Jangan Lelah Berdakwah

114

Tahun 1990-an muslimah pengguna jilbab dan kerudung atau hijab syar’i sangatlah langka. Namun 20 tahun kemudian pengguna hijab syar’i tersebar luas dihampir seluruh pelosok negeri ini. Jilbab dan kerudung yang kala itu dianggap aneh bahkan dinilai kampungan, hari ini telah menjadi tren fashion muslimah. Tak pelak produsen pakaian pun mengikuti arus, mereka berlomba-lomba memproduksi jilbab dan kerudung secara masal disebabkan demand jilbab dan kerudung makin lama makin membludak.

Begitu juga dengan panji Rasulullah liwa dan roya. Sebelum tahun-tahun ini, panji rosulullah selalu diidentikkan sebagai bendera kelompok tertentu, bukan bendera umat Islam. Namun seiring bergulirnya dakwah massif bahwa liwa royah adalah panji Rosulullah, hari ini umat Islam telah mengakui liwa royah sebagai panji milik mereka bukan lagi panji kelompok tertentu. Umat tak ragu lagi membawa panji ini kemanapun mereka mau.

Adapun pemahaman terkait khilafah sebagai institusi pemerintahan yang diwajibkan ada ditengah-tengah umat Islam saat inipun telah menjadi tren perbincangan masyarakat. Hampir seluruh lapisan masyarakat baik ulama, intelektual, mahasiswa, pengusaha, insan media, aparat bahkan pejabat turut berjibaku memperbincangkannya. Bukan hal mustahil khilafah dalam waktu singkat akan sangat di inginkan oleh seluruh umat Islam tersebab mereka telah mengakui khilafah sebagai miliknya. Akan datang masa dimana umat Islam akan akan bersedia memikul tanggung jawab menegakkan kembali khilafah yang diridhoi Rabb semesta alam.

Bukan tiba-tiba atau mengalir begitu saja perubahan tren pakaian muslimah, membuminya liwa dan roya ini dan tersebar luasnya faham khilafah ditengah-tengah umat. Ada pertolongan dan kekuasaan Allah pada keberhasilan aktivitas dakwah para pengemban dakwah yang tiada lelah belasan bahkan puluhan tahun menyampaikan ajaran Islam terkait kewajiban berhijab syar’i bagi muslimah, kewajiban bernaung dibawah panji rosulullah dalam institusi khilafah. Allah mengabulkan doa para dai ini serta menyambungkan aktivitas mereka dengan pintu keberhasilan dakwah. Tanpa campur tangan Allah semua upaya para dai ini sulit menemui pintu kemenangan tentu.

Itulah dakwah Islam, dia merupakan suatu proses panjang menyeru manusia ke jalan Allah, menyeru manusia untuk mengambil Islam sebagai jalan hidupnya, menyeru manusia untuk meninggalkan jalan hidup yang tidak berasal dari penciptaNya. Jalan ini sangatlah mulia namun cukup menguras tenaga, pikiran dan harta. Jalan ini amat dicintai Pemilik jagat raya sebab jalan ini adalah jalan para nabi dan orang-orang sholeh. Jalan inilah yang akan memudahkan pengembannya kelak menapakkan kaki di surga abadi

Untuk itu jangan lelah berdakwah. Tugas pengemban dakwah hanyalah menyampaikan dan terus menyampaikan kebenaran. Sedang hidayah dan kemenangan dakwah biar Allah yang mudahkan. Kemenangan Islam  telah tercatat di lauhul mahfuz,  manusia hanya wajib berdoa dan menyempurnakan ikhtiar untuk sampai pada kemenangan tersebut. Adapun halangan dan rintangan yang setia menghadang adalah sunnatullah. Para Nabi pun dahulu saat mengemban risalahNya tak sepi dari halangan dan tantangan.

Allah telah mempersiapkan rute kemenangan untuk perjuangan ini. Pengemban dakwah wajib siap menelusuri rute kemenangan tanpa terpalingkan sedetikpun oleh berbagai godaan yang secara alami akan terus ada. Hanya mereka yang terpilihlah yang takkan tumbang menapaki jalan warisan para Nabi ini. Hanya mereka yang siap berjual beli dijalan Allah yang akan mampu menyongsong kemenangan hingga kemenangan itu datang atau Allah memanggilnya pulang.(Rina K, Pamoyanan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.