Kenapa Banyak Tenaga Kerja Asing Masuk?

256

Oleh: Ummu Nadiatul Haq ( Member Akademi Menulis Kreatif)

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah menganggarkan dana sekitar Rp 300 miliar untuk menggaji dosen asing yang segera didatangkan ke Indonesia. Menurut Dirjen Sumber Daya IPTEK dan Dikti Prof Ali Ghufron kisaran gaji setiap dosen asing tersebut akan beragam, hingga mencapai 4 ribu dolar AS.(REPUBLIKA.CO.ID,Jakarta).

Fakta banyak nya tenaga asing masuk ke Indonesia sungguh melukai hati rakyat indonesia yang punya keilmuan dan keahlian tetapi tidak mendapat perhatian pemerintah.  Kasus ini terjadi karena dampak  dari arus liberalisasi yang sudah tejadi sejak diresmikan nya Masyarakat Ekonomi ASEAN (#MEA) sejak 31 Desember 2015, dampak nya saat ini semakin terasa, selain banyak impor beras, garam, dan sekarang tenaga kerja asing, termasuk dosen, karena mereka sepakat untuk melakukan liberalisasi pada lima aspek ekonomi: barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja terampil. Sehingga arus masuk barang dan tenaga akan terus dirasakan oleh penduduk indonesia, ini bukti pemerintah sudah menjalankan program MEA yang menyebabkan banyak tenaga asing yg masuk ke Indonesia.

Ibarat seorang ayah seharusnya memperhatikan anak nya sendiri, tetapi yang terjadi anak sendiri di telantarkan  sedangkan anak orang lain lebih diperhatikan dan di manja. Dimana letak perhatiannya pada anak sendiri yaitu anak negeri ?

Kalo melihat  fakta kisah induk ayam, saja mereka sayang sama anaknya, pasti akan melindungi, memperhatikan, ketika belum mampu makan sendiri akan di carikan makan dan akan dibiarkan mandiri ketika sudah di beri skill atau keahlian sesuai dengan minat nya.

Ketika pemerintah memperhatikan Tenaga Kerja Asing, di mana rasa cinta tanah air nya?cinta tanah air,  seharusmya memperhatikan warga yg ada di tanah air, apakah semuanya bisa mencukupi kebutuhannya, semua nya sudah punya pekerjaan, semuanya bisa makan hari ini? karena yang saya rasakan pengangguran di tanah air semakin meningkat, banyak sarjana yang akhirnya hanya jadi supir gojek atau grab demi memenuhi kebutuhan sehari-hari yang tidak relevan dengan keilmuannya, karena pemerintah tidak memfasilitasinya.

Sistem saat ini jelas sekali nyata terlihat di depan mata dan dirasakan semua masyarakat, bahwa mereka hanya memikirkan kalangan mereka sendiri yang sedang berada di tampuk kekuasaan tanpa memikirkan rakyat secara menyeluruh.

Ketika tenaga asing banyak masuk ke Indonesia dengan perhatian gaji yang besar, rakyat sendiri banyak penganguran dan kalaupun kerja dengan gaji kecil.

Jiwa inferior sepertinya sudah merasuki masyarakat Indonesia, mulai dari urusan barang-barang seperti tas, pakaian, sampai barang-barang yang dikonsumsi sampai urusan ketenagakerjaan.  Brain import pasti semua merasa bangga dan wah, baik barang atau orang.  Kita seperti tidak cinta produk Indonesia, tidak percaya diri dengan produk lokal dan kualitas SDM lokal.  Inilah pemikiran yang harus diubah agar kita memiliki jiwa superior dan percaya diri dengan tidak menjatuhkan martabat negara.

Bagaimana pandangan islam terhadap tenaga kerja asing?

Dalam sistem islam TKA diposisikan sesuai kebutuhan tanpa merugikan rakyat dan menjatuhkan martabat negara.  Misalnya, negara membutuhkan ahli yg memang di dalam negeri tidak ada yang mumpuni, maka bisa mendatangkan tenaga kerja asing dengan akad ijarah yaitu  gaji.  Hukum mengontrak tenaga non muslim di bolehkan dalam islam, ini di dasarkan pada perbuatan Rasulullah saw dan Ijmak  Sahabat tentang kemubahan mengontrak orang non- Muslim  dalam semua pekerjaan yang halal dan mengontrak mereka untuk melakukan tugas-tugas kenegaraan. Rasulullah saw pernah mengontrak seorang Yahudi sebagai penulis, mengontrak seorang Yahudi lain sebagai penerjemah serta mengontrak  orang musyrik sebagai penunjuk jalan.  Khalifah Abu Bakar ra. dan Khalifah Umar ra.juga pernah mengontrak orang Nasrani untuk menghitung harta kekayaan.  Adapun pekerjaan-pekerjaan yang di dalamnya terdapat upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka di syaratkan pekerjanya harus Muslim, seperti menjadi imam, muazin, haji, membayarkan zakat, mengajar al-qur’an dan al-hadits.  (Nidzam Iqtishaady fil islam hal 21).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.