Khilafah : Janji Allah dan Kabar Gembira Rasulullah, Kenapa Mesti Takut?

94

Oleh : Fina Restiar (Aktivis BMI Community BauBau)

Khilafah. Kini menjadi ‘hot issu’ di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, isu yang satu ini tengah bergentayangan, memasuki tiap-tiap rumah warga, sehingga di seluruh pelosok negeri telah akrab dengan topik yang satu ini. Terlepas dari positif atau negatifkah isu yang dihembuskan di tengah-tengah masyarakat.

Jika kita melihat kebelakang, akan kita dapati bahwa sepuluh atau bahkan duapuluh tahun yang lalu, kata ‘Khilafah’ sangatlah asing ditelinga kita. Bahkan, mungkin hanya beberapa orang saja yang pernah tersentuh dengan isu yang kini tengah naik daun itu. Namun kini, detik ini, telinga mana yang tak pernah tersentuh kata ‘Khilafah’ , bibir mana yang tak pernah melisankan kata ‘Khilafah’? Tentu tak ada lagi bukan? Seluruh pintu-pintu rumah telah terijabah dengan isu dan Topik Khilafah.

Tentu, perbincangan hangat seputar ‘Khilafah’ tak terlepas dari pro dan kontra yang membersamainya. Dan masing-masing kubu, baik ‘pro’ maupun ‘kontra’ pastinya memiliki argumennya masing-masing.

Di kubu pro misalnya, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Beliau mengatakan bahwa Khilafah itu, ajaran islam yang tak perlu ditakuti (sumber-kumparanNEWS, 3/11/2018).

Menanggapi hal itu, Dosen Filsafat Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian angkat bicara. Menurutnya, khilafah adalah sebuah ideologi politik yang bertentangan dengan pancasila (Sumber-Viva.co.id,31 Maret 2019).

Hanya saja, perlu di telaah dengan seksama ‘sumber’ rujukan dari kedua belah pihak tentang bagaimana pandangan mereka terkait topik ‘Khilafah’, karena akan sangat menggelitik ketika berbicara tentang sesuatu namun sejatinya tak paham betul dengan apa yang sedang di bahas, terlebih mengetahui fakta namun menutup rapat kebenaran demi suatu kepentingan.

Jika kita melihat keadaan real di masyarakat kita saat ini, tak sedikit kita dapati bahwa isu yang berkembang di masyarakat sangat jelas ‘memonsterisasi’ kata Khilafah, menggambarkan bahwa khilafah adalah sesuatu yang berbahaya.  Sehingga gambaran masyarakat terhadap khilafah sudah pasti negatif, sebab berita-berita yang di sajikan pada masyarakat adalah berita ‘hoax’ yang sejatinya bertolak belakang dengan fakta sesungguhnya.

Olehnya itu, sangat penting bagi kita untuk mengetahui apa dan bagaimana Khilafah itu, agar tak terjebak pada opini-opini buruk yang terus di gencarkan oleh pihak-pihak pembenci ‘Khilafah’.

Apa itu khilafah?

Khilafah (Arab: الخلافة‎, Al-Khilāfah) menurut wikipedia bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sebuah sistem kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Sedangkan dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi SAW dalam kepemimpinan negara Islam (Salah Islamiyyah). Ini adalah pengertian KHILAFAH pada masa awal Islam. Kemudian dalam perkembangan selanjutnya, istilah KHILAFAH digunakan untuk menyebut negara Islam itu sendiri.

Pemahaman ini telah menjadi dasar pembahasan seluruh ulama fikih ketika mereka berbicara tentang KHILAFAH atau Imamah. Para ulama Salaf telah membahas konsep negara Islam atau sistem pemerintahan Islam dengan istilah lain yang lebih spesifik, yaitu istilah KHILAFAH atau Imamah atau istilah Dar al-Islam (Syeikh Wabah Az-Zuhaili, Al-Fiqh Al-Islamu wa Adillatuh, IX/823, dalam buku “Cinta Indonesia Rindu Khilafah” karya Al-Ustadz Muhammad Choirul Anam).

Menurut Imam Al-Mawardi dalam Kitan Al-Ahkam as-asulthaniyah, Imamah atau KHILAFAH adalah pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia. Menurut Syeikh IBM Khaldun dalam kitab Al-Muqaddimah, KHILAFAH adalah pengturan seluruh urusan umat sesuai dengan syariah dalam berbagai kemaslahantan mereka, baik ukhrawi maupun duniawi, yang kembali pada kemaslahantan ukhrawi. Sedangkan menurut Imam Al-Juwayni dalam kitab Ghiyats al-Umam, Khilafah adalah kepemimpinan yang bersifat menyeluruh (riyasah tammah), yakni sebagai kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan khusus dan urusan umum dalam berbagai kepentingan agama dan dunia.

Sehingga, definisi Khilafah secara syar’i dan komprehensif adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan syariat Islam dan mengemban dakwah Islam keseluruh dunia.

Khilafah Janji Allah, dan Kabar Gembira dari Rasulullah

Hingga saat opini singkat ini di buat, penulis masih saja belum percaya dengan isu-isu negatif yang di tujukan pada “khilafah”. Sebab, ternyata hampir semua yang mengkriminalisasi khilafah tidak lain berasal dari tubuh kaum muslimin sendiri. Tidakkah ini menjadi sesuatu yang sangat disayangkan? miris! Padahal Khilafah adalah bagian dari ajaran islam, dimana menegakkannya adalah suatu perkara yang wajib.

Sesungguhnya Khilafah merupakan janji dari Allah SWT dan kabar gembira dari Rasulullah saw. Sebagaimana firman-Nya dalam Qs. An-Nur : 55, yang artinya :

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Pun sabda Rasulullah SAW :

” Kenabian ada di tengah-tengah kalian, atas kehendak Allah akan tetap ada, kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian, dan akan tetap ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zalim, dan akan terus ada sesuai kehendak Allah. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator, dan akan terus ada sesuai kehendak Allah, kemudian Dia akan mengangkatnya jika berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam.” (Musnad Imam Ahmad).

Dengan ditegakkannya Khilafah, secara otomatis seluruh aturan Islam dapat terterapkan secara sempurna. Aturan Islam tidak hanya akan di pakai dalam ranah-ranah tertentu saja, melainkan akan mengatur seluruh lini kehidupan, termasuk masalah pendidikan, kesehatan, politik, ekonomi, dan lainnya.

Sehingga, ketika Khilafah tegak (insyaallah tidak lama lagi) tidak akan kita jumpai pemimpin yang dzolim terhadap rakyatnya dengan berbagai kebijakan yang pro kapitalis dan kontra rakyat, tidak akan ada lagi para koruptor yang dengan rakusnya memoroti uang rakyat, tidak akan ada lagi penghinaan terhadap ajaran Islam, pun juga tidak akan ada lagi air mata darah yang mengalir dari tatapan lugu anak-anak kita, saudara kita di negeri minoritas. Wallahu A’lam Bisawwab..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.