Investasi : Bagian Dari Pemulihan Atau Penjajahan?

91

Oleh : Khairunnisa’ (Kajian Perempuan dan Politik)

Sebuah aktifitas investasi tidak luput dari hubungan para kapitalis asing dan aseng terhadap suatu negeri. Beberapa bulan yang lalu di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terverifikasi  mengalami kerusakan pasca-gempa. Kerugian sementara yang terhitung hingga saat ini adalah Rp. 8,8 triliun. (Kompas.com)

Untuk memulihkan kembali Lombok NTB sebagai icon destinasi wisata nasional dan internasional wilayah tenggara. Gubernur NTB mengajak kedubes asing untuk melirik potensi NTB sebagai lokasi berinvestasi. Dubes yang hadir pada  dinner di pendopo jum’at malam (09/11/2018) adalah Dubes Austria Helen Steinhausl, Dubes Azerbaijan Dr. Tamerlan Garayev, Dubes Serbia Slobodan Marinkovic, Dubes Thailand Songphol Sukchan, Dubes Vietnam Pham Vinh Quang dan sejumlah diplomat.

Dalam pertemuan itu Doktor Zul berharap kehadiran Dubes memberi pesan kuat bahwa NTB sudah mulai pulih dan kembali berbenah menjadi daerah maju. Apalagi dengan potensi alam  salah satunya adalah kawasan ekonomi khusus (EK) Mandalika. Wakil menteri dalam negeri, A.M. Fahir menyatakan bahwa kunjungan para Dubes, disamping untuk menyalurkan bantuan namun menunjukan NTB telah kembali pulih. (Bimakini.com)

NTB adalah wilayah Nusa Tenggara yang banyak potensi alam. Selain keindahan wisata yang menarik para wisatawan local dan mancanegara. NTB menyimpan banyak potensi alam lainnya seperti hasil bumi dan laut  yang melimpah. Salah satu perusahaan tambang terbesar yang terkenal  adalah Newmont di Sumbawa dan potensi alam dipulau moyo tambora daerah Bima.

Investasi Alat Penjajahan Gaya Baru

Tidak bisa dipungkiri Indonesia secara umum memiliki kekayaan yang luar biasa. Kekayaan itulah yang menarik minat kapitalis asing dan aseng untuk berlomba-lomba menanamkan investasi di negeri tersebut. Semester 1 tahun 2017 aliran investasi NTB mencapai 4, 85 triliun. Tentu aliran investasi NTB sangat meningkat signifikan setelah bencana gempa di Lombok.

Jika ditelaah lebih lanjut bahwa, dibalik investasi itu ada upaya untuk menguasai sumber daya alam yang melimpah. Bantuan para dubes tentu saja punya maksud tertentu. Paling tidak jaminan terhadap bisnis dan segala kepentingan mereka di NTB. Karena bagi para kapitalis asing tidak ada makan siang gratis “no free lunch”. Investasi adalah cara baru bagi asing untuk memaksakan dominasi suatu wilayah dan mengeksploitasinya. Apalagi jika wilayah tersebut potensial untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

Pandangan politis terhadap keterlibatan asing dalam proses pemulihan NTB harus disadari oleh semua pihak. Keterlibatan mereka tidak bisa dilepaskan dari penerapan ekonomi neoliberalisme di Negeri ini. Termasuk sikap abainya penguasa dalam mengoptimalkan peran mereka mengurusi kemaslahatan rakyat. Menyerahkan segala urusan kepada pihak asing adalah cermin gagal negeri ini dalam memulihkan NTB.

Neoliberalisme adalah senjata baru untuk menyalurkan syahwat asing untuk mengeksploitasi negeri ini. Cara ini tidak luput dari dukungan penguasa yang pro terhadap asing. Berharap segalas solusi dapat terselesaikan dengan bekerja sama dengan asing adalah membuka pintu lebar-lebar bagi asing untuk menguasai hajat hidup masyarakat. Satu sisi ekonomi Indonesia makin anjlok, harga-harga naik, kemiskinan merata, penghapusan subsidi BBM, pengangguran, rupiah anjlok, utang menumpuk adalah wajah buruk penerapan sistem buruk di negeri ini.

kesenjangan ekonomi berimplikasi pada lahirnya tindakan kriminal, meningkatnya angka perceraian, meningkatnya angka putus sekolah dan seribu persoalan lain yang kian menggurita negeri ini. Segala kebijakan bertumpu pada kepentingan asing bukan kemaslahatan rakyat. Alih alih kebijakan untuk memperbaiki kondusi negeri malah membawa masyarakat pada jurang kehancuran.

Selain penguasaan atas Sumber Daya Alam (SDA), penguasaan atas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah bagian dari penjajahan gaya baru yang ikut mewarnai corak kehidupan masyarakat. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampau adalah sebuah sajak yang menunjukan bahwa asing tidak hanya memberi bantuan kemanusiaan di negeri ini tetapi ada banyak hidden agenda yang tidak luput dari penginderaan masyarakat. Salah satunya adalah transfer budaya dan pemikiran.

Islam Melindungi dan Menjamin Kesejahteraan Masyarakat

Kesempurnaan syariat dalam mengatur kehidupan berimplikasi pada kesejahteraan yang didapat pada setiap individu masyarakat. Tidak sedikitpun tanah dan potensi didalamnya dikuasai oleh asing, apalagi melibatkan mereka pada penyelesaian persoalan dalam negeri. Karena urusan dalam negeri adalah pekerjaan besar bagi semua pihak yang ada didalamnya terutama penguasa. Kebergantungan negeri ini pada pihak asing adalah cermin gagalnya negeri ini untuk mandiri. Termasuk melibatkan asing dalam pemulihan ekonomi sama saja membiarkan negeri ini berada dalam cengkeraman dan semakin menguatkan penjajahan mereka di negeri ini.

Memulihkan ekonomi negeri ini hanya ketika Sumber Daya Alam kembali kepangkuan umat. Potensi NTB sangat mungkin memulihkan kondisinya dari bencana gempa kemarin. Hanya saja potensi itu akan kembali ketika pengelolaannya sesuai syariat, dimana negaralah aktor utama pengelola SDA kemudin dikembalikan kepada umat.

Semua itu akan terwujud manakala sistem islam tegak sebagi pengatur kehidupan. Mengatur persoalan politik, ekonomi bahkan hubungan luar negeri tanpa menjadikan pihak asing sebagai majikan yang akan mengendalikan negeri ini demi syahwat eksploitasi. Wallahu a’llam bissawab

*Penulis Berasal dari Sadia II Kota Bima NTB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.