Khilafah Ajaran Islam, Mahkota Kewajiban Kaum Muslim

78

Oleh: Ratna Munjiah (Pemerhati Masyarakat)

Banjar, CNN Indonesia-Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Yahya colil Staquf menyebut organisasi yang mencita-citakan khilafah, seperti Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin, tak beda dengan komunis internasional yang menghendaki rezim tunggal di dunia.

Menurutnya, gerakan yang bercita-cita tentang khilafah itu tergolong gagasan baru yang sedang dipaksakan pada dunia Islam.”Jadi mereka sama dengan gagasan komunis internasional yang memungkinkan satu rezim komunis untuk satu dunia,” ujar pria yang akrab dipanggil Gus Yahya, di sela-sela Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nadhlatul Ulama (NU), di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, kota Banjar, Jawa Barat, Kamis  (28/2).

Gus Yahya mengatakan ideologi dan gerakan yang membawa gagasan secara universal seperti Khilafah maupun komunis hanya menghasilkan kemelut dan kekacauan di seluruh dunia. “Maka harus ditolak dan kembali pada asal dari nilai agama yaitu rahmah, kemanusiaan, dan akhlaqul karimah,” katanya, yang juga merupakan anggota Wantimpres itu.

Mendapati pernyataan Gus Yahya tersebut hati rasa bergejolak menahan amarah, bagaimana bisa seorang muslim menyamakan komunis dengan khilafah “Astagfirullah”

Sesungguhnya Khilafah adalah ajaran Islam dan tertuang dalam kitab-kitab para ulama yang masyhur. Tidak ada perbedaan sama sekali diantara mereka meski mereka berbeda mazhab.  Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh umat dalam mengatur urusan agama dan urusan dunia. Meskipun dengan redaksi yang berbeda-beda, ulama Aswaja sepakat bahwa khilafah adalah sistem pemerintahan yang tegak di atas Akidah Islam.

Imam al-Qasyandi menyatakan: Khilfah berasal dari mashdar khalafa…lalu kata khilafah ini dinyatakan dalam konvensi umum dengan makna : Kepemimpinan agung, yakni kekuasaan umum atas seluruh umat serta pelaksanaan berbagai urusan dan tugas-tugas pengurusan umat (AL-Qasyandi, Ma’atsir al-Inafah fi Ma’alim al-khilafah,1/9).

Imam an-nawawi juga mengatakan: Para sahabat ra, telah bersepakat atas kewajiban mengangkat seorang imam. Yang dimaksud imam tidak lain adalah kepala negara. Imamah, Khilafah, Imaratul Mukminin adalah sinonim. Yang dimaksud dengan Imamah adalah kepemimpinan umum dalam mengatur urusan agama dan dunia.

Al-Allamah asy-Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullah juga menyatakan, Khilafah adalah kepemimpinan umum untuk seluruh kaum muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syariah Islam dan mengemban dakwah Islamiyah keseluruh penjuru alam. Khilafah substansinya sama dengan Imamah. Dengan demikian Imamah dan Khilafah memiliki makna yang sama ( An-Nabhani, Al- Khilafah, hlm 1).

Penjelasan senada juga disampaikan oleh Imam Badruddin al- Aini al- Hanafi ( Lihat : Badruddin, Umdah al- Zari SYARH Shahih AL- Bukhari, 23/ 454).

Khilafah Islam adalah Institusi politik yang berkewajiban menerapkan Islam secara menyeluruh di dalam negeri dan menyebarkan Islam ke luar negeri, ke seluruh penjuru dunia (lihat, antara lain : Imam Ibn Abidin, Radd al-Mukhtar, 4 /205). Alhasil, substansi khilafah ada tiga : (1) penerpan syariah Islam kaffah; (2) penyatuan kaum Muslim seluruh dunia di bawah satu kendali kepemimpinan dan dalam persaudaraan sejati yang didasarkan pada akidah Islam; (3) penyebaran dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

Dasar kewajiban menegakkan khilafah ada di Al-Qur’an. Allah SWT berfirman” Ingatlah saat Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “ Sungguh Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (QS al-Baqarah (2):30).

Khilafah itu kekuatan umat Islam, khilafah itu simbol persatuan umat. Saat khilafah diruntuhkan oleh Mustafa Kemal Ataturk pada tahun 1924, saat itulah perpecahan terjadi. Penderitaan dari satu negeri ke negeri yang lain dimulai, 95 tahun sudah umat tercerai berai karena ketiadaan Khilafah. Sejatinya memperjuangkan tegaknya khilafah adalah kewajiban setiap muslim.

Tentu masih banyak dalil yang menunjukan bahwa khilafah adalah ajaran Islam, yang menjadi aneh bagaimana bisa seorang muslim tetapi anti dengan kata Khilafah, berfikir bahwa khilafah adalah sebuah ancaman bagi negara. Padahal ajaran khilafah bersumber dari Al-Qur’an, as-Sunnah, Ijmak Sahabat dan Qiyas.

Dari sini jelas bahwa meski banyak yang menolak gagasan khilafah dan membenci pejuangnya, khilafah tetap merupakan kewajiban dan janji Allah SWT, Khilafah adalah mahkota kewajiban yang menjadi tanggung jawab seluruh kaum muslimin untuk menegakkannya kembali, dan apa yang dikatakan oleh Gus Yahya tersebut sesuatu yang didasarkan hanya pada hawa nafsu semata, karena sesungguhnya Khilafah adalah warisan Nabi, lalu kenapa mereka yang tidak paham berlaku hanya menuruti hawa nafsu semata. Semoga Allah SWT tunjukkan kepada mereka yang menghina Islam ke jalan yang lurus. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.