Islam Solusi Tuntas Pergaulan Bebas

71

Oleh: Wulan Ummu Akifah

Menjadi remaja gaul seolah-olah adalah sebuah hal yang wajib bagi kebanyakan generasi muda saat ini. Apapun akan mereka lakukan demi terlihat gaul. Mulai dari fashion, cara berdandan,model rambut, genre musik semuanya harus serba kekinian. Standar gaul mereka salah satunya adalah trend berpacaran. Budaya pacaran sudah menjadi hal yang umum di tengah-tengah masyarakat. Justru akan menjadi aneh jika ada remaja yang tidak mau pacaran. Akibat dari adanya budaya pacaran inilah banyak remaja yang akhirnya terjerumus dalam pergaulan bebas, tidak sedikit dari mereka yang melakukan seks bebas. Dengan alasan sebagai bukti kesetiaan pada pacarnya banyak remaja putri yang akhirnya rela menyerahkan keperawanannya pada pacarnya.

Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen. (http://rienodjokam.blogspot.co.id/)

Mirisnya lagi, ketika mereka hamil dan kekasihnya tidak bertanggung jawab,  mereka jadi gelap mata hingga mengambil jalan pintas dengan menggugurkan kandungannya. Kalaupun tidak digugurkan pada akhirnya kebanyakan dari  mereka akan membuang bayi hasil hubungan terlarang mereka. Beruntung kalau masih hidup, di banyak kasus mereka justru membunuh terlebih dahulu bayinya sebelum dibuang. Seperti kasus di Bali misalnya, seorang mahasiswi yang sedang mengikuti ujian, ditemukan  melahirkan anak hubungan gelap dengan pacarnya di sebuah toilet kampus. Setelah lahir, bayi tersebut dibekap sampai meninggal kemudian dibuang di kolam. (Merdeka.com 1/08/2019).

Tidak hanya sampai disitu, dampak lainnya adalah semakin tingginya angka perceraian disebabkan pernikahan para remaja yang terpaksa menikah hanya untuk menutup aib karena hamil diluar nikah. Belum lagi kasus banyaknya remaja yang terjangkitnya penyakit HIV/AIDS akibat sex bebas. Angka kriminalitas seperti mencuri, merampok, memperkosa, atau membunuh semakin tinggi akibat banyak mengkonsumsi obat terlarang dan minuman keras. Tentunya masih banyak dampak buruk lainnya, lantas apakah penyebab kenakalan remaja ini? Dan bagaimana Islam mengatasinya?

Liberalisme Biang Kerok Pergaulan Bebas

Merebaknya pergaulan bebas dikalangan remaja tak lain karena diterapkannya sistem demokrasi di negeri ini. Prinsip utama dari sistem demokrasi adalah liberalisme atau kebebasan. Dan salah satunya adalah kebebasan berekspresi. Jadi dalam sistem ini setiap individu bebas berbuat semaunya (termasuk berzina) asalkan tidak merugikan orang lain. Itulah mengapa ketika banyak pemuda melakukan pergaulan dan sex bebas negara tidak mau ikut campur. Banyaknya perzinahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat asalkan dilakukan suka sama suka maka pelakunya tidak bisa dijerat dengan hukum yang berlaku. Seperti baru-baru ini kasus prostitusi kelas atas yang melibatkan artis Vanessa Angel, kasusnya tidak bisa dipidanakan karena tidak ada laporan pihak yang merasa dirugikan. Memang benar dia sempat dipenjara tapi itu atas tuduhan penyebaran konten pornografi bukan karena kasus prostitusi yang sudah diperbuatnya. Atau seperti kasus Baiq Nuril yang seharusnya dialah yang menjadi korban pelecehan justru dia yang harus terjerat kasus hukum dengan tuduhan pelanggaran UU ITE karena telah menyebarkan rekaman pelecehan yang dialaminya.

Itulah ironi yang sudah lazim terjadi di negeri yang menganut sistem demokrasi liberal. Kemanfaatanlah yang menjadi tolok ukur setiap perbuatan manusia. Sekulerisme atau pemisahan agama dari kehidupan adalah pondasi utama dalam sistem ini, tak ayal jika aturan agama tidak boleh ikut campur dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul. Selama ada kemanfaatan di dalamnya, halal atau haram sudah tidak menjadi masalah bagi mereka. Wajarlah jika mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi nafsu dan syahwatnya.

