Kekuatan Yang Dinantikan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam sebuah laporan mengusulkan salah satu cara melindungi warga sipil Palestina adalah dengan mengerahkan pasukan perdamaian dan pemantau tak bersenjata yang ditunjuk PBB, Republika.co.id (19/8/2018).

Selain itu, Guterres juga mengusulkan agar bantuan untuk Palestina semakin diperbesar dan jumlah pegawai PBB di sana ditingkatkan. Laporan itu ditulis atas permintaan Majelis Umum PBB yang pada Juni lalu mengeluarkan resolusi mengecam penggunaan cara kekerasan yang berlebihan oleh Israel terhadap warga sipil Palestina. Saat itu Majelis Umum juga mengkritik penembakan rudal dari Gaza ke arah permukiman sipil Israel.

PBB sebagai sebuah badan perdamaian dunia ternyata tidak mampu menciptakan perdamaian. Tidak bisa menyelesaikan persengketaan antar negara. Membiarkan penindasan berlangsung dalam kurun waktu yang panjang. Lemahnya sistem sekularisme hasil buah pikir manusia. Merasa mampu mengatasi persoalan umat. Namum hasilnya, jauh panggang dari api.

PBB sebenarnya memiliki kapasitas mengatasi persoalan Palestina. Karena di sana merupakan kumpulan beberapa negara yang memiliki kekuatan dan tentara untuk menghalau musuh. Akan tetapi ideologi sekularisme yang diemban saat ini, sungguh menghalangi PBB dari bertindak tegas. Alih-alih segera menolong warga muslim Palestina. Justru malah terus membiarkan manusia mati satu persatu tanpa pertolongan.

Tidak hanya warga muslim Palestina, tapi juga Rohingya, Uyghur, Suriah dan lainnya harus menghadapi kekejaman militer barat yang tak kunjung reda. Kezaliman terhadap sesama manusia adalah hal biasa, demi mengejar kekayaan materi. Sejatinya ini adalah perang ideologi. Yaitu ketika ideologi kapitalisme sekular ingin berkuasa di atas negara lain. Tidak demikian halnya dengan Islam. Nyawa dan kehormatan manusia sangat dijaga.

Firman Allah SWT:

إِنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا

Sesungguhnya siapa saja yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Siapa saja yang memelihara kehidupan seorang manusia. Seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya (QS al-Maidah [5]: 32).

Bertumpu pada PBB untuk menolong negeri-negeri muslim yang tertindas, adalah sebuah impian yang jauh dari kenyataan. Perbuatan mereka jelas tegak atas ideologi yang batil. Pada faktanya keberpihakan PBB terhadap musuh-musuh Islam sungguh terlihat sangat nyata. Adalah hal yang keliru ketika kita berharap pertolongan dari kekuatan kufur barat.

Maka sudah selayaknya kaum muslim menyatukan visi dan misinya. Bersatu padu melayakkan diri menjadi khoiru ummah. Sebagai pemimpin, bukan pengekor. Dan hal tersebut sudah dibuktikan oleh umat Islam selama lebih dari 13 abad. Berarti kaum muslim mampu untuk menolong dirinya sendiri. Karena mendesak untuk saat ini, diperlukan kembalinya Junnah. Pelindung hakiki bagi kaum muslim. Pemimpin yang datangnya dari kaum muslim, yaitu seorang Khalifah, yang akan mengembalikan kemuliaan umat.

Hadis riwayat Imam Muslim (8/171), Imam Abu Daud (4252), Imam Turmudzi (2/27) yang menilainya sebagai hadits shahih. Imam Ibnu Majah (2952) dan Imam Ahmad dengan dua sanad. Pertama berasal dari Tsaubah (5/278) dan kedua dari Syaddad bin Aus (4/132), jika memang haditsnya mahfuzh (terjaga).

٢. اَ ْلاَوََّلُ : ,, اِنَّ اللهَ زَوى , اَىْجَمَعَ وَضَمَّ لِىَ اْلاَرْضُ فَرَاَيْتَ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِ بَهَا , وَاِنَّ   اُمَّتِى سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَازَوى لِى مِنْهَا . الحديث

“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menghimpun (mengumpulkan dan menyatukan) bumi ini untukku. Oleh karena itu, aku dapat menyaksikan belahan bumi barat dan timur. Sungguh kekuasaan umatku akan sampai ke daerah yang dikumpulkan (diperlihatkan) kepadaku itu”.

Kembali kepada kemuliaan itu, adalah suatu keniscayaan. Sebagaimana ditunjukkan dalam bisyaroh-bisyaroh yang merupakan kabar gembira bagi kaum muslim. Bisyarah membuat bahagia bagi para pejuang, pengemban dakwah Islam. Kabar bahwa Islam akan kembali menang menguasai dunia. Menjadi sebuah negara adi daya yang berlimpah rahmat dari Sang Pencipta.

Maka sudah saatnya umat mengerahkan segenap tenaga. Bersatu untuk mengembalikan junnah kaum muslim yang hilang. Tanda-tandanya semakin jelas. Atas ijin Allah kekuatan yang dirindukan umat akan segera datang, maka akan runtuhlah mulkan jabriyyan. Tsumma takuunu khilafah ala minhaji al-nubuwwah. (Ibu Lulu Nugroho, Muslimah revowriter Cirebon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.