Jalan Rusak, Distribusi Pangan Terkendala

93

Di zaman era modern saat ini masih ada beberapa Desa yang masih kesulitan dalam akses jalan untuk menuju Kota. Disaat pesatnya pembangunan infrastruktur ibukota ternyata masih ada Desa yang tertinggal dalam kemajuan infrastruktur Daerahnya.

Seperti yang dilansir KENDARIPOS.CO.ID – Tiga Kecamatan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yakni Latoma, Asinua dan Routa, masuk dalam kategori wilayah rawan pangan. Ketiganya dinilai selalu mengalami kesulitan setiap memasarkan pangan warga, karena kondisi infrastruktur jalan kurang memadai. Apalagi lahan pertanian di daerah itu berada di tempat sempit dan berlokasi pada perbukitan tandus, serta rawan banjir.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Konawe, Muhammad Akbar mengungkapkan, ada beberapa faktor yang membuat sebuah daerah menjadi zona rawan pangan. Misalnya, karena daerah tersebut tak memiliki fasilitas listrik dan air bersih, rawan banjir, serta sulitnya akses transportasi. “Jadi, bukan cuma karena kurang hasil pertaniannya. Tapi rawan pangan itu juga bisa terjadi karena bahan pangan sering datang terlambat ke daerah tersebut, disebabkan kesulitan akses,” terangnya, Kamis (6/9).

Sesuai pendataan Dinas Ketahanan Pangan, Kecamatan Asinua, Latoma dan Routa masuk kategori daerah rawan, karena berada di lahan kering dan susah mendapatkan air saat kemarau. “Daerahnya lumayan tandus. Kalau kemarau panjang, hasil tani berkurang dan stok pangan dari luar sulit sampai kesana,” ujarnya. Meski tiga daerah ini masuk kategori rawan pangan, namun bukan berarti tidak ada pasokan makanan.

“Melainkan karena kondisi daerah seperti akses jalan cukup sulit dan berdampak pada kesulitan mengangkut pesan. Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Konawe telah beberapa kali menyalurkan bantuan, sesuai analisis yang dilakukan sebelumnya. Ada tiga komponen untuk masuk dalam klasifikasi tersebut, yaitu kewaspadaan pangan dan gizi, belanja bahan makanan atau ketersediaan, serta akses atau daya beli dan distribusi makanan. Tiga faktor itu kita tutupi dengan bantuan yang disalurkan.

Jalan merupakan akses utama yang memudahkan kegiatan masyarakat khususnya dalam pendistribusian bahan pangan. Apalagi jika desa berada jauh dari Ibu Kota Kabupaten, yang memungkinkan akan menurunnya konsumsi bahan pangan akibat tak tersalurkan. Kondisi tersebut memerlukan perhatian pemerintah dalam memperbaiki infrastrukturnya agar memudahkan masyarakat dalam mendapatkan bahan makanan. Dengan tingkat kerawanan, seperti susah listrik dan air bersih serta lain sebagainya seharusnya membuat aparat setempat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mengoptimalkan kegiatan masyarakat agar berjalan lancar sambil menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten Setempat.

Kasus seperti ini harus menjadi perhatian utama pemerintah karena ketertinggalan suatu desa membuktikan gagalnya sistem kerja pemerintah setempat. Dengan kondisi yang tidak memungkinkan tersebut harusnya menjadi pukulan utama untuk menjadikan desa yang tertinggal tersebut menjadi maju dan berkembang, khususnya dibidang sandang pangan. Sulitnya mendapatkan pangan yang produktif dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, semakin susah air bersih didapat semakin rentang penyakit di derita.

Jika pemerintah setempat tidak segera mengambil langkah maka ketiga desa tersebut akan sangat jauh tertinggal dibandingkan yang lainnya. Kemajuan desa dapat membantu melancarkan ekonomi masyarakat, apalagi di desa yang sangat jauh dari ibukota. Sejahteranya masyarakat desa membuktikan suksesnya visi misi pembangunan desa tersebut.

Solusi persoalan tersebut secara sistem sangat sulit diwujudkan karena kapitalisme menyelesaikan persoalan tidak sampai akar. Sebab islam tidak dijadikan dasar akidah bagi individunya, dampaknya semua persoalan diselesaikan bukan secara hukum melainkan perasaan, baik itu perasaan kepercayaan ataukah sebaliknya. Kapitalisme hanya menawarkan solusi praktis bagi setiap persoalan sehingga membuat persoalan menjadi runyam. Dana yang dialirkan untuk pembangunan disalahgunakan, akhirnya masyarakat jadi tertinggal. Bantuan masuk tidak efektif, masyarakat akhirnya memutuskan untuk memenuhi kebutuhannya dengan jalan sendiri tanpa menunggu bantuan pemerintah.

Ditengah krisis ekonomi yang dilanda saat ini, semkain membuat masyarakat ketiga desa semakin sulit. Kebutuhan pokok pangan semakin meningkat, harga bahan bakar pun semakin sulit didapatkan, ditambah cuaca yang tidak baik membuat masyarakat mengkonsumsi makanan seadanya. Tidak adanya listrik membuat semakin tertinggalnya masyarakat, sebab informasi yang didapat tidak berjalan baik. Hanya mendengar cerita-cerita yang tidak diketahui keaslian kebenarannya.

Jika islam menjadi dasar pemecahan masalah persoalan tersebut maka masyarakat tidak akan merasakan ketertinggalan dalam pembangunan baik infrastruktur ataukah distribusi bahan pokok makanan. Dan focus pemerintah pun tidak hanya kemajuan ibukota melainkan desa tertinggal dan terbelakang menjadi yang terdepan. Dan ekonomi pun di bawah Negara Islam tidak akan selalu membuat masyarakat kalangan bawah merasa menderita karena mahal nya biaya hidup. Dan sudah dipastikan pendistribusian bahan pangan akan menjadi focus utama pemerintah agar masyarakatnya tidak kelaparan dan mudah mendapatkan bahan pangan dengan kualitas terbaik dan harga ekonomis

Selain itu, persoalan-persoalan lainnya dapat diminimalisir, salah satunya adalah akidah masyarakat menjadi islami sehingga menimbulkan masyarakat kondusif yang perasaan, pemikiran serta diatur dengan Sistem Islam. Pendidikan masyarakat pun terjamin, termasuk kesehatan masyarakat akan lebih mudah dalam mendapatkan fasilitas yang nyaman. Serta pengelolaan sistem pertanian semakin efektif sebab dimaksimalkan pemproduksiannya dengan diadakannya pengadaan bibit ataukah sistem tanaman yang menguntungkan masyarakat serta dapat bertahan dalam kondisi cuaca atakauh kondisi pertanahan di desa tersebut.

Sudah jelas mana yang harus dipilih masyarakat sebagai solusi persoalan hari ini. Jika kita tidak mengambil langkah tegas dalam pemecahannya, maka akan terus menerus persoalan berlanjut dan masyarakat pun tidak akan maju. Melainkan semakin tertinggal dan pasrah atas keadaan, sebab mereka beranggapan bahwa persoalan tersebut hanyakan akan seperti itu tanpa ada perubahan meski diadakan pendistribusian bahan pangan. Karena masyarakatnya pun tidak memikirkan perubahan kemajuan akibat dari terbelakangnya pendidikan. Tertinggalnya suatu desa pasti membuat pendidikan menjadi terbelakang. Dan jelas bahwa hanya islam solusi tepat dalam persoalannya. Wallahu ‘alam bisshawab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.