Islam Solusi Tuntas

Sebagai agama yang sempurna Islam mempunyai seperangkat aturan yang akan menyelamatkan remaja dari pergaulan bebas. Adapun aturan tata pergaulan dalam Islam bisa dirinci sebagai berikut:

1. Larangan mendekati zina

Dalam Islam pergaulan antar pria dan wanita diatur sedemikian rupa. Perbuatan yang bisa menghantarkan pada perbuatan zina(pacaran) saja sangat dilarang apalagi perilaku seks bebas. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Isro’ Ayat :32

“Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

pelaku zina akan diberikan hukuman yang sangat berat. Bagi pelaku yang belum menikah maka akan dihukum cambuk 100 kali dan diasingkan sedangkan bagi pelaku yang sudah pernah menikah maka akan dihukum rajam yakni dilempari batu sampai meninggal. Tujuan dari hukuman ini adalah sebagai penebus dosa bagi pelaku (jawabir), selain itu juga sebagai pencegahan agar tidak ada lagi yang berbuat seperti itu (jawazir).

2. Kewajiban menutup aurat

Setiap wanita yang sudah baligh (dewasa) diwajibkan untuk menutup aurat ketika keluar rumah dengan memakai kerudung dan jilbab. Ini sebagaimana yang difirmnkan Allah dalam surat Al Ahzab ayat 59, Allah berfirman:

 “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu,anak perempuanmu,dan istri-istri orang mukmin,hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”.

3. Menundukkan pandangan

Ketika berada di luar rumah pria dan wanita juga wajib menundukkan pandangan mereka, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an surat An Nur ayat 30 Allah berfirman:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

4. Tidak berkhalwat

Islam sangat menjaga sekali interaksi antara pria dan wanita. Pria dan wanita yang bukan mahrom dilarang untuk berkhalwat(berdua-duaan). Rasulullah bersabda:

 “Janganlah sekali-kali pria dan wanita berkhalwat kecuali wanita itu ditemani mahromnyaā€¯. (HR. Bukhari)

5. Larangan bertabbaruj

Sudah menjadi hal lazim di sistem Liberal saat ini para remaja ketika keluar rumah dengan full make up.  Padahal dalam Islam seorang wanita ketika keluar rumah dilarang untuk berdandan karena hal inilah salah satu yang bisa menjadi sebab ketertarikan lawan jenis. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 31. Allah berfirman:

“Hendaklah kalian (para wanita) tetap dirumah kalian dan janganlah kalian bertabbaruj seperti tabbaruj orang-orang jahiliyah yang dahulu”.

Inilah beberapa aturan yang sudah ditetapkan oleh Islam untuk menjaga kehormatan (izzah) dan kesucian hati (iffah) pria dan wanita.Tak heran ketika Islam diterapkan secara kaffah (sempurna) dalam institusi daulah khilafah, para remaja bisa meraih prestasi yang luar biasa diusianya yang masih belia. Salah satunya adalah Muhammad Al Fatih yang mampu memimpin pasukan dan menaklukkan Konstatinopel di usianya yang masih 23 tahun. Begitu juga Usamah bin Zaid yang menjadi Pemimpin pasukan di usia 14 tahun. Srikandi Islam Aisyah binti Abu bakar (Ummul Mukminin) pun menjadi perowi hadist di usia belia, bahkan para sahabat banyak merowikan hadist dari beliau.  Dan masih banyak sederet nama remaja Islam lainnya yang menoreh prestasi gemilang ketika sistem Islam diterapkan.

Islam sebagai rahmatan lil alamin pasti mempunyai aturan yang lengkap dan sempurna yang berlandaskan nash-nash syar’i yang dapat menyelesaikan semua permasalahan umat termasuk permasalahan remaja yang banyak muncul saat ini. Sudah saatnya kita kembali kepada aturan  Islam dengan menerapkan Islam secara kaffah (total) dalam naungan Daulah Khilafah. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.