Kemerdekaan Yang Penuh Arti

176

Lebih baik hidup berkalang tanah dari pada hidup terjajah. Sebuah peribahasa yang tidak asing bagi kita. Lebih baik mati dari pada hidup terjajah. Sebuah penyemangat yang senantiasa ada pada para pejuang. Mereka tidak rela tanah kelahiran dirampas oleh asing.  Semangat jihad mereka semakin menggelora. Jika mereka gugur baginya Surga. Jika mereka menang baginya tanah air tercinta. Semangat itulah yang perlu kita sematkan. Kepada para pemuda penerus peradaban.Hasil gambar untuk flag siluet

Setiap tahun. Ritual kebangsaan selalu diadakan. Milyaran dana dikeluarkan demi perayaan kemerdekaan. Mulai dari lomba kecil – kecilan hingga parade karnival. Mayoritas rakyat bersuka cita dibulan  penuh pesona.

Memahami makna hakiki kemerdekaan

Merdeka. Kata sederhana yang sarat akan  makna. Merdeka adalah sebuah kebebasan. Kebebasan dari keterpaksaan. Kemerdekaan yang hakiki adalah mengeluarkan penghambaan manusia kepada hamba menuju penghambaan kepada Allah semata.

Jika kita menengok masa silam. Siapakah yang memberi kemerdekaan kita? Kita memperjuangkannya hingga akhir hayat ataukah para penjajah yang menjanjikannya? 73 tahun sudah kita merdeka. Akankah kita rasakan kemerdekaan sebenarnya? Tak ada lagi penjajah di depan mata. Namun dampak penjajahan masih terasa. Sumber Daya Alam yang semakin sirna. Bukan dimanfaatkan untuk bangsa. Tetapi hilang dilahap para pengusaha. Impor bahan pokok di negeri agraria. Harga bbm yang melambung tak terkira. Subsidi yang kian menipis. Membuat rakyat semakin menangis. Pengaruh budaya terus menyerang. Hedonis, apatis, liberalis, feminis semakin anarkis. Siap mengikis idealisme hingga habis. Hanya tinggal generasi yang siap membebek. Tanpa filter budaya bangsa dan agama.

Kita belum merdeka

Sesungguhnya kemerdekaan hakiki kita masih tertunda. Jika kita berhasil menghilangkan penghambaan kepada manusia. Mengalihkan kepada penghambaan terhadap Yang Maha Kuasa. Maka kita bisa merdeka sebenar – benarnya. Penghambaan kepada Pencipta ini bermakna penanaman keimanan dan ketakwaan. Mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNya. Tanpa takut pada manusia. Wujud dari kemerdekaan ini adalah ketakwaan total. Tanpa memilah dan memilih aturanNya. Hanya menharap ridhoNya dan Surga sebagian imbalannya.

Sebagai bukti nyata. Kita patut bersyukur akan kemerdekaan dari penjajah secara fisik. Syukur itu bukan dengan takabur. Eufiria yang dimana – mana. Namun kemerdekaan ini kita maknai dengan introspeksi diri. Daripada mengeluarkan dana untuk berfoya – foya. Lebih baik kita sisihkan dana untuk melunasi hutang luar negeri kita. Kembali kepada aturan Allah semata. Menutup semua lubang riba. Membatalkan segala perjanjian yang mencengkeram bangsa. Mengambil alih segala sumber daya. Menerapkan aturanNya. Kembali kepada Sang Pemilik Bangsa. (Henyk Nur Widaryanti, Aktivis muslimah peradaban)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.