjuangkannya berarti sebuah penghianatan terhadap leluhur bangsa ini.

Maka mari kita katakan kepada mereka yang masih bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan nabi Muhammad utusan Allah, “wahai saudara ku, fahamilah…apa yang Allah kehendaki dari syahadat kalian !!!”.

Bahkan mereka yang imannya hanya ada di KTP mengatakan  khilafah adalah faham radikal, mengancam persatuan dan kesatuan, mendakwahkannya berarti anti pancasila, pengemban dakwahnya disamakan dengan pelaku kejahatan, na’uzubillah..

Menjadi penting untuk disampaikan kepada mereka bahwa ajaran Islam bukanlah ancaman, seperti yang disampaikan oleh mantan ketum PP Muhamadiyah Din Syamsudin dalam pertemuannya dengan Ustaz Abdul Somad di kediamannya dikawasan Ragunan Jakarta Selatan, beliau mengatakan “Khilafah itu ajaran Islam, ajaran Al quran, disebut oleh Alquran. Ajaran tersebut semestinya dilihat sebagai  salah satu ajaran Islam yang penting untuk diketahui”. (kumparan.com).

Jadi ketika ada ulama yang menyampaikan materi tentang Khilafah maka harus dipandang bahwa itu bagian dari ajaran Islam yang harus diketahui oleh umat Islam, dan menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk mendakwahkannya bukan hanya ulama , lalu kemudian ada orang yang merasa terancam dengan ajaran Islam!! seharusnya menjadi tanda tanya besar bagi umat ini. Bahkan menjadi sangat aneh kalau ada orang Islam sendiri yang merasa gerah dengan dengan ajaran agamanya sendiri. Wajar jika penentangan itu datang dari orang yang berbeda keyakinan, dan harus kita sadari itu bagian dari perjuangan dakwah,  meski  penentangan mereka sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai kebebasan yang mereka agung-agungkan. Menjadi penting pula untuk kita ketahui bahwa penentangan terhadap dakwah Islam Khilafan adalah merupakan bagian dari proyek deradikalisasi dan pengarusan Islam moderat, yang berupaya menjauhkan umat Islam dengan ajaran agamanya sendiri. Umat Islam jangan latah dan terjebak oleh politik adu domba kemudian membenci dan memusuhi  para pejuang Khilafah yang ikhlas mengembalikan kemulyaan umat.

Krisis Multi Dimensi

Tidak bisa ditutupi dengan pencitraan, berbagai krisis kian merebak dibumi tercinta ini. Krisis ekonomi yang membuat rakyat sangat sulit untuk hidup layak.  Krisis moral dan kemanusiaan yang membuat jiwa begitu tidak berharga, kasus pembunuhan dan penganiayaan sudah biasa terdengar di telinga kita, pelecehan sexual, merampas hak orang lain, korupsi yang berserakan di media-media sosial dan elektronik, ditambah lagi LGBT dan perjinahan yang tidak dianggap sebagai perbuatan dosa yang menjijikan, semakin membuat kita muak dengan sistem kehidupan  yang diterapkan di negri ini.

Ditambah lagi dengan krisis kepemimpinan yang membuat sebagian  besar masyarakat kehilangan sosok pemimpin yang ideal, hingga sulit menjatuhkan pilihan karena tidak ada calon pemimpin yang sesuai dengan kriteria dalam Al quran dan Hadits, hingga sebagian terpaksa memilih yang keburukannya lebih sedikit ketimbang yang lain. Sistem kapitalis Demokrasi ibarat kain yang sangat rapuh, ketika sistem ini berusaha untuk menutup satu permasalahan maka disisi lain permasalahan yang baru  terbuka. Menganggap sistem Demokrasi  bisa menyelesaikan semua permasalahan umat manusia adalah sebuah kebodohan yang belum disadari. Adakah di dunia ini yang berhasil mensejahterakan manusia dengan sistem demokrasi ?, seberapa besar perbandingannya dengan peradaban Islam yang berkuasa selama tidak kurang dari 13 abad, yang mengatur dan mengurusi serta mengayomi kebutuhan-kebutuhan hidup dasar rakyatnya.

Maka masihkah kita berharap kepada sistem Demokrasi? Banyak orang-orang pintar dinegri ini, hingga gelar pendidikannya tidak cukup kalau  ditulis dibaris nama biodata. Tapi hanya sedikit saja orang yang tertunjuki pada keagungan Islam, Keagungan Islam hanya bisa dirasakan oleh orang-orang  beriman yang mau menerima kebenaran dari sang Kholik. Tidak perlu gelar profesor untuk bisa memahami Islam kafah, karena ajaran Islam itu sangat mudah difahami oleh orang-orang yang hatinya bersih dari nafsu dunia, jika mereka mau berfikir.

Islam Adalah Solusi

Islam sebagai sistem kehidupan yang unik sempurna dan paripurna, memiliki seperangkat aturan yang akan menuntun manusia dalam menyelesaikan semua problematika hidupnya. Islam mengajarkan manusia bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan potensi hidup manusia, Islam sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh manusia, karena Islam lahir dari yang menciptakan manusia, alam dunia dan kehidupan ini, yaitu Allah SWT.

Peraturan hidup dalam Islam melingkupi hal yang sangat mendasar yaitu aqidah dan keyakinan, juga bagaimana manusia memenuhi kebutuhan dasarnya (cara makan, minum, berpakaian, menuntut ilmu, bekerja, berdagang, berkeluarga dan bermasyarakat), sampai ketatanan hidup berbangsa dan bernegara, semua diatur dalam Islam. Islam akan menyatukan masyarakat yang heterogen dengan menyatukan persepsi umat terkait dengan kamaslahatan, perbuatan terpuji dan tercela,perbuatan yang baik dan buruk yang distandarkan pada hukum syara’. Khalifah sebagai kepala negara akan menjadi penetralisir dari sekian banyak perbedaan.

Dalam mendakwahkan Islam sampai menerapkan seluruh aturan Islam dalam kehidupan tentu tidak boleh terlepas dari apa yang sudah dicontohkan oleh Rosulullah SAW. Dakwah Rosul ketika di Mekah dan penerapan seluruh aturan Islam di Madinah. Menjadi metode yang wajib diikuti oleh umat Islam. Selain kekuatan Ideologi Islam, kekayaan alam yang sangat melimpah yang dimiliki oleh negri-negri kaum muslim serta mayoritas penduduk bumi  merupakan seperangkat potensi  yang akan memantapkan statusnya di percaturan politik Internasional.

Dengan Khilafah umat Islam mempunyai kesempatan riil untuk bangkit menjadi superpower.  Dan untuk kita hanya ada dua pilihan, menjadi pejuang atau pendukung upaya penegakan Khilafah, atau menjadi pecundang yang akan dilindas oleh takdir yang akan memenangkan Islam.

Wallahu’alam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.