Isu Terorisme dan Upaya Mengukuhkan Islam Moderat

93

Isu Terorisme dan Upaya Mengukuhkan Islam ModeratOleh: Isna Yuli (Member Akademi Menuli Kreatif)

Menjelang digelarnya perhelatan akbar Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Berbagai upaya dilakukan pihak kepolisan guna mengamankan kegiatan tersebut, diantara yang menjadi fokus perhatian adalah kejahatan jalanan yang dilakukan preman, kemacetan lalu lintas dan aksi terorisme. Aksi terorisme senantiasa terus mewarnai pemberitaan media. Sebagaimana pekan lalu densus 88 menangkap terduga teroris di Indramayu. Selama ini pelaku teroris selalu dikaitkan dengan label Muslim. Radikal selalu dikaitkan dengan pemikiran Islam Ideologis. Jamaah dakwah senantiasa dicurigai sebagai gerakan terorisme. Yang lebih miris lagi ketika jihad dimaknai sebagai terorisme.

Sebagai seorang muslim, kita pasti tak terima agama dan syariat Islam dikaitkan dengan aksi terorisme. Islam adalah agama (ad-Diin) yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw. untuk  mengatur hubungan manusia dengan tuhannya, diri dan sesamanya. Dengan demikian Islam bukan hanya mengatur masalah akidah, ibadah dan akhlak; tetapi juga mengatur masalah ekonomi, pemerintahan, sosial, pendidikan, peradilan dan sanksi hukum serta politik luar negeri. Inilah yang dimaksud dengan Islam kaaffah, sebagaimana dinyatakan dalam al-Quran (QS al-Baqarah [2]; 208).

Saat umat Islam merasa bahwa mereka harus bersatu, dan kembali pada ajaran Islam, barat dan kaum sekuler yang tidak menginginkan kebangkitan Islam mengerahkan segala upaya untuk memadamkan gejolak ini. Dalam berbagai aksi teror mereka sematkan istilah-istilah Islam, para pelakunya diidentikkan dengan seorang yang taat beribadah, serta memiliki ciri-ciri layaknya seorang muslim. Hal ini memunculkan kahawatiran ditengah masyarakat, umat Islam terutama tidak ingin disebut teroris hanya karena memakai pakaian syar’i, atau hanya sekedar rajin sholat berjamaah dimasjid. Karena ciri-ciri tersebut kerap diungkapkan sebagi ciri-ciri seorang teroris. Sehingga muncul istilah Islam moderat, Islam yang biasa-biasa saja, netral dan cenderung mengkompromikan hukum-hukum Islam dengan berbagai pemikiran sekuler ramah dengan berbagai bentuk kebebasan, sebagai sikap defensif apologetic.

Defensif apologetic yaitu sikap membela diri karena merasa dirinya menjadi pihak tertuduh. Sikap defensif apologetik inilah yang diinginkan oleh kaum sekuler, dengan sikap ini perlahan masyarakat menarik diri dari segala aktifitas dakwah, tidak lagi lantang dalam beramar ma’ruf dan nahi munkar. Masyarakat menjadi takut dalam menyerukan kewajiban menegakkan syariat Islam, berhukum dengan Islam dan berpolitik dengan Islam.

Islam moderat digunakan barat untuk mencegah bangkitnya Islam dan bersatunya kaum muslim, memecah belah Islam, dan melanggengkan segala bentuk penjajahan barat atas kaum muslim. Bagi siapa saja yang berislam dan menentang, mereka labeli dengan istilah Islam radikal, dan Islam fundamental. Sedangkan muslim yang mau mengkompromikan keislamannya dengan kepentingan barat dan kaum sekuler mereka istilahkan dengan Islam moderat. Sampai disini sangat jelas bahwa berbagai upaya dilakukan barat dan kaum sekuler untuk memuluskan semua kepentingan mereka di negeri-negeri yang mayoritas berpenduduk kaum muslim, terutama Indonesia.

Tak berhenti dengan memoderatkan Islam dan kaum muslim, tetapi barat senantiasa menginginkan kaum muslim berlepas tangan dari seluruh hukum dan politik Islam. Sebagai seorang muslim sejati kita dituntut untuk senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah SWT. Tak sepantasnya seorang muslim mengambil ide-ide barat atau bahkan bekerja sama melancarkan agenda kaum liberal. Sudah waktunya kaum muslim bersatu dan kembali pada Islam. Totalitas dan kesempurnaan Islam tentu tidak akan tampak kecuali jika kaum Muslim mengamalkan Islam secara kaffah (total) dalam seluruh segi kehidupan, begitu juga dengan pengaturan urusan kemasyarakatan dan kenegaraan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.