Kebijakan Publik Sekuler Penyebab Kesengsaraan Umat

Sepanjang tahun 2017 ini adalah masa dimana masyarakat Indonesia merasakan bertambah beratnya pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Melemahnya daya beli dan perekonomian masyarakat cukup menonjol. Kita pun menyaksikan jutaan jiwa hidup sengsara akibat buruknya pengurusan pemerintah terhadap hajat asasiah masyarakat. Meski yang dinarasikan rezim penguasa adalah sebaliknya, namun realitas cukup menjadi bukti. Baik pada pelayanan kesehatan, pendidikan, listrik, migas, transportasi dan infrastruktur, maupun pada pangan, air bersih, perumahan dan pemukiman.
Paradigma sekuler yang dianut penguasa menjadi pangkal dari persoalan. Bukan pada masalah seorang pemimpin sudah bekerja atau tidak, tetapi apakah ia bekerja sesuai ketentuan yang benar atau tidak. Paradigma sekuler neo-liberal menetapkan bahwa pemerintah cukup hadir dengan fungsinya sebagai ‘regulator’, meski ternyata untuk membuat regulasi pun pemerintah mudah diintervensi swasta, sehingga regulasi yang dihasilkan adalah ‘titipan’ kepentingan asing. Akibatnya penguasa hanya menjadi regulator yang memfasilitasi komersialisasi hajat publik. Pemerintah bekerja bukan untuk melayani kebutuhan masyarakat, tetapi penjaga kepentingan pemodal perusahaan asing yang menjual seluruh hajat publik kepada rakyatnya. Wajar jika harga berbagai pemenuhan kebutuhan hidup itu mahal, karena dimainkan oleh pengusaha dengan paradigma ‘bisnis’ bukan layanan. Inilah sebenarnya pangkal persoalan kesengsaraan rakyat.
Allah SWT mengingatkan hal ini dalam firman-Nya, QS. Ar-Ruum (31): 41, artinya, “Telah tampak kerusakan di darat dan lautan akibat perbuatan tangan manusia, supaya Allah swt merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Ebook ini memaparan sejumlah kebijakan politik, agenda dan program sekuler neoliberal dan penderitaan publik yang diakibatkannya.

DOWNLOAD DI SINI

Penting:

  1. Lapor kepada kami jika terjadi broken link agar kami bisa memperbaikinya.
  2. Saran, kritik, dan koreksi materi bisa dikirim email redaksimediasiar@gmail.com
  3. Untuk menjadi kontributor dan atau ingin menyiarkan agenda dakwah Anda silakan hubungi kami.
  4. Semoga pahala mengalir kepada pemateri (pembuat materi) dan menjadi kebaikan bagi kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.