Khilafah Melahirkan Kemajuan atau Kemunduran? Biarkan Fakta yang Berbicara

26

Oleh : Adiew Er ( Pemerhati Masalah Sosial dan Politik )

Khilafah masih menjadi perbincangan hangat oleh berbagai kalangan. Pro dan kontra. Itu pasti terjadi. Seperti dilansir dari NU Online Jakarta bahwa ada seorang tokoh yang menyatakan bahwa Khilafah akan membawa kemunduran bagi negara.

“Kalau ideologi khilafah itu dibiarkan berkembang, partisipasi masyarakat dalam politik akan sangat berperan. Karena sejarah khilafah yang baik, hanya pada masa Abu Bakar, Umar, dan pemerintahan terpisah Ustman bin Affan. Selebihnya harus dimiliki dinasti atau kerajaan, ada kekuasaan pada khalifah, dan rakyat tidak memiliki peran. Ini (Khilafah) jelas kemunduran dalam kehidupan bernegara di zaman moden ini, ”ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Tabiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dede Rosyada, Kamis (19/9/2019).

Pada tahap selanjutnya, kata Dede, jika ideologi ini dibiarkan tumbuh dan berkembang akan diluncurkan apatisme di kalangan masyarakat. Karena semua hal akan diatur oleh negara yang memiliki ideologi khilafah. Dalam keadaan demikian, ‘kaku’ masyarakatnya juga akan memiliki keterbatasan untuk memperoleh karya.

Dari pernyataan tersebut ada beberapa hal yang harus diluruskan :

Pertama, bahwa Khilafah dikatakan sebagai sebuah ideologi. Ini jelas salah. Karena Khilafah bukanlah ideologi, melainkan merupakan bagian dari ideologi yakni ideologi Islam.

Kedua, bahwa khilafah akan menyebabkan kemunduran bagi negara. Seharusnya sebelum menyampaiakn analisa, kita harus meneliti secara mendalam terlebih dahulu. Dalam hal ini kita harus paham dengan benar tentang fakta sejarah Khilafah.

Bahwa belum ada peradaban yang bertahan lebih dari 13 abad kecuali Khilafah Islamiyah. Sejak Rasulullah SAW membangun negara Islam pertama di Madinah dan kemudian dilanjutkan oleh para khalifah, Islam diterapkan di tengah masyarakat yang majemuk secara nyata. Berbeda ras, suku, adat, bangsa dan juga agama. Islam sebagai rahmatan Lil alamin pun dapat terwujud. Semua sejahtera di bawah naungan Khilafah. Dan berbagai kemajuan luar biasa lahir dari sana.

Beberapa kemajuan yang ditorehkan oleh masa Khilafah Islamiyah adalah sebagai berikut:

1. Pendidikan

Lembaga pendidikan Islam yang pernah mencapai puncak kejayaan dan menjadi simbol kegemilangan peradaban Islam antara lain, Nizhamiyah (1067 -1401 M) di Baghdad, Al-Azhar (975 M-sekarang) di Mesir, al-Qarawiyyin (859 M-sekarang) di Fez, Maroko dan Sankore (989 M-sekarang) ) di Timbuktu, Mali, Afrika.

Masing-masing lembaga ini memiliki sistem dan kurikulum pendidikan yang sangat maju. Sehingga berhasil melahirkan tokoh-tokoh pemikir dan ilmuwan Muslim yang sangat disegani. Misalnya, al-Ghazali, Ibnu Ruysd, Ibnu Sina, Ibn Khaldun, Al-Farabi, al-Khawarizmi dan al-Firdausi.

2. Teknologi

Pada abad ke-8 dan 9 M, kaum Muslim telah menemukan teknologi pertanian dan perkebunan. Mereka mampu menghasilkan gandum yang tiada taranya. Teknologi masa depan ini juga terlihat dari peninggalan-peninggalan sejarahnya. Seperti arsitektur mesjid Agung Cordoba; Masjid Biru di Konstantinopel; atau menara spiral di Samara yang dibangun oleh khalifah al-Mutawakkil, Istana al-Hamra (al-Hamra Qasr) yang dibangun di Seville, Andalusia pada tahun 913 M. Sebuah istana terindah yang dibangun di atas bukit yang menghadap ke kota Granada.

