Islam Radikal Versi Penguasa Dalam Sistem Demokrasi

85

Oleh: Nur Hasanah, Skom (Pemerhati Masalah Umat)

Sejatinya penguasa adalah pelindung dan pengurus urusan rakyat agar kehidupan rakyat sejahtera, aman dan nyaman dalam menjalankan aktifitas, namun kenyataannya adalah jauh panggang dari api. Tidak bosan-bosannya rakyat ditakut-takuti oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh para penguasa untuk menghantui rakyatnya.

BIN menyebut sedikitnya ada 51 penceramah yang menyebarkan paham radikal di 41 masjid. BIN menjelaskan soal penceramah berpaham radikal tersebut disimpulkan berdasarkan hasil survei. “Hasil survei terhadap kegiatan khotbah yang disampaikan beberapa penceramah. Survei dilakukan oleh P3M NU yang hasilnya disampaikan kepada BIN sebagai early warning dan ditindaklanjuti dengan pendalaman dan penelitian lanjutan oleh BIN,” kata Jubir Kepala BIN Wawan Hari Purwanto. (www.news.detik.com Jumat 23 November 2018)

Islam Radikal Versi Penguasa Dalam Sistem Demokrasi

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk menjalankan seluruh hukum-hukum Allah.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak setan karena sesungguhnya setan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]

Sebagai seorang muslim sudah menjadi kewajiban untuk mentaati seluruh perintah Allah tanpa pilih-pilih, termasuk berusaha memperjuangkan tegaknya hukum Islam dalam negara. Perintah-perintah Allah tidak hanya untuk dijalankan oleh individu saja tapi ada juga perintah yang harus dijalankan oleh negara seperti, perintah hukum rajam dan qisos misalnya. Dalam sistem Demokrasi, negara tidak bisa menjalankan hukum rajam dan qisos karena aturannya bukan dari Islam, sehingga umat Islam yang sudah faham tentang kewajiban untuk dinaungi hukum Islam akan berjuang menegakkannya. Masyarakat yang memiliki pemahaman inilah yang disebut kelompok Islam radikal dalam pandangan penguasa dalam sistem Demokrasi seperti saat ini.

Islam radikal dianggap ancaman oleh penguasa, sehinggap penguasa melakukan tindakan-tindakan yang menakut-nakuti rakyat dengan memata-matai rakyatnya terutama kepada para penceramah yang materi ceramahnya radikal (mengajak kepada penegakkan Islam kaaffah) dan kepada guru-guru agama Islam di sekolah.

Hal yang menambah resah penguasa terhadap kelompok Islam Radikal adalah semakin bertambahnya jumlah masyarakat yang tergolong Islam radikal. Berdasarkan hasil penelitian BIN dengan salah satu Universitas Islam di Jakarta terhadap guru agama di madrasah mulai tingkat SD sampai SMA, 62,22 persen setuju hanya sistem pemerintahan berbasis syariat Islam yang terbaik untuk Indonesia, 75,98 persen setuju pemerintah harus memberlakukan syariat Islam, lalu 79,72 persen setuju umat Islam wajib memilih pemimpin yang memperjuangkan syariat Islam, 23,42 setuju pemerintah Indonesia hari ini adalah thagut, kemudian 64,23 persen setuju nonmuslim tidak boleh menjadi presiden. (www.bbc.com 19/11/2018)

Upaya Menangkal Islam Radikal

Sebagai upaya untuk menangkal Islam Radikal, penguasa melakukan antisipasi dengan melakukan kontrol materi ceramah para khatib, membuat perpu pembubaran ormas yang aktif melakukan dakwah Islam kaaffah, mengubah dan mengawasi kurikulum pendidikan di madrasah-madrasah, kampus-kampus, dan lain-lain.

Selain itu penguasa juga membagi kelompok ini menjadi tiga golongan. Golongan pertama adalah golongan radikal rendah, yaitu golongan umat Islam yang masih bersikap ragu-ragu terhadap ajakan penerapan hukum Islam dalam negara. Golongan kedua adalah golongan IsIam radikal sedang, yaitu umat Islam yang setuju dengan penerapan hukum Islam dalam negara. Golongan yang ketiga adalah golongan radikal tinggi, yaitu umat Islam yang mengajak kepada penerapan hukum Islam dalam negara.

Penguasa memperkenalkan Islam jalan tengah yang moderat untuk mengubah pemikiran masyarakat agar dapat menerima Islam Nusantara.

Umat Harus Cerdas

Umat harus cerdas dalam memahami semua tujuan dari propaganda global radikalisme yang disematkan kepada Islam. Semua adalah upaya untuk memadamkan perjuangan umat Islam yang mengharapkan hukum Islam bisa dijalankan dalam negara agar dapat menjalankan Islam secara kaaffah.

Islam Nusantara adalah agama ciptaan manusia untuk kepentingan penguasa dalam mempertahankan hegemoni barat sebagai pengemban Demokrasi. Penguasa berusaha menjauhkan Islam dari pemeluknya karena perasaan takut kepada hukum Islam.  Mereka faham ketika hukum Islam sudah diterapkan dalam negara, dengan sendirinya Islam akan memimpin dunia menggantikan Demokrasi.  Dengan begitu  hegemoni barat sebagai pengemban Demokrasi, yang selama ini mencengkram negri-negri muslim, akan lepas dengan sendirinya. Negri-negri muslim akan bebas dari jajahan barat dan dapat hidup sejahtera dengan aturan Islam dan tuntunan dari Allah Subhanahu wa taala.

Allah turunkan agama Islam untuk umat nabi Muhammad dan Al Quran serta As Sunnah sebagai aturannya. Segera tentukan sikap untuk berada dalam barisan perjuangan penegakkan hukum Islam, tetaplah teguh dengan memegang Islam, walaupun memegang Islam saat ini seperti memegang bara api, tapi yakinlah Islam akan menang karena Allah berjanji akan memenangkannya.

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul, (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.” (QS. Ash-Shaffat: 171-173)

Wallahu alam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.