3. Kesehatan

Khilafah mengenalkan konsep rumah sakit. Konsep ini belum pernah ada sebelumnya. Saat itu di Eropa, orang sakit. RS pertama dibangun atas permintaan Khalifah Al-Walid (705 M – 715 M). Pembangunan RS secara masif dilakukan pada era Khalifah Harun ar-Rasyid (786-809 M). Setelah berdirinya RS Baghdad, di metropolis intelektual mulai bermunculan RS lainnya di seantero jazirah Arab.

Di rumah sakit semua pasien dari agama apa pun dan suku manapun dan kelas ekonomi. Semua mendapatkan layanan prima tanpa dipungut biaya. Tak ada pasien yang ditolak untuk berobat. Bangsal pasien laki-laki dipisah dari pasien perempuan.

4. Militer

Para sarjana Islam menemukan dan mengembangkan mesiu dan senjata peledak mulai awal abad ke-12. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II, Kerajaan Usmani sudah mulai mengembangkan senjata meriam, paling mutakhir saat itu. Khilafah juga membangun galangan kapal untuk memproduksi kapal-kapal besar nan canggih.

5. Ekonomi

Hal lain yang menjadi tolok ukur suatu peradaban adalah suatu negara mampu menyejahterakan rakyatnya. Kejayaan ekonomi Khilafah telah muncul di awal-awal peradaban Islam. Seperti di era pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab selama 10 tahun, di berbagai wilayah (provinsi) yang menerapkan Islam dengan baik, kaum Muslimin menikmati kemakmuran dan kekayaan. Buktinya, tidak ditemukan orang miskin oleh Muadz bin Jabal di wilayah Yaman. Muadz adalah staf Rasulullah SAW yang diutus untuk memungut zakat di Yaman. Muadz pada masa Umar pernah mengirimkan hasil zakat yang dipungutnya di Yaman kepada Umar di Madinah, karena Muadz tidak menjumpai orang yang berhak menerima zakat di Yaman.

Fakta-fakta sejarah Khilafah di atas telah menunjukkan bagaimana Islam dalam naungan Khilafah telah menjadi sebuah peradaban mulia dan gemilang yang berhasil mensejahterakan rakyat. Lalu bagaimana bisa Khilafah dikatakan menyebabkan kemunduran bagi suatu negara.

Maka sudah seharusnya umat belajar dengan benar tentang sejarah Khilafah agar tidak mudah terkontaminasi oleh propaganda yang menyudutkan Khilafah. Sebuah propaganda demi menyebar fitnah karena sejatinya jika Khilafah tegak maka akan mengancam para pelaku maksiat. Koruptor. Pezina. Orang-orang yang rakus dan tamak akan harta dan kekuasaan dunia. Mereka lah yang menolak syariat Islam ( aturan Allah ) diterapkan karena mengancam kebebasan nafsu mereka.

Selain itu umat harus yakin bahwa Khilafah add adalah ajaran Islam yang wajib ditegakkan. Sebagaimana kaidah ” sesuatu yang mengantarkan pada kewajiban maka sesuatu itu hukumnya adalah wajib “. Dan kewajiban umat Islam adalah menerapkan seluruh aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang tertuang dalam Alquran dan As-sunah.

Dimana kewajiban tersebut hanya dapat terlaksana jika negara menerapkan Islam secara menyeluruh. Bukan oleh negara yang menerapkan ideologi kapitalis sekuler demokrasi. Tapi negara yang menerapkan aturan Islam secara menyeluruh ( kaffah ) yaitu Khilafah. Maka jelas bahwa hukum Khilafah adalah wajib.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 208). Